Business is booming.

Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 5 November, Ini Sejarah dan Temanya

Dari Sabang hingga Merauke, terdapat lebih dari 30.000 jenis tumbuhan, 1.700 jenis burung, dan lebih dari 500 jenis mamalia.

Setiap tanggal 5 November diperingati sebagai  Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN).

“Pulihkan Keanekaragaman Hayati, Lestarikan Kehidupan Bumi” layak menjadi Tema Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2025.

HCPSN diperingati untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian puspa/flora dan satwa/fauna di Indonesia.

Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional diperingati berdasarkan Keppres No.4 tahun 1993 yang ditandatangani oleh Presiden Soeharto.

Menutur tunashijau.id, Indonesia dikenal sebagai negara megabiodiversitas, yaitu salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia.

Dari Sabang hingga Merauke, terdapat lebih dari 30.000 jenis tumbuhan, 1.700 jenis burung, dan lebih dari 500 jenis mamalia.

Namun sayangnya, sebagian besar kekayaan ini kini berada dalam ancaman akibat deforestasi, perburuan liar, perdagangan satwa ilegal, dan perubahan iklim.

Peringatan HCPSN 2025 menjadi ajakan bagi generasi muda Indonesia untuk beraksi nyata.

Sekolah, kelompok pramuka, komunitas pecinta alam, dan keluarga bisa ikut menanam pohon endemik, merawat taman sekolah, atau mengadopsi pola hidup ramah lingkungan.

Langkah sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, tidak membeli hewan peliharaan langka, dan menjaga habitat alami dapat memberi dampak besar bagi keberlangsungan keanekaragaman hayati.

Pemerintah bersama lembaga konservasi dan masyarakat sipil terus memperkuat upaya konservasi in-situ dan ex-situ.

Konservasi in-situ dilakukan dengan melindungi spesies di habitat aslinya melalui taman nasional, cagar alam, dan suaka margasatwa.

Baca Juga:  Daftar 92 Pati TNI AL yang Alami Mutasi dan Promosi

Sedangkan konservasi ex-situ dilakukan melalui kebun raya, taman safari, atau pusat penangkaran untuk menjaga keberlanjutan spesies langka.

Kedua pendekatan ini penting agar generasi mendatang masih bisa menikmati keindahan puspa dan satwa Indonesia.

Selain upaya konservasi, pendidikan dan kesadaran lingkungan menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian alam.

Edukasi sejak dini tentang pentingnya flora dan fauna dapat menumbuhkan empati serta rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.

Sekolah dapat mengintegrasikan tema HCPSN dalam kegiatan belajar, misalnya melalui lomba menggambar satwa endemik, observasi tumbuhan lokal, atau kampanye sosial media bertema cinta alam.

Sementara itu KPU melalui webna mengajak masyarakat Indonesia untuk menumbuhkan kepedulian terhadap keanekaragaman hayati.

Di Tanah Papua, peringatan ini menjadi momentum penting untuk menjaga flora dan fauna endemik yang menjadi kebanggaan dan kekayaan alam Nusantara.

Peringatan HCPSN bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga tumbuhan (puspa) dan hewan (satwa) sebagai penopang kehidupan.

Alam Papua dengan segala keunikan dan kekayaannya menjadi simbol nyata keindahan dan keberagaman hayati Indonesia.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...