Business is booming.

Airlangga Hartarto Trending, 4 Menteri Jokowi Diminta MK Jadi Saksi Kecurangan Pilpres 2024

Menteri2nya dulu.. baru nanti diakhir Raja nya yg diinterogasi..

Tagar Airlangga Hartarto trending di media sosial X (Twitter) pada Selasa (2/4/2024), menyusul majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) akan mendatangkan saksi Mensos, Menteri Keuangan, Menko Airlangga Hartarto, dan Menko Muhajir pada sidang sengketa Pilpres 2024, Jumat (5/4/2024) mendatang.

Netizen pun gaduh menanggapi tagar Airlangga Hartarto yang trending hingga tercatat 6.227 ciutan yang disampaikan netizen.

Seperti pemilik akun Twitter @dodojogja2 menulis, “Menteri2nya dulu.. baru nanti diakhir Raja nya yg diinterogasi.. semoga kejujuran dan amanah sumpah jabatan menakutkan mereka di bulan suci ramadhan ini.. yg berakhir dipanggilnya si Raja mukidi untuk dimintai pertanggung jawaban..”

Lalu pemilik akun Twitter @BobTeuku96933 menulis, “Alhamdulillah… Insya Allah para saksi yg akan hadir nantinya diberi kekuatan dan keberanian utk mengatakan yg sejujur²nya… Kebenaran akan menemukan jalannya sendiri, Bismillah…”

@AntonPr12594871 menulis, “Jumat jam berapa ya sidangnya? Kami bangga dengan Hakim MK yang sudah berusaha menegakkan ke adilan. Semoga kelak anak bangsa Indonesia mendapaykan ke adilan dan Mahkamah Konstitusi benar bisa menjadi benteng terakhir atas kejadian2 besar kenegaraan di Tanah air.”

@ethadisaputra menulis, “Halah, drama semua. Paling hasilnya kaya 2014 dan 2019 lagi.”

@AkhirZaman2023 menulis, “Alah takut ..takut terbongkar satu persatu apa takut ..ketahuan publik .. Toh rakyat dh tau ..tanpa HAkim MK memutuskan prabowo presiden Curang.”

@DenasIdn1 menulis, “Inshaa Alloh bu Risma & bu Sri Mulyani dibulan suci Ramadhan ini membuka tabir tabir gelap mengalirnya dana bansos kmna saja ..”

@kiladeug menulis, “Saya suka dengan gaya pak Suhartoyo memimpin sidang gugatan pilpres 2024, tidak ada beban, ringan, tak terpancing, berimbang.”

@HrrsAbdillah menulis, “ini big deal banget sih, karena tujuan utamanya hak angket sebenernya untuk menghadirkan orang2 ini untuk dimintai keterangan 👍”

@ahmadsusena menulis, “Kayaknya takut kecurangan nya terungkap secara jelas sejelas jelasnya ..”

@YurisnanAndri7 menulis, “Apa Bisa Jujur, Tegas dan Berani Bersikap, Untuk berkata Jujur dan Sebenar benarnya, Khusus Sri Mulyani dan Air Langga.”

@Ruslanm42 menulis, “Dulu ketika kampanye melibatkan menteri, giliran diusulkan JD saksi MK eh malah mau mangkir.”

@AlldyBintang menulis, “Hahaha…Kubu 02 Jiper..😃😃😃”

MK panggil empat menteri di sidang PHPU Pilpres pada Jumat

Mahkamah Konstitusi menjadwalkan pemanggilan empat menteri Kabinet Indonesia Maju untuk dihadirkan sebagai pihak yang perlu didengar keterangannya dalam sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2024, Jumat (5/4).

Baca Juga:  Tragedi di Indonesia, Bentrok Suporter Arema vs Persebaya Tewaskan 127 Orang, Diberitakan Media Asing

“Kepada para pihak, perlu disampaikan bahwa hari Jumat akan dicadangkan untuk pemanggilan pihak-pihak yang dipandang perlu oleh Mahkamah Konstitusi, berdasarkan hasil rapat Yang Mulia para hakim tadi pagi,” kata Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Suhartoyo di Gedung MK I RI, Jakarta, Senin (1/4/2024).

Berdasarkan hasil rapat permusyawaratan hakim, kata Suhartoyo, empat menteri yang dijadwalkan pemanggilannya itu adalah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Selain keempat menteri tersebut, MK juga menjadwalkan pemanggilan untuk Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu.

Suhartoyo menegaskan pemanggilan lima pihak yang dikategorikan penting untuk didengarkan keterangannya oleh MK ini bukan bentuk akomodasi permohonan dari kubu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md.

“Karena sebagaimana diskusi universalnya kan badan peradilan yang menyelenggarakan persidangan yang sifatnya interpartes itu kemudian nuansanya menjadi keberpihakan kalau mengakomodir pembuktian-pembuktian yang diminta oleh salah satu pihak,” kata Suhartoyo.

Dia menjelaskan permohonan kubu Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud sejatinya ditolak oleh MK, tetapi hakim konstitusi mengambil sikap tersendiri untuk memanggil para menteri dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu itu mengingat jabatan yang mereka emban.

“Hakim memilih pihak-pihak ini dipandang penting untuk didengar di persidangan yang nanti mudah-mudahan bisa didengar di hari Jumat tanggal 5 April 2024,” kata dia.

Nantinya, sambung Suhartoyo, hanya hakim konstitusi yang bisa mendalami keterangan kelima pihak tersebut.

“Karena ini keterangan yang diminta oleh mahkamah maka nanti pihak-pihak tidak kami sediakan waktu untuk mengajukan pertanyaan. Jadi, yang melakukan pendalaman hanya para hakim,” jelasnya.

Sebelumnya, Tim Hukum Timnas Anies-Muhaimin dalam sidang di MK, Jakarta, Kamis (28/3/2024), mengutarakan keinginan mereka untuk menghadirkan empat menteri Kabinet Indonesia Maju.

Baca Juga:  Kenakan Busana Putih dan Kaca Mata Hitam, Amanda Manopo Antar Ibunda ke Peristirahatan Terakhir di San Diego Hills

“Kami juga mohon izin. Kami juga sudah menyampaikan permohonan kepada majelis hakim untuk dapat membantu menghadirkan Menteri Keuangan, Menteri Sosial, Menteri Perdagangan, Menteri Koordinator Perekonomian guna didengar keterangannya dalam persidangan ini, Yang Mulia,” kata Ketua Tim Hukum Timnas AMIN Ari Yusuf Amir.

Kemudian, Deputi Tim Hukum Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Todung Mulya Lubis, menyatakan bahwa mereka mendukung usulan dari Timnas AMIM dan ingin mengajukan hal yang sama.

Sementara itu, pihak terkait yang diwakili oleh Wakil Ketua Tim Pembela Prabowo-Gibran, Otto Hasibuan, mengatakan permintaan tersebut perlu dipertimbangkan relevansinya terhadap perkara perselisihan hasil pemilu.

Atas usulan-usulan yang disampaikan tersebut, Ketua Majelis Hakim MK Suhartoyo pun mengatakan akan mencermati dan mempertimbangkannya dalam Rapat Permusyawaratan Hakim.

(Sumber: antaranews.com)

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...