Business is booming.

Manado Trending, Netizen Curiga Aparat Sengaja Aksi Palestina dan Israel Diadu

Terdapat tujuh terduga pelaku yang sudah ditangkap

Tagar Manado trending di media sosial X (Twitter) pada Senin (27/11/2023), menyusul netizen curiga aparat keamanan sengaja membiarkan massa aksi bela Palestina terlibat bentrok dengan salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut).

“Apakah ada kesengajaan dari aparat untuk memberikan izin???
Apakah sengaja di adu???” tulis pemilik akun Twitter @MprAldo, menanggapi tagar Manado trending hingga tercatat 23.400 ciutan yang mereka sampaikan.

Lalu pemilik akun Twitter @XIII_kamp menulis, “@DivHumas_Polri bubarkan itu kelompok manguni radikal. kalau tidak yakinlah ini akan menjadi penyulut yg lebih besar karena keteledoran kapolres yg mengizinkan benturan aksi masa dlm demo. dg surat ini sdh bisa jadi barang bukti niat manguni membuat huru hara.”

Sebelumnya pemilik akun Twitter @MprAldo menulis, “GENK MANGUNI (KRISTEN RADIKAL/ANTEK ZIONIS ISRAEL) GANGGU DAN SERANG AKSI DAMAI BELA PALESTINA DI MANADO SULUT Sabtu (25/11/2023)

Dessy Lentang

Aksi tadi berlangsung damai dan aman. Diakhiri dengan Sholat Ashar berjamaah, Sholat Ghaib, dan Do’a bersama untuk Palestina. Namun orang-orang buta sejarah yang membuat kekacauan.

Semua mata melihat, siapa yang Radikal, siapa yang intoleran, siapa yang biadab, siapa yang teroris! Ini yang katanya tanah adat Minahasa, Sitou timou tumpu tou “manusia hidup untuk memanusiakan manusia yang lain”. Memang nda ada bedanya dengan zionis. Kami siap Proses!

Tadi kami berada di dalam Ambulance BSM ini, di dalamnya ada bendera Palestina dan bendera Tauhid.

Karena suasana makin kacau, kami di pindahkan di Tronton Kontainer. Ambulance tadi dirusak, bendera Palestina dan bendera Tauhid di BAKAR! Ini jelas pelanggaran hukum.
La hawla wala kuwwata illa billah 🇵🇸👆🏻

Innalillah, bendera Palestina di bakar penuh hina. Dalam aksi kami, kami tidak menggunakan kata Yahudi, tidak menggunakan kata kasar, dan tidak membakar bendera apapun. Karena aksi ini adalah Aksi Damai, membela Palestina yang di jajah oleh Zionis Israel, kami membela semua umat agama yang terjajah disana, tidak hanya Muslim. Mereka yang koar-koar anti radikal, toleran, teroris, ternyata mereka membuktikan sendiri hari ini siapa yang demikian.

Innalillahi wa innailaihi raji’un, Om Anto anggota BSM tengah kritis dirumah sakit Angkatan Laut, setelah di perlakukan layaknya binatang oleh para Manguni Adat Makatana. Cukuplah Allah menjadi saksi atas apa yang tengah kami kerjakan 👆🏻🇵🇸

Semua bukti kami simpan, kami tidak akan mengibarkan bendera Putih layaknya mujahid Palestina ✊🏻🇵🇸

Mati Syahid, atau Hidup Mulia ✊🏻✊🏻✊”

Netizen pun heboh menanggapi tagar Manado yang trending tersebut. seperti pemilik akun Twitter @radithew_adith menulis, “sekarang sudah jelas ya, siapa yang menjadi buzzer pendukung zionis Israel di sosial media. akhirnya mereka menunjukkan batang hidungnya sendiri. Pasti ada yang mengkoordinir, ada otak di belakangnya.
Cari dan usut”

@AnasisFeri menulis, “Kapolda hingga kapolsek harus bertanggung jawab apa yg terjadi di Bitung..Dan Kalau Ini Tdk Ingin Berlanjut Menjadi Lebih Besar Maka PARA PIMPINAN MANGUNI ADAT MAKATANA MEMINTA MAAF KEPADA MASYARAKAT DUNIA KHUSUSNYA KEPADA RAKYAT PALESTINA..!!!”

@idsigmunfreud menulis, “TANDA BUKTI bahwa adanya KRISTEN RADIKAL Jadikan sebagai berita Nasional!”

@Danst41391 menulis, “Manguni (Laskar Kristen) nanti kalau sudah kejadian seperti kasus Ambon baru bilang kami teraniaya, minoritas di zolimi.”

@hii_indah menulis, “Okeee silahkan mereka dukung sirewel, tapi apa hak mereka menyerang orang” yang dukung p4lestin4 bahkan sampai membunuhnya. Mereka mau mengikuti para idf itu kah??? Astaghfirullah ya Allah, la hawla walakuwwata illa billah”

@cocotnyelekidh menulis, “Bubarin aja laskar intoleran begini. Hidup di negara demokrasi kok, arogan begitu. Laskar sampah.”

@1NDR480N4P4RT3 menulis, “proyek adu domba zionis mulai berjalan ..
waspada”

@Kangerzet menulis, “Urusannya sudah selesai dan damai bila muslimin yang jadi korban. Semoga aparat menangkap pelakunya.”

@Thnetworksumut menulis, “Laskar teroris wajib di basmi dari NKRI,bawa senjata tajam dihadapan aparat . Aparat diem aja lagi, hadeuhhhh”

@wintono14 menulis, “Hati-hati ada yang ingin membuat kegaduhan di NKRI, mengingat pemerintah Indonesia tidak pernah mengakui Israel sebagai negara, dan semestinya pula mereka malu untuk tinggal di NKRI.”

@nazibalfalah menulis, “Proses hukum ormas tsb, sdh jelas pelaku kekerasannya, jelas pelanggaran hukumnya, proses hukum semua pelaku kekerasan yg terlibat dalam ormas tersebut”

@_hambur_parab_ menulis, “Masa yg begini ga di proses hukum @DivHumas_Polri”

Kapolda Sulut sebut kondisi Kota Bitung aman dan terkendali

Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Setyo Budiyanto menyebutkan kondisi Kota Bitung saat ini aman dan terkendali, pascabentrok dua kelompok masyarakat pada Sabtu (25/11/2023).

“Kami sampaikan kepada seluruh masyarakat, khususnya yang ada di Kota Bitung dan umumnya masyarakat Sulut serta seluruh masyarakat Indonesia, sampai dengan malam ini situasi dan kondisi di wilayah Kota Bitung aman dan terkendali,” katanya saat memberikan keterangan pers di Markas Polres Bitung, Minggu (26/11/2023) malam.

Baca Juga:  Brigadir Ricky Rizal Atau RR Tersangka Baru Kasus Kematian Brigadir J

Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi Direskrimum Polda Sulut Kombes Pol Gani Siahaan, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Iis Kristian, Wali Kota Bitung Maurits Mantiri, Kapolres Bitung AKBP Tommy Souissa, dan Dandim Bitung Letkol Czi Hanif.

Ia mengaku telah melakukan banyak kegiatan sejak pagi sampai dengan malam ini, banyak melakukan pertemuan dengan para tokoh, masyarakat dan komunitas, terkait dengan penyelesaian masalah tersebut.

Pada Minggu (26/11/2023) malam terlihat aktivitas masyarakat di beberapa tempat berjalan seperti biasa.

Mereka melakukan banyak kegiatan, perekonomian berjalan sebagaimana semestinya, hal itu menunjukkan kegiatan warga dan situasi Kota Bitung aman terkendali.

“Namun demikian pelaksanaan penugasan, khususnya anggota dari Polres Bitung yang kemudian di-‘backup’ (dukung) dari Kodim Bitung serta melibatkan anggota Polda Sulut sampai dengan malam ini dan hari-hari selanjutnya tentu masih akan melaksanakan kegiatan penugasan pengamanan, dan utamanya kegiatan patroli, termasuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya statis di jalan atau di tempat-tempat yang diperlukan pengamanan, ini menjadi prioritas kami semua,” katanya.

Ia mengatakan bentrokan tersebut mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan dua luka-luka.

Terdapat tujuh terduga pelaku yang sudah ditangkap, pertama lima orang pelaku yang terkait dengan korban meninggal dan dua pelaku terkait korban yang mengalami luka-luka.

Dari tujuh pelaku itu, satu pelaku usianya masih di bawah umur.

Ia mengimbau mereka yang melakukan tindak pidana berupa penganiayaan atau kekerasan secara bersama-sama terhadap para korban, sebaiknya menyerahkan diri.

“Sebaiknya menyerahkan diri, secepatnya datang ke polres untuk menyampaikan dengan baik, dan akan ditangani secara baik, saya jamin haknya untuk kemudian diperlakukan secara baik oleh penyidik. Kalau tidak akan dilakukan upaya penangkapan, atau kalau misalnya melarikan diri pasti akan dilakukan upaya dan dimasukkan dalam daftar pencarian orang,” kata dia.

Baca Juga:  Menang Jumlah Pemain Lawan Freibug, Juventus Diambang Perempat Final Liga Europa

Ia juga menyatakan berterima kasih kepada seluruh masyarakat Bitung yang telah bersama-sama berpartisipasi dan mendukung pelaksanaan tugas, baik TNI, Polri, maupun Pemkot Bitung untuk menjaga situasi tetap kondusif.

“Tidak hanya masyarakat, termasuk juga para tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, dibuktikan pada kemarin malam sudah dilakukan pertemuan dan sudah ada komitmen, kesepakatan untuk tidak memperpanjang masalah ini, dan kemudian mempercayakan proses penyelesaiannya dilakukan secara prosedur hukum,” katanya.

Terkait dengan isu-isu yang bertebaran, ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi.

“Jangan mudah percaya dengan isu atau informasi yang sumbernya tidak bisa dipercaya, bahkan mungkin sumber-sumber dari akun-akun anonim, akun-akun yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujar dia.

Ia meminta seluruh masyarakat untuk tidak terpengaruh, tidak terprovokasi dengan akun-akun atau isu-isu yang berkembang itu.

“Kalau ada informasi sekecil apapun yang kira-kira berhubungan dengan situasi dan kondisi yang berkembang di wilayah Kota Bitung tolong diinformasikan ke polda, kapolres, dandim, wali kota atau kabid humas polda. Informasi itu segera kami olah, telaah untuk kemudian ditindaklanjuti dalam bentuk cara bertindak sesuai dengan kebutuhan,” katanya.

Kapolda Setyo juga menyampaikan terima kasih kepada media yang telah berpartisipasi untuk menyampaikan imbauan, terutama melalui berita-berita secara positif yang tidak tendensius dan tidak terpengaruh isu-isu yang beredar.

“Harapannya kalau rekan-rekan jurnalis menyampaikan secara proporsional mudah-mudahan permasalahan ini bisa segera selesai, Kota Bitung bisa cepat normal kembali sebagaimana biasa. Ingat kita punya falsafah ‘torang samua basudara’ (kita semua bersaudara),” katanya.

Dalam keterangan pers tersebut, juga menghadirkan sejumlah tersangka pelaku serta barang bukti yang diamankan.

(Sumber: Antaranews.com)

 

 

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...