Business is booming.

Universitas Brawijaya Trending, Pemberian Gelar Doktor HC Kepada Erick Thohir Diwarnai Demo Mahasiswa

Bagi mahasiswa pemberian gelar HC ke Erick Thohir sebagai politisi ini dapat mengancam kebebasan akademik.

Universitas Brawijaya trending. Bisa ditebak karena pemberian gelar Doktor Honoris Causa (HC) yang diberikan pihak Universitas kepada Erick Thohir (ET).

Erick Thohir belakangan ini sedang populer karena terpilih sebagai Ketua Umum PSSI.

Sebagian besar media memberitakan itu, termasuk akun resmi PSSI.

Selain pemberian gelar, ternyata muncul juga aksi penolakan terhadap pemberian gelar doktor pada Erick Thohir.

Terutama dari mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Resah (Amarah) Brawijaya

Bagi mahasiswa pemberian gelar HC ke Erick Thohir sebagai politisi ini dapat mengancam kebebasan akademik.

Dalam video yang dibagikan radio elshinta melalui @RadioElshinta tampak mahasiswa memaparkan obral gelar kepada politisi belakangan ini.

Aliansi Mahasiswa Universitas Brawijaya, Malang lakukan aksi demo menolak penganugrahan gelar Doktor Kehormatan Hunoris Causa, pada Mentri BUMN Erik Tohir yang diberikan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, Jumat ( 3/3). #BeritaElshinta

Orasi Ilmiah Erick

Seperti diketahui, Universitas Brawijaya Malang menganugerahkan gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) Bidang Manajemen Strategis kepada Menteri BUMN Erick Thohir yang juga Ketua Umum PSSI.

Baca Juga:  Profil Ardhito Pramono dan Pramono Anung, Tak Ada Hubungan Meski Ardhito Mengaku Anak Pramono

Dalam acara pengukuhan tersebut, Erick menyampaikan Orasi Ilmiah berjudul, ‘Eternitas Transformasi BUMN: Strategi Terobosan untuk Kebangkitan Ekonomi Indonesia Baru’.

Penyampaian Orasi Ilmiah dan Pengukuhan Gelar DR HC ini dilaksanakan di Gedung Samantha Krida, Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Jumat (3/3).

Hadir pada kesempatan tersebut, Rektor Universitas Brawijaya Prof. Dr. Widodo, Senat Akademik Universitas Brawijaya, bersama deretan para guru besar seperti Prof. Dr. Zainudin Amali, M.Si yang juga sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.
Juga jajaran Direksi dan Komisaris BUMN, serta para mahasiswa.

Sejumlah menteri turut hadir antara lain Menkopolhukam Prof. Dr. Mahfud MD, Menteri PUPR Basuki Hadimulyono, Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, dan sejumlah tokoh masyarakat Jawa Timur.

Juga dihadiri sejumlah anggota Komite Eksekutif PSSI.

Dalam Orasi Ilmiahnya di hadapan senat akademik dan para guru besar Universitas Brawijaya, Erick mengemukakan transformasi tidak dapat hanya diterapkan sekali-kali atau sekali selesai lalu dilupakan begitu saja.

Transformasi harus terus dilakukan karena dinamika perubahan dan tantangan akan terus bergulir hingga akhir hayat negeri ini.

Oleh karena itu, Erick menegaskan bahwa hal terpenting yang perlu dilakukan adalah Eternitas Transformasi atau transformasi yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

Eternalitas yang diserap dari kata Eternity atau kekekalan itu, menyiratkan keberlangsungan Transformasi di BUMN.

Dengan demikian, transformasi BUMN haruslah _beyond corporate_, sehingga siapapun Menteri BUMN – nya, dan perlu melekat dalam jiwa setiap warga negara Indonesia.

Eternitas Transformasi BUMN, menurut Erick, merupakan manajemen yang bersifat strategis, khas, unik, kekinian, berhasil, dan tetap dalam kerangka konstitusi, UUD 1945. Ini merupakan pilihan perubahan yang diselaraskan dengan karakter.

“Sebuah negara yang berhasil adalah negara yang menyelenggarakan transformasi melalui lokomotif ekonominya, dimulai dari penyempurnaan sumber dayanya, baik manusia, alam, maupun teknologi,” tutur Erick seperti dikutip dari PSSI.org.

Dia menambahkan, BUMN memiliki dua fungsi vital bagi Indonesia, yaitu sebagai benteng ekonomi nasional sekaligus sebagai lokomotif ekonomi nasional.

Strategi transformasi BUMN Indonesia harus mampu menjadikan BUMN bukan saja pelaku bisnis berkelas dunia, tetapi juga pelaku bisnis dunia.

Baca Juga:  Gregoria Mariska Berpotensi Lolos ke Sistem Gugur Olimpiade Tokyo

Menjadi pemain global yang memiliki penguasaan, jangkauan bisnis, dan pengelolaan melampaui batas-batas negara Indonesia.

“(BUMN) harus menjadi bagian penting dari ekspansi kepentingan nasional dalam globalisasi,” kata Erick.

Globalisasi Ala Indonesia menjadi poin penting yang disampaikan Erick karena menentukan posisi Indonesia dalam kompetisi global. Globalisasi ala Indonesia itu harus menempatkan kepentingan nasional terlebih dahulu, sebelum kepentingan negara lain.

Konsep tentang Globalisasi Ala Indonesia sangat erat kaitannya dengan misi BUMN sebagai institusi yang ambideks. Ambideksteritas perlu ditekankan agar BUMN mampu menjalankan peran pentingnya sekaligus, baik sebagai benteng pertahanan ekonomi maupun sebagai lokomotif perekonomian nasional.

“Amanat sebagai institusi yang ambideksteritas ini mendorong BUMN untuk bertransformasi secara kuat mengemban dua tugas penting tersebut secara secara seimbang,” ujar Erick.

Erick juga sedikit menambahkan terkait pengelolaan bisnis dan keuangan dalam industri sepakbola, seperti yang terjadi di klub Inter Milan.

Restrukturisasi keuangan Inter Milan memastikan klub akan sehat sehingga bisa berprestasi.

Terbukti setelah keuangannya sehat, sistemnya baik, manajemennya baik, dan Inter Milan bisa kembali menjadi juara Serie A

Kronologi Aksi Mahasiswa

Ada pun aksi penolakan mahasiswa Unibraw terhadap pemberian gelar HC peda Erick berjalan tak mulus.
Bahkan sempat ricuh karena penghadangan aksi mereka oleh pengamanan kampus.
Kronologi lengkapnya dibagikan portal mahasiswa Unibraw bernama lpmperspektif.com

Pada Jumat (3/3), aksi menolak pemberian gelar honoris causa oleh Fakultas Ilmu Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB) kepada Erick Thohir yang dilaksanakan oleh Aliansi Mahasiswa Resah (Amarah) Brawijaya sempat ricuh.

Hal ini terjadi karena massa aksi yang sedang melakukan long march dari parkiran Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UB menuju Gedung Samantha Krida dihadang oleh pihak Markas Komando (Mako) Keamanan UB.

Baca Juga:  Kalahkan Juventus 2-1, Napoli Merangkak ke Papan Atas Klasemen Seri A

Sekretaris Universitas Brawijaya, Tri Wahyu Nugroho dalam dialognya dengan massa aksi memperbolehkan orasi di depan Gedung Samantha Krida dengan catatan tidak mengganggu lalu lintas dan menjaga ketertiban.

Massa aksi pun sepakat dan melanjutkan kembali long march. Namun, mereka dihadang lagi oleh pihak keamanan UB dengan dalih protokol dan kembali berdialog dengan pejabat kampus.

“Tujuannya ini (aksi, red) untuk aspirasi atau sensasional,” ujar seorang pejabat UB kepada massa aksi yang bertanya mengenai kesediaan menyampaikan orasi di depan Samantha Krida.

Buntut kalutnya dialog dengan pejabat kampus serta long march yang selalu dihadang oleh pihak keamanan sempat menyebabkan ricuh antara massa aksi dan pihak Mako UB.

Ginting, Koordinator Lapangan (korlap) aksi menyatakan pihaknya dihalang-halangi untuk menyampaikan aspirasi terhadap pemberian gelar kehormatan kepada Erick Thohir.

“Sempat ada tindakan represif dari pihak keamanan. Mereka menghalangi (massa aksi, red) tidak punya alasan. Mako juga selalu menghalangi dengan alasan keamanan dan ketertiban padahal aksi ini tidak akan mengganggu sama sekali,” ujarnya.

Ginting menyebutkan, pihak Mako selalu berdalih terkait protokol dan peraturan untuk menghadang mereka. Namun ketika ditanya apa protokol dan peraturan tersebut, pihak yang bersangkutan tidak bisa menjawab.

“Kita hari ini turun ke sini karena kita kaum intelektual tapi kita dibenturkan dengan orang-orang yang menguasai pusat,” ujar salah seorang dari massa aksi.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...