Business is booming.

Bahlil Lahadalia: Pernyataan Cari Pemimpin Pandai Pidato atau Pandai Eksekusi Jadi Trending

Persahabatan Bahlil sangat erat sampai-sampai Joko Widodo sendiri menganggapnya sebagai saudara.

Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sedang dalam perbincangan.

Ini karena ia melontarkan pertanyaan kepada anak muda alias generasi Z tentang sosok pemimpin yang ideal untuk Indonesia.

Pertanyaan itu muncul setelah Bahlil menjelaskan salah satu hal yang patut diperhatikan dalam memilih pemimpin yakni karakter.

Ia kemudian memberi contoh figur Presiden RI Joko Widodo yang minim retorika, tetapi konsisten dalam melakukan eksekusi.

“Pak Jokowi kan retorikanya enggak terlalu pandai, pidato-pidato atau gestur tangan kan enggak juga. Dengan buku yang banyak referensi, kan enggak juga. Tapi Pak Jokowi konsisten menjalankan [eksekusi] itu,” ucap Bahlil dalam Festival Gen Z yang juga tayang secara virtual, Sabtu (8/7/2023).

“Pertanyaan [untuk] kamu sekarang, mau cari pemimpin yang pandai pidato atau pandai eksekusi?” lanjutnya lengkapnya di CNN

Pertanyaan itulah yang menjadi trending dan diretweet 360 kali, 892 like dan dikomentari 1.367 kali.

Jika kata eksusi mewakili Presiden Jokowi, pandai pidato seolah mengarah pada Anies Baswedan yang selalu ditempatkan sebagai lawan Jokowi dan gangnya.

Tentu pendapat menjadi terbelah seperti politik Indonesia selama ini, kelompok Cebong dan Kadrun

“Cerdas dan rajin eksekusi program pembangunan utk Indonesiaaju seperti Pak Jokowi ..” Demikian akun @matawardha

“Berarti bodoh dong, dasar eksekusinya apa?” @AndiSinulingga

Baca Juga:  Arus Balik Mudik Mulai Terasa, Polri Langsung Bikin One Way dari Tol Kalikangkung hingga Cikampek

“Anak dan ponakan pun menjawab dari judul berita ini. Mereka menjawab. Gak mau pemimpin banyak janji dan yg selalu ingkar janji. Apa lagi yg doyan ngutang sampe ugal²an,” @PresidenKopi

“Pilih yang konsisten pandai eksekusi dong Pak tapi bukan eksekusi ahli kelebihan bayar, itu  kerjanya ga enjoh.” @yangmi3prnew

Profil Bahlil Lahadalia

Bahlil Lahadalia lahir 7 Agustus 1976. Ia adalah pengusaha Indonesia yang menjabat Menteri Investasi Indonesia merangkap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal di Kabinet Indonesia Maju Jilid II Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Bahlil dilantik menjadi Menteri Investasi Indonesia pada 28 April 2021.

Sebelumnya, Bahlil Lahadalia adalah Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) periode 2015–2019.

Bahlil juga memiliki 10 perusahaan di berbagai bidang di bawah bendera PT Rifa Capital sebagai holding company.

Dibidang politik, ia pernah menjadi anggota dari Partai Golongan Karya, tetapi telah berhenti pada tahun 2009.

Ia lahir dan mengenyam pendidikan di Maluku , dari SD N 1 Seram Timur hingga SMP N 1 Seram Timur sebelum pindah ke Fak-Fak , (tempat ayahnya berasal) untuk melanjutkan ke SMA YAPIS Fakfak.[

Ia memutuskan untuk belajar di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi di Jayapura di Port Numbay Economy College, sebuah perguruan tinggi swasta lokal.

Namun, seperti yang diungkapkannya saat kuliah tamu di Universitas Brawijaya, ia lulus sangat terlambat di usia 26 tahun, karena pendidikannya terhenti akibat keterlibatannya dalam kerusuhan Mei 1998 .

Selama menjadi mahasiswa, ia aktif di Himpunan Mahasiswa Islam di Papua , hingga akhirnya menjabat sebagai Bendahara Umum Pimpinan Nasional Himpunan Mahasiswa Islam.

Pekerjaan pertamanya adalah sebagai penjual kue ketika dia masih remaja.

Baca Juga:  GP Ansor Dukung Penahanan Ferdinand dan Sarankan Beri Bimbingan Islam

Ia kemudian menjadi kondektur bus saat masih remaja, dan akhirnya menjadi sopir angkot saat duduk di bangku SMA.

Bertahun-tahun kemudian, setelah ia lulus dari Port Numbay, ia dipekerjakan sebagai pekerja di Sucofindo , sebuah perusahaan milik negara.

Bersama teman-temannya, ia kemudian mendirikan tiga perusahaan bernama PT Rifa Capital, PT Bersama Papua Unggul, dan PT Dwijati Sukses.

Dia memiliki PT Rifa Capital Holding Company dan 10 perusahaan lainnya, dan sebagian besar aktif di sektor transportasi dan properti.[16]

Dia adalah mantan ketua Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia.

Sebagai seorang pengusaha, pada suatu waktu, ia bertemu dengan Joko Widodo yang merupakan sesama pengusaha saat itu dan berteman dengannya.

Persahabatan yang mereka jalin sangat erat sampai-sampai Joko Widodo sendiri menganggapnya sebagai saudara.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...