Business is booming.

Profil Kepala PPATK Ivan Yustiavandana, Sebut Transaksi Mencurigakan Rafael Alun Trisambodo

Ivan Yustiavandana telah bergabung dengan PPATK sejak tahun 2003.

PPATK Trending, siapa Kepala PPATK sekarang, ini adalah profilnya.

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengomentari harta Rafael Alun Trisambodo, pejabat Kepala Bagian Umum DJP Kanwil Jakarta Selatan (Jaksel).

Persisnya Ivan mengatakan bahwa pihaknya sudah lama mendeteksi adanya transaksi mencurigakan terkait pejabat pajak, Rafael Alun Trisambodo.

Bahkan, PPATK sudah menyampaikan hasil analisa atas transaksi mencurigakan tersebut kepada KPK, Kejaksaan Agung, dan Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan (Itjen Kemenkeu).

Pelaporan dilakukan sekitar tahun 2012 dan Ivan memang dibesarkan di KPK alias bergabung dengan institusi tersebut sejak tahun 2003.

Artinya dia memahami transaksi keuangan mencurigakan Rafael Alun Trisambodo.

Sementara itu Rafael Alun Trisambodo adalah ayah Mario Dandy Satrio, tersangka penganiayaan David, putra petinggi GP Ansor, itu memiliki harta hingga Rp 56 miliar.

Harta sebanyak itu terungkap ke permukaan, karena sang anak cenderung berlebihan memamerkan harta orangtuanya.

Rafael Alun Trisambodo akhirnya dicopot dari jabatannya oleh Menkeu Sri Mulyani, Rafael selanjutnya mengundurkan diri sebagai ANS.

Mario sendiri ditahan dan akan diproses secara hukum.

Ivan Yustiavandana mengatakan, pihaknya sudah lama mendeteksi adanya transaksi mencurigakan terkait pejabat pajak, Rafael Alun Trisambodo.

Bahkan, PPATK sudah menyampaikan hasil analisa atas transaksi mencurigakan tersebut kepada KPK, Kejaksaan Agung, dan Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan (Itjen Kemenkeu).

Baca Juga:  MS Glow Trending, Klaim Juragan 99 Tentang Omzet Penjualan 600 Miliar Per Bulan Jadi Perbincangan

Profil Ivan Yustiavandana

Dilansir dari situs PPATK, Ivan merupakan Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Gadjah Mada dengan predikat cumlaude.

Ia meraih gelar Master of Laws (LL.M) dari Washington College of Law, Washington DC, Amerika Serikat, dan menyelesaikan Sarjana Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Jember.

Sebelum dilantik sebagai Kepala PPATK oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo di Istana Merdeka pada tanggal 25 Oktober 2021, Pria yang kerap disapa Ivan ini telah bergabung dengan PPATK sejak tahun 2003.

Kemudian pada tahun 2013 hingga 2020 dipercaya menjabat sebagai Direktur Pemeriksaan, Riset dan Pengembangan, serta didapuk menjabat sebagai Deputi Bidang Pemberantasan PPATK sejak bulan Agustus 2020 hingga Oktober 2021.

Selama di PPATK, pria yang memiliki hobi bersepeda ini telah mengomandani pelaksanaan fungsi PPATK dalam memproduksi Hasil Pemeriksaan dan Riset Strategis di bidang anti-pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme (APUPPT).

Ivan juga pernah menjadi koordinator yang memimpin dan mengarahkan penyusunan National Risk Assessment on Money Laundering (NRA-ML) dan National Risk Assessment on Terrorist Financing (NRA-TF), Financial Integrity Rating (FIR).

Juga Indeks Efektivitas Pencegahan dan Pemberantasan TPPU dan TPPT, hingga Indeks Persepsi Publik terkait Pencegahan dan Pemberantasan TPPU dan TPPT.

Di lingkup regional dan internasional, Doktor Ilmu Hukum ini aktif dalam Financial Intelligence Consultative Group (FICG), Anti-Money Laundering/Counter-Terrorist Financing Work Stream di kawasan ASEAN, Australia, dan Selandia.

Buku-buku terkait dengan hukum dan ekonomi juga menjadi karya produktifnya, seperti buku “Aspek Hukum Pasar Modal Indonesia”, “Penerapan Good Corporate Governance: Mengesampingkan Hak-hak Istimewa Demi Kelangsungan Usaha”

Ada juga “Tindak Pidana Pencucian Uang Di Pasar Modal”, ”Kerentanan Industri Pasar Modal Sebagai Media Tindak Pidana Pencucian Uang”.

Baca Juga:  Profil Jurgen Klopp, Mantan Pelatih Liverpool yang Digadang-gadang Gantikan Southgate

Selain itu, beliau juga aktif menulis jurnal di Jurnal Konsultan Hukum Pasar Modal Indonesia dan Jurnal Indonesian Financial Intelligence Institute.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...