Mudik 2024, Netizen Berharap Kasus Brexit 2016 Tak Terulang
akorlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan memprediksi malam ini. Sabtu 6 April 2024, menjadi puncak arus mudik lebaran di tol Trans Jawa.
Kakorlantas memprediksi puncak arus mudik pada Sabtu-Minggu (6-7/4/2024) mala ini.
Netizen berharap arus mudik 2024 berjalan lancar.
Mereka lalu mengingat kejadian arus mudik tahun 2016 yang dikenal zaman Brexit.
Berxit yang dimaksud bukan British Exit di Inggris melainkan Brebes Exit.
Saat itu gerbang keluar tol Brebes cuma beroperasi satu makanya bikin macet kemana-mana.
Banyak pemudik harus menginap di jalan, termasuk jalan tol karena lalu lintas tak bergerak.
Belasan orang meninggal dunia karena tragedit Brebes exit tahun 2016.
masih ada yg ingat kah tentang kejadian ini? 🥺 💙 pic.twitter.com/K8SGy870hy
— Convomf (@convomf) April 7, 2024
Seperti diketahui Kakorlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan memprediksi malam ini
Sabtu 6 April 2024, menjadi puncak arus mudik lebaran di tol Trans Jawa.
“Untuk di tol sendiri ya kalau kita lihat angka hari ini memang hari ini baru 44.000 ya sampai dengan Sift 1 itu jam 02.00 WIB prediksi hari ini ada yang ke arah timur itu ada 171.000, kemungkinan malam ini itu akan terealisasi sebagai puncak arus mudik yang ke arah arah Jawa, kemungkinan nanti masuk kepada angka 178.000,” ujar Irjen Pol Aan Suhanan.
Irjen Pol Aan juga mengungkapkan pihaknya terus memantau pergerakan arus mudik-balik baik di jalur tol, arteri, penyebrangan dan destinasi wisata.
“Kita masih terus memantau arus lalu lintas di jalan tol di Arteri di wisata kemudian termasuk di penyeberangan Merak Ketapang Gilimanuk maupun Bakauheni,” terangnya.
Berdasarkan pantauan udara, jalur arteri dari arah barat telah mengalami peningkatan volume kendaraan yang di dominasi oleh roda dua, namun dari arah timur arus lalu lintas terpantau lancar dampak dari diberlakukannya penerapan one way.
“Ini masih bisa kita kelola arus yang dari Timur ya artinya tidak ada sumbatan-sumbatan sampai jam 03.00. secara keseluruhan untuk hari kedua operasi bisa berjalan lancar,” jelas Kakorlantas.
Meskipun demikian, Irjen Pol Aan menuturkan terdapat beberapa catatan di Penyebrangan Merak dimana telah terjadi antrean karena kendala kapasitas yang tidak memadai di pelabuhan tersebut.
“Kita melaksanakan delaying sistem atau penundaan perjalanan mulai dari KM 13 kemarin kita kemudian di Gerbang Tol Cikupa dari 13 gerbang kita persempit menjadi 10 gerbang yang dioperasionalkan,” katanya.
Hingga saat ini untuk penererapan ganjil genap masih diberlakukan sesuai dengan SKB pada pemberlakuan rekayasa lalu lintas di kilometer nol Jakarta-Cikampek sampai dengan KM 414.
Terkait rest area Kakorlantas berharap para pemudik untuk saling memahami dan bertoleransi saat menggunakannya, sehingga pemudik bisa bergantian saat beristirahat.
“Memang luar biasa enggak ada ya tapi masih kita bisa kelola untuk rest area ini saya harapkan toleransi dari para pemudik ya untuk saling memahami, sehingga penggunaan rest area ini bisa bergantian, tidak memaksakan untuk masuk ke rest area silakan keluar di exit tol terdekat di situ banyak ke restoran setelah istirahat bisa masuk lagi,” pungkasnya.