Business is booming.

Kapolda Sumbar Bantah Polisi Penyebab Kematian Afif Maulana

Netizen meragukan pernyataan Kapolda Sumbar. Mencari pelaku penyebaran kasus Afif dibanding melakukan penyelidikan menjadi salah satu  sebabnya.

Polda Sumbar trending.  Hal ini terkait kasus kematian seorang anak laki-laki bernama Afif Maulana (AM/13 tahun).

Mayatnya ditemukan di Jembatan Kuranji, Padang Sumatera Barat.

Narasi yang berkembang AM meninggal karena mengalami siksaan dari anggota polisi.

Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono menggelar jumpa pers terkait kasus penemuan mayat Afif Maulana.

Alumni Akpol 1992 itu membantah narasi bahwa AM adalah korban kekerasan oleh polisi.

“Kami sudah mengucapkan bela sungkawa terhadap keluarga almarhum,”kata Kapolda seperti dikutip  dari instagram @humaspoldasumbar.

Kapolda menyebut bahwa personel polri saat itu sedang melakukan penanganan kasis tawuran remaja pada 9 Juni 2024 pukul 02.00 WIB hingga pukul 03.00 dini hari.

Ia menyebut narasi AM disiksa polisi adalah merupakan upaya memojokkan polisi.
Apalagi dalam pemeriksaan 18 pelaku tawuran tak ada nama AM.

Saat itu polisi bergerak cepat dengan mengerahkan sekitar 30 personel untuk mengurai massa agar tak terjadi tawuran.

Irjen Pol Suharyono lantas menunjukkan senjata yang dipergunakan untuk melakukan tawuran berupa dan sebanyak delapan orang pelaku tawuran telah diamankan.

Tentang Afif Maulana yang ditemukan di bawah jembatan, kapolda membantah keras karena disiksa polisi.

Karena itu ia bertemu dengan netizen yang memviralkan kasus kematian Afif Mulyana karena disiksa polisi.

Dari keterangan Aditya yang memboncengkan Afif, kapolda menyebut bahwa korban ingin terjun ke sungai.

Namun keterangan  Kapolda Sumbar cenderung tak lagi dipercaya netizen.

Mencari pelaku penyebaran kasus Afif dibanding melakukan penyelidikan menjadi salah satu  sebabnya.

Berikut cuitan netizen atas jumpa pers Kapolda Sumbar.

“Tombol yang udh gapercaya sama polisi.”

“Hari gini masih percaya polisi?.”

“SELAMAT ATAS PENGHARGAAN PEMBUNUHNYA YA.”

“Saya repost video almarhum, berarti saya ikutan dicari sama kalian?”

Seperti diketahui, Kematian Afif diberitakan berawal dari saat personel Sabhara Polda Sumbar mengejar pelaku tawuran. 

Afif kemudian diamankan polisi ke Polsek Kuranji. 

Menurut LBH Padang, saksi melihat polisi mengerubungi Afif sambil membawa rotan. 

Afif kemudian ditemukan meninggal pada tengah malam dengan luka lebam di pinggang, punggung, siku hingga pergelangan tangan. 

Bahkan, keluarga mengungkapkan kalau AM meninggal dengan 6 buah tulang rusuk yang patah dan robek di bagian paru-paru.

Baca Juga:  Petisi Batalkan Permenaker No 2 Tahun 2022 Lampui 200.000 Tanda Tangan
Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...