Business is booming.

Yaman Trending, AS dan Inggris Serang Houthi, Namun Rakyat Yaman Menyatakan Lakukan Perlawanan

Serangan AS dan Inggris dan ancaman Houthi di khawatirkan akan semakin mengobarkan ketegangan di kawasan Laut Merah

Yaman trending. Serangan Inggris dan AS memicu perlawanan yang digambarkan sebagai rakyat Yaman.

Mereka berdatangan ke Sana’a, ibu kota Yaman mengutuk serangan tersebut.

Rakyat Yaman mengirimkan pesan yang jelas kepada Amerika dan Inggris: Mereka tidak akan pernah tunduk.

Masih banyak lagi orang yang datang, sebagai respons Yaman terhadap AS dan Inggris.

Amerika Serikat dan Inggris melancarkan serangkaian serangan di Yaman terhadap pemberontak Houthi yang bersekutu dengan Iran.  Mereka menargetkan pelayaran internasional di Laut Merah.

Kelompok Houthi, yang mendukung kelompok Palestina Hamas, menyebut serangan AS dan Inggros itu “biadab”

Mereka memperingatkan  akan terus menargetkan kapal-kapal yang menuju Israel melalui Laut Merah.

Serangan AS dan Inggris dan ancaman Houthi di khawatirkan akan semakin mengobarkan ketegangan di kawasan.

Laut Merah atau Laut Teberau adalah sebuah teluk besar di sebelah barat Jazirah Arab yang memisahkan benua Asia dengan Afrika.

Jalur ke laut di selatan melewati Babul Mandib dan Teluk Aden sedangkan di utara terdapat Semenanjung Sinai, Teluk Suez dan Teluk Aqaba.

Laut ini di tempat yang terlebar berjarak 300 km dan panjangnya 1.900 km dengan titik terdalam 2.500 m. Laut Merah juga menjadi habitat bagi berbagai makhluk air dan koral.

Baca Juga:  Profil AKBP Suryadi, Akpol 2002, Promosi Dirreskrimum Polda Sulut

Terkini kapal perusak Inggris, HMS Diamond, dan kapal perang AS telah menembak jatuh lebih dari 20 drone dan rudal yang diluncurkan oleh Houthi di Laut Merah.

London mengatakan serangan tersebut sebagai “serangan terbesar” yang dilakukan oleh pemberontak yang didukung Iran itu.

Sebelumnya, serangan Houthi terjadi seminggu setelah 12 negara yang dipimpin oleh AS, tergabung dalam Operation Prosperity Guardian. Negara-negara itu berjanji membalas Houthi jika serangan terus dilakukan di Laut Meran.

Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan Houthi telah melancarkan serangan kompleks dengan menggunakan drone buatan Iran.

Houthi juga menembakkan rudal jelajah anti-kapal dan rudal balistik anti-kapal dari wilayah Yaman.

Houthi melancarkan serangan ke beberapa kapal dagang yang diduga memiliki kaitan dengan Israel yang melintasi Laut Merah.

Ini merupakan bentuk solidaritas terhadap warga Palestina dalam pertempuran antara milisi penguasa Gaza, Hamas, dengan Tel Aviv.

AS diketahui bergegas memberikan bantuan militer ke Israel pasca perang pecah pada 7 Oktober lalu.

Diketahui, serangan Israel ke Gaza hingga saat ini telah menewaskan sedikitnya 23.210 orang, menurut kementerian kesehatan di wilayah yang dikelola Hamas.

Houthi, secara resmi bernama Anshar Allah adalah gerakan Islam politik-bersenjata yang muncul dari Sa’dah di Yaman utara pada 1990-an.

Mereka adalah dari sekte Syiah Zaidiyah, meskipun gerakan ini kabarnya juga termasuk Sunni.

Baca Juga:  Tanggal 11 November Hari Jomblo Sedunia, Sejarahnya Ternyata Dimulai dari China

Di bawah kepemimpinan Husain Badruddin al-Hutsi, kelompok itu muncul sebagai oposisi Zaidi terhadap mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh, yang mereka tuduh korupsi keuangan besar-besaran dan dikritik karena didukung oleh Arab Saudi dan Amerika Serikat dengan mengorbankan rakyat Yaman dan kedaulatan Yaman.

Menolak perintah Saleh untuk penangkapannya, Husein terbunuh di Sa’dah pada tahun 2004 bersama dengan sejumlah pengawalnya oleh tentara Yaman, yang memicu Pemberontakan Houthi di Yaman.

Sejak itu, kecuali untuk periode intervensi singkat, gerakan ini dipimpin oleh saudaranya Abdul-Malik al-Hutsi.

Gerakan Houthi menarik pengikut Syiah Zaidi-nya di Yaman dengan mempromosikan isu-isu politik agama regional di medianya, termasuk konspirasi AS-Israel dan “kolusi” Arab.

Pada tahun 2003, slogan Houthi “Allah Mahabesar, kematian bagi AS, kematian bagi Israel, kutukan orang Yahudi, dan kemenangan bagi Islam”, menjadi slogan kelompok itu.

Petinggi Hutsi, bagaimanapun, telah menolak penafsiran harfiah dari slogan tersebut.

Sasaran-sasaran gerakan ini termasuk memerangi keterbelakangan ekonomi dan marginalisasi politik di Yaman sambil mencari otonomi yang lebih besar untuk wilayah mayoritas Houthi di negara itu.

Mereka juga mengklaim mendukung republik non-sektarian yang lebih demokratis di Yaman.

Kaum Houthi telah menjadikan pemberantasan korupsi sebagai inti dari program politik mereka.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...