Business is booming.

SPPG Polri Trending, Simak Pujian Anggota DPR Irma Suryani dan Rocky Gerung

Menurut Rocky, keberhasilan program pemerintah Ini dimulai dari kebersihan dapur dan distribusi yang higienis.

SPPG Polri trending. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau program Makan Bergizi Gatis (MBG) yang dikelola Polri.

Hingga kini ada 600 SPPG Polri dan memperoleh pujian karena kualitas pengelolaannya bagus.

Di Tengah adanya siswa keracunan setelah menyantap MBG, siswa keracunan akibat SPPG Polri belum ada.

Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago menyebut bahwa lebih dari 600 SPPG Polri telah terbukti tidak ada yang bermasalah sejak program ini berjalan.

Menurutnya tata kelola ini dapat menjadi acuan bagi lembaga lain dalam menjaga kualitas makanan bergizi gratis.

“Saya punya informasi kalau Polri itu punya 600 SPPG loh, mohon maaf mungkin saya salah, tapi saya dapat informasi itu. Tapi saya juga dapat informasi bahwa dapur yang di bawah Polri itu, itu nggak ada yang berkasus karena dapurnya sesuai dengan standar,” tutur anggota Komisi IX DPR RI, Rabu (1/10/2025) seperi Divisi Humas Polri.

Akademisi Rocky Gerung didampingi Kapolda Riau Kapolda Irjen Pol Herry Heryawan berkesempatan mengunjungi SPPG di Riau. Ia pun memujinya karena melahirkan generasi cerdas dimulai dari dapur.

Menurut Rocky, keberhasilan program pemerintah Ini dimulai dari kebersihan dapur dan distribusi yang higienis.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan hal itu dalam rapat kerja Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2025).

Baca Juga:  Sekjen PWI Pusat Raja Pane Serahkan 10.000 Bibit Pohon ke Ancol

Ia menegaskan bahwa sistem pengawasan makanan melalui rapid test akan segera diwajibkan di seluruh SPPG, menyusul instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Salah satu sudut SPPG Polri. Polwat ikut memasak makanan untuk siswa. (@DivHumas_Polri)

“Presiden sudah memerintahkan agar setiap SPPG memiliki alat rapid test. Fungsinya untuk memastikan makanan yang sudah dimasak aman sebelum disalurkan ke masyarakat,” ungkap Dadan.

Menurutnya, langkah pengawasan ini tidak lepas dari evaluasi atas insiden keracunan ratusan siswa akibat menu MBG di Banggai, Sulawesi Tengah. Berdasarkan investigasi, kasus itu bukan bersumber dari dapur penyelenggara, melainkan dari pihak pemasok bahan makanan.

“Kejadian di Banggai menunjukkan bahwa pemasok atau supplier memiliki peran krusial. Karena itu seleksi dan pengawasan terhadap supplier harus diperketat,” jelas Dadan.

Ia menambahkan, SPPG yang dibangun Polri telah menerapkan standar pengawasan ekstra ketat. Salah satunya adalah penggunaan rapid test terhadap makanan yang sudah diolah, sehingga risiko keracunan bisa ditekan seminimal mungkin.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...