Business is booming.

Menhan Trending, Netizen Khawatirkan Jet Mirage Jadi Besi Tua

pembelian alutsista dalam kondisi lama dan usang amat berbahaya

Tagar Menhan trending di media sosial X (Twitter) pada Rabu (10/1/2024), menyusul netizen soroti pembelian pesawat jet tempur (jet mirage) bekas asal Qatar yang dikhawatirkan jadi besi tua atau barang ronsokan karena sudah tak ada suku cadangnya.

Netizen pun gaduh menanggapi tagar Menhan yang trending hingga tercatat 38.500 ciutan yang mereka sampaikan. Sejumlah netizen juga curiga pembelian pesawat tersebut.

“Sekelas menhan juga harus tau klo itu pesawat sudah tdk produksi lg tapi kok tetep di beli. Berarti ada apa apanya nih 🤭,” tulis pemilik akun Twitter @bokulos_, menanggapi tagar Menhan yang trending.

Lalu pemilik akun Twitter @rudysound menulis, “Akhirnya bisa2 mangkrak dan jadi besi tua kl sdh gak ada suku cadangnya akibat beli pesawat bekas padahal dulu mau dihibahkan tapi ditolak sama Menhan sebelumnya kok gak mikir?”

@Sofian42143091 menulis, “Iya,sprti Hp Sony Ericson Yg sdh tdk diproduksi gi,jdi klw kita punya Hp Sony Ericsson lalu rusak maka Hp Sony Ericsson itu tdk akan bs diperbaiki gi dan sm jg dgn pesawat bks itu klw pesawat bks itu rusak maka akan sulit untk diperbaiki dan akan mnjdi pesawat rongsokan,he..he..”

@AtiKusumawati4 menulis, “Jangan kan sparepart pesawat tempur yg mahal, sparepart laptop keluaran lama yg sdh tdk di produksi lagi juga susah cari nya..”

@BangBen26616216 menulis, “Tukang kulak,jadi menteri pertahanan..ya begini jadinya..”

@Sutakun4 menulis, “Mnurut berita qatar dpt psawat itu pd tahun 1997 usianya skrng dah 26 tahun tp mnurut wowo usianya masih 15 tahun??? Wtf wowo”

@FollowingSeaz menulis, “barang bekas gak ada harga resmi nya, gampang di korupsi. ato memang itu yg dicari ???”

@kutilangdara007 menulis, “Peralatan perang bekas apakah berguna bertempur menghadapi musuh dari negara lain? Ataukah hanya berguna utk menghabisi separatis dari bangsa sendiri?”

@Dunianyasantai menulis, “Yang penting ada sukses fee kali ya buat brokernya 😀😀”

@fariedza menulis, “Mau gak mau ya kanibal dari pesawat lainnya. Risiko produk discontinue ya gitu. Kalo udah ga ada lagi yang bisa di kanibalin? Ya udah, dikiloin aja ke tukang besi rosok”

@Anevathee menulis, “Data ANGGARAN harusnya Terbuka. Data pertahanan yg menyangkut strategi, inteligen betul itu rahasia. Yg dipermasalahkan kan data mengenai anggaran ya. Seperti sdh byk beredar angka yg fantastis utk alusista. Dimana barangnya bekas lg.
Patut utk dipertanyakan. Dan kita berhak tau”

@yurisarinaa menulis, “Buat pertahanan negara kok terkesan main2 ya.. udah ntar biaya servicenya bakal mahal gara2 bekas, eh sparepartnya juga langka bikin biaya jadi dobel2.. dan parahnya usia pakainya tinggal bentar juga..”

@fbriant_an menulis, “Ibarat beli mobil bodong mau dipake kemana2 selalu was2, khawatir jaminan kemanan & keselamatan, khawatir suku cadang yg sudah tidak tersedia lagi. Semua Resiko itu dikesampingkan demi ambisi syahwat berkuasa.”

@sisiliaflorens menulis, “Feelingku kalau beli borong dpt diskon. Makanya biar bekas diangkut aja 🤣”

@baju_tduranak menulis, “Masih bisalah pake kabibalan dr pesawat lain, mekanik kita kan ahli-ahli. Begitu mungkin pikirnya….🤣🤣🤣”

@Geusan1 menulis, “Namanya barang bekas pakai dgn umur yg sudah uzur. Pasti sudah berkurang kualitasnya. Biaya perawatan akan bengkak dan tdk akan 100% seperti baru. Belum resiko kecelakaan, karena membentuk Pilot pesawat tempur itu sangat mahal dan berharga.”

@udhi77099 menulis, “udah bekas gak ada sparepart jelas merugikan negara nih pembelian pesawat bekasnya. jelas mangkrak nih klo rusak”

@riyu_hana menulis, “Dah mulai keliatan banget nih yaa gak becusnya kinerja menhan buat mengalokasikan anggaran dana dengan tepat”

TPN pertanyakan alasan Prabowo bersikeras beli alusista usang

Tim Pemenangan Nasional Ganjar-Mahfud mempertanyakan alasan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang bersikeras untuk membeli alutsista yang sudah usang untuk prajurit TNI, terutama tentang pesawat Mirage.

Baca Juga:  Jojo Beri Harapan Tim Thomas Cup Indonesia, Menang Gim Pertama

“Pertanyaan Mas Ganjar kepada kami sederhana saja, mengapa sesuatu yang 15 tahun lalu ditolak Menteri Pertahanan Juwono Sudarsoso dihibahkan Mirage itu tidak mau, sekarang malah beli dalam kondisi bekas yang jauh lebih tua?” kata Deputi Politik 5.0 TPN Ganjar-Mahfud Andi Widjajanto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (8/1/2024).

Menanggapi alutsista yang dibeli Prabowo selama menjabat sebagai Menhan, Andi membeberkan bahwa dalam berbagai data, pembelian alutsista dalam kondisi lama dan usang amat berbahaya karena kecelakaan alutsista masih terus terjadi sejak 1945 sampai sekarang.

Menurut dia, sebagian besar kecelakaan alutsista terjadi pada TNI Angkatan Udara (AU) yang mengendarai pesawat tempur. Seharusnya ketika membeli jet tempur Mirage, Menhan mencari pesawat dengan generasi IV setengah atau generasi V.

“Kalau pesawat IV setengah yang kita cari itu minimal F-16 Viper atau Block 72, kalau bisa langsung ke F-22 atau F-35 kalau pakai Lockheed Martin atau langsung meningkat ke Sukhoi 57-su kalau pakai misalnya Rusia, itu yang harus kita kejar. Begitu diangkat di pesawat di AU, begitu pesawat tempurnya itu ketinggalan satu generasi, nyaris mustahil untuk menang Dock 5, nyaris mustahil,” paparnya.

Pembelian alutsista yang usang, kata dia, juga tidak efektif karena pemerintah akan kesulitan melakukan daur hidup alat-alat perang tersebut. Misalnya, pesawat Mirage 2000-5 yang akan dibeli bekas Qatar.

Begitu mesin atau bagian-bagiannya tidak diproduksi lagi oleh produsen di Prancis, lanjut dia, sulit untuk melakukan pembaruan mesin karena barang yang sudah tidak diproduksi.

“Ini yang memproduksi sama dengan yang memproduksi Rafale, sama dengan yang memproduksi Falcon, pesawat bisnis jet VIP yang dibeli pada masa Pak Prabowo, Dassault. Dassault-nya sendiri sudah berhenti memproduksi Mirage. Tidak akan memproduksi yang baru, bahkan Rafale dia tidak akan memproduksi yang baru, naik ke generasi V,” katanya.

Baca Juga:  Sudah Dua Kali Interograsi, Belum Bisa Disimpulkan Penyebab Kematian Tangmo Nida

Sebelumnya, Calon Presiden RI Prabowo Subianto merasa tidak terima. Bahkan, dia mengklaim jika usia alutsista bekas yang dibeli oleh Pemerintah masih berusia muda.

Meski 50 persen dari alat-alat pertahanan yang dibeli merupakan alutsista bekas, menurut Prabowo, usia alat-alat tersebut relatif masih muda dan layak dipakai.

Sementara itu, Calon Presiden RI Ganjar Pranowo menanggapi bahwa dirinya bersama Mahfud Md. akan menerapkan kebijakan pembelian alutsista yang tanpa utang dan tidak usang.

“Jadi, mohon maaf kaitan dengan utang, no utang, no usang sehingga alutsista kita betul-betul kita lakukan transfer of technology dari dalam negeri,” kata Ganjar.

Ganjar menilai kebijakan pembelian alutsista dengan menggunakan utang justru bisa mematikan, terutama pada infrastruktur yang punya risiko tinggi.

Mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode tersebut juga mengatakan bahwa Pemerintah harus menghitung betul dan bijak untuk membeli alutsista.

Ia berpendapat bahwa sebuah negara pernah kolaps karena utang. Walaupun demikian, Ganjar mengatakan bahwa industri pertahanan dalam negeri perlu dikuatkan.

(Sumber: Antaranews.com)

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...