Business is booming.

Dosen UII Trending, Netizen: Mungkin Bergabung dengan ISIS?

Ahmad Munasir memilih rute kepulangan yang terpisah melalui Istanbul, Turki.

Tagar Dosen UII trending di media sosial Twitter pada Senin (20/2/2023), menyusul dosen bernama Ahmad Munasir Rafie Pratama dilaporkan hilang setelah mengikuti rangkaian kegiatan mobilitas global di University of South-Eatern Norway (UN, Norwegia.

Sebelumnya akun Twitter @NarasiNewsroom melaporkan, menurut keterangan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Fathul Wahid, ia terakhir berjumpa dengan Ahmad Munasir pada Sabtu (11/2/2023) malam setelah menghadiri acara yang sama.

Masih kata Fathul, Ahmad Munasir memilih rute kepulangan yang terpisah dengannya, yakni melalui Istanbul, Turki.

Pada Minggu (19/2/2023), pihak UII lantas meminta bantuan NCB Interpol Indonesia untuk melacak keberadaan Ahmad Munasir untuk menerbitkan yellow notice untuk pencarian orang hilang.

Penggalian jejak digital telah dilakukan Tim Pusat Krisis UII. Terakhir, terdapat aktivitas “sign out google drive” pada 13 Februari 2023 pukul 03.57 waktu setempat.

Ia juga ditemukan sempat terhubung melalui eduVPN yang mengarah ke UII pada sekitar pukul 19.00-23.00 waktu setempat dengan lokasi akses di sekitar Istanbul.

Sontak netizen gaduh menanggapi tagar Dosen UII yang trending hingga tercatat 4.508 ciutan (Tweets) yang mereka sampaikan. Berikut beragam ciutan mereka.

Seperti pemilik akun Twitter @Nepfhilim menulis, “Mungkin bergabung dengan ISIS”

Lalu akun Twitter @Kucingberdebu11 menanggapi, “kok bisa mikir sampe kesana om?”

@Nepfhilim menulis, “Segala kemungkinan ada ya om, siapa yg tau? Apalagi pintu masuk ke suriah cuma lewat turki. Kl emang ngga mau ada pemikiran jelek dr orang knp dia harus menghilang?”

@asephidiru menulis, “Barusan baca berita ternyata dia pergi ke Boston, AS.”

@Nepfhilim menulis, “Oalah, semua dibuat heboh sama ni orang. Tapi kenapa sampai harus menghilang begitu?”

@dontmindme1124 menulis, “Enteng banget ngomong. Professor berpendidikan tinggi kyk gitu gabakal ikut gituan, bisa aj diculik. Knp lgsg mikir kesana sih”

@bukanpacarmu32 menulis, “Njiir ke Eropa pake visa Eropa , ini nyampe Boston visanya apaan hey bikin visa jalan jalan sulit loh 😭”

@teaicelessice menulis, “nih buat yg comments “dari europe peke visa europe, kok bisa nyampe boston USA pake visa apa?” beliau ini PhD di US, pake beasiswa. jadi beliau ini bukan orang bodoh. kemungkinan besar punya visa US yg masih aktif.”

@sightsavior menulis, “yg aku baca dari laman kampusnya, beliau lulus PhD 2019 mas, apa iya visanya masih berlaku sepanjang itu sampai saat ini? dan masih penasaran kenapa beliau tidak mengabari semua orang sama sekali ya..”

@teaicelessice menulis, “barangkali dulu dia dapet visa USnya yg 5 tahun multiple entry dan masih berlaku di atas 6 bulan, pada saat itu.
berfikir positif itu banyak dari berbagai perspektif.”

@YM_friendster menulis, “Nah ini pertanyaan gw juga, orgnya ke Europe, tp kok lenggang amat ubah hakuan US. Artinya ada sesuatu yg belum tersampaikan baik oleh kampus ataupun keluarga. Kalu polisi kukira masih keep secret tim eagle eyenya. 🙏”

@mufalbania menulis, “Kalau dia nggak bodoh, dia bakal meninggalkan pesan untuk keluarga dan kampusnya kalau ada perlu ke daerah X karena urusan mendesak (alasan bisa dicari), bukan menghilang begitu aja. Mungkin hal ini yg bikin gemes sebagian orang.”

@Ahmadi38233515 menulis, “Hilang di turk. Semoga segera ditemukan. Tapi kalau turki jalur masuk ke suriah?. Kok ada feeling ndak enak”

@Mu21Di menulis, “Jangan2 dapat tawaran kerja dengsn gaji fantastis melebihi gaji uii”

@LadyCassowaries menulis, “Kalo emang ke Boston, kok gak bilang sama keluarga ya? Apa jangan-jangan di hipnotis?”

@babehbenz menulis, “Itu kata rektornya bhw ybs terdeteksi di Boston USA.”

@dismember007 menulis, “katanya hilang di turki terus masuk amerika lewat boston, lah kok yo masih ndk ngabarin keluarga? ndk mungkin kan ndk ada duit buat bayar kuota, susah ndk mikir macem” kalo orangnya hilang tanpa kabar tp masih kelacak pindah” negara gini 😅”

@anttieee_ menulis, “Gw ikut beritanya kmren, berita terbaru masuk Boston. Trus mikir, apa itu terlacak melalui hpkah? Atau medsos.
Gw sempet pikir, hp beliau hilang atau gmn2 saat di Istanbul. Semoga cepet balik/bisa menghubungi keluarga di Indonesia.”

@s_b_darmawan menulis, “Klian yg pada suuzon nnti gmn minta maafnya kalo ybs gak kaya dugaan klian? Dosa kebawa smp mati gak ilang kecuali minta maaf dan dimaafkan ybs.mknya jaga jari di medsos.

Rektor Sebut Dosen UII Hilang Kontak Merupakan Sosok Cerdas

Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Fathul Wahid menyebut Ahmad Munasir Rafie Pratama (AMRP), seorang dosen yang dikabarkan hilang kontak usai mengunjungi University of South-Eastern Norway (USN) di Norwegia, merupakan sosok cerdas.

Baca Juga:  Profil Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak, Kini Diburu KPK

“Mas Rafie orang cerdas, terbukti dari sekolahnya, karya-karyanya, dan terbukti dari keseriusannya bekerja,” kata Fathul Wahid di Kampus Terpadu UII Yogyakarta di Jalan Kaliurang, Kabupaten Sleman, Senin (20/2/2023).

Rafie yang terdeteksi berada di Amerika Serikat juga tercatat menjabat sebagai Wakil Dekan Fakultas Teknik Informatika UII Yogyakarta.

Fathul mengatakan pihaknya belum memahami alasan atau motivasi Rafie mengubah rute perjalanan pulangnya dari Norwegia tanpa memberi tahu siapa pun, termasuk ke pihak keluarga.

“Selama ini, semua tugas yang kami berikan dijalankan dengan baik sehingga pasti ada sesuatu yang kami belum tahu pasti sampai itu terjadi. Mengapa orang baik kok bisa tidak lapor, ini seperti anak kecil di rumah tiba-tiba main ke tempat tetangga dan tiba-tiba tidak pulang, kira-kira begitu,” kata Fathul.

Terkait tujuan dosen Fakultas Teknologi Industri tersebut berada di AS tanpa sepengetahuan keluarga dan pihak kampus itu, Fathul enggan berspekulasi. Dia tetap meyakini bahwa Rafie tidak memiliki keterkaitan dengan gerakan-gerakan terlarang.

“Kami tidak melihat Mas Rafie pernah berafiliasi dengan lembaga yang visi misinya bertentangan dengan UII. Sehingga, kami kalau ada teori yang mengatakan terkait dengan gerakan-gerakan itu, cenderung itu sangat kecil peluangnya; meskipun kami belum punya informasi pasti yang memastikan teori itu, tapi kecil kemungkinan itu,” jelasnya.

Menurut Fathul, Rafie sudah biasa bepergian ke luar negeri untuk mengerjakan proyek internasional. Rafie tercatat dua kali pergi ke AS pada 2022.

“Beliau sudah biasa ke luar negeri, sudah biasa kerja sama internasional. Jadi, ini kasus khusus ini, betul-betul kasus belum pernah terjadi dalam sejarah UII,” tambahnya.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Ahmad Munasir Rafie Pratama terdeteksi masuk ke wilayah Amerika Serikat melalui salah satu bandara di Boston pada Senin (13/2). Temuan tersebut didasarkan pada data Perlindungan Budaya dan Perbatasan AS (United States Customs and Border Protection).

Padahal, berdasarkan pengetahuan pihak kampus dan keluarga, Rafie seharusnya mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, pada Kamis (16/2), pukul 18.00 WIB, dari Istanbul, Turki, dengan menumpang pesawat Turkish Airlines.

Baca Juga:  Vincet Trending, Anaknya Diduga Terlibat Pembullyan Siswa Sekolah, Netizen Mengecamnya di Instagram

Fathul menegaskan UII saat ini masih fokus mencari keberadaan pasti Ahmad Munasir Rafi Pratama di Boston, berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) setempat.

“Posisinya di Boston tidak kami ketahui secara pasti, sehingga kami perlu waktu untuk melacaknya; dan misi kami yang utama adalah membawa Mas Rafie pulang kembali ke Indonesia,” ujarnya. (Sumber: Antaranews.com)

 

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...