Indramayu Trending, Terkait Bermunculannya Para Penyapu Koin
Tradisi menyapu koin berasal dari kisah mitos sungai yang di berada di bawah Jembatan Sewo.
Indramayu trending terkait arus mudik lebaran 2024.
Khususnya terkait penyapu koin yang bermunculan di jembatan Sewoharjo, perbatasan Kabupaten Indramayu dan Subang, Jabar.
Akun @humaspoldajbr menyatakan aksu warga penyapu koin itu telah ditertibkan.
Kapolsek Pusakanagara Kompol Dr. R. Jusdijachlan, S.H, M.M, CHRA didampingi Panit Lantas Nurudin bersama anggota Pos Pam Sewoharjo Polsek Pusakanagara tertibkan aksi warga penyapu uang coin.
Para penyapu koin itu beraksi di jalur pantura jembatan Sewo atau Sewoharjo perbatasan antara Kabupaten Subang-Indramayu.
Bermunculannya warga penyapu koin di jalur mudik selalu terjadi setiap tahun.
Mereka beroperasi tidak hanya siang hari, tapi sampai malam hari.
Dari cikampek rame lancar pas nyampe sini macetnya minta ampunn. pic.twitter.com/mfSSSkj3Ss
— Kevin jr (@draxlerj5) April 6, 2024
Belakangan diduga karena memang sudah tradisi.
Tradisi menyapu koin berasal dari kisah mitos sungai yang di berada di bawah Jembatan Sewo.
Kisahnya ada kakak beradik yang bernama Saedah dan Saeni.
Kedua bersaudara ini konon orang yang sangat miskin.
Mereka berdua bertahan hidup dengan menjadi pengemis hingga meninggal dunia di sekitar Jembatan Sewo.
Versi lainnya Saedah dan Saeni dahulunya aktif dalam pementasan seni tari ronggeng.
Masyarakat mempercayai arwah dari kakak beradik itu berada di bawah Jembatan Sewo.
Mereka mendatangi jembatan tersebut untuk mendapatkan berkah.
Kisah mistis Jembatan Sewo bertambah kental, setelah peristiwa kecelakaan maut yang menimpa sebuah bus transmigran asal Boyolali.
Peristiwa naas ini terjadi pada 11 Maret 1974 di Jembatan Sewo.
Rombongan transmigran tersebut hendak menuju Sumatra Selatan (Sumsel).
Namun, salah satu bus yang membawa rombongan tersebut tergelincir, kemudian masuk ke sungai dan terbakar di kali Sewo Desa Sukra Kabupaten Indramayu.
Kala itu sebanyak 67 orang yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak tewas akibat kejadian tersebut.
Di antara rombongan yang mengalami musibah hanya tiga anak-anak saja yang selamat.
Semua korban yang tewas dimakamkan di dekat pemakaman umum yang terletak di dekat lokasi kejadian.
Semenjak kejadian itu, banyak para pengendara yang melempar koin ketika melewati jembatan