Puncak Acara Harkannas Digelar Bersamaan Car Free Day 23 November 2025
Hari Ikan Nasional disebut "Pangeran Biru" tidak secara resmi. Namun warna biru dalam logo Harkannas melambangkan jati diri maritim Indonesia
Pangeran Biru trending. Tapi ini bukan tentang Persib yang memang dikenal julukannya sebagai Pangeran Biru tapi tentang Hari Ikan Nasional (Harkannas) yang jatuh 21 November 2025.
Hari Ikan Nasional dirayakan setiap tahun sejak ditetapkannya Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 3 Tahun 2014.
Meski hari peringatan 21 November 2025, Puncak acara Harkannas akan dilangsungkan di Anjungan Sarinah Jakarta pada Minggu 23 November 2025, di tengah acara car free day dan dibuka untuk umum.
Hari Ikan Nasional disebut “Pangeran Biru” tidak secara resmi.
Namun warna biru dalam logo Harkannas melambangkan jati diri maritim Indonesia dan kelestarian sumber daya laut.
Peringatan Harkannas tahun 2025 ini mengusung tema Protein Ikan untuk Generasi Emas 2045, yang relevan dengan upaya nasional mempercepat pembangunan sumber daya manusia unggul.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak masyarakat menjadikan ikan sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus investasi bagi generasi emas.
Dalam rangka menyambut peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas) ke-12 Tahun 2025, Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP menyiapkan sejumlah kegiatan dengan mengusung tema “Protein Ikan untuk Generasi Emas 2045”.
Plt Dirjen PDSPKP, Machmud mengungkapkan tema tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Serta Asta Cita kedua yang menekankan sistem pertahanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau dan ekonomi biru.
Rencana Peringatan Harkannas
Guna memeriahkan peringatan Harkannas tahun ini, Ditjen PDSPKP menyiapkan sejumlah kegiatan, mulai dari bimbingan teknis (Bimtek) penanganan dan pengolahan ikan bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlangsung pada 8 Oktober, 22 Oktober, dan 8 November 2025.
Kemudian Webinar Road to Harkannas pada 29 Oktober, 6 dan 13 November 2025, lomba masak serba ikan tingkat nasional seleksi awal yang berlangsung secara daring pada 13-31 Oktober 2025, lomba video masak ikan untuk masyarakat pada 27 Oktober-15 November 2025.
Lalu bazar produk kelautan dan perikanan spesial Harkannas pada 5-6 November 2025 serta Bincang Bahari Spesial Harkannas Tahun 2025 pada 19 November 2025.
Tak hanya itu, KKP juga menggelar Investment and Business Matching dengan topik “Accelerate National Economic Growth Through Downstreaming of Fisheries” di Ballroom Gedung Mina Bahari (GMB) 3 KKP pada 20 November 2025.
Rencananya, peringatan Harkannas 2025 akan dibuka pada 21 November 2025 di GMB 3 KKP secara hybrid, yang dirangkaian dengan Grand Final Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Nasional yang diikuti oleh 9 peserta provinsi dan Final Lomba Storytelling.
Puncak acara Harkannas akan dilangsungkan di Anjungan Sarinah Jakarta pada 23 November 2025, di tengah penyelenggaraan car free day dan dibuka untuk umum.
“Kami menyadari, car free day adalah ruang publik dan tempat yang tepat untuk merayakan Harkannas dengan masyarakat. Jadi sampai jumpa di sana,” tutupnya.
Sebagai informasi, peringatan Harkannas 2025 tahun ini turut didukung Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan berbagai mitra, seperti Shopee, Royco, Heinz ABC, Regal Springs Indonesia, WWF Indonesia, Delta Food, PT. Bank Mandiri, PT BNI, PT. Komira, PT. Perindo, PT. Sekar Bumi, serta para mitra lainnya.
Kolaborasi ini diwujudkan dalam beragam kegiatan seperti live shopping, demo masak, bazar kuliner ikan, kampanye gemarikan, pembagian ikan gratis, ragam promosi, serta edukasi mengenai perikanan berkelanjutan.
Secara serentak, berbagai daerah di seluruh Indonesia juga turut memeriahkan Harkannas melalui beragam kegiatan yang digagas oleh pemerintah daerah maupun swasta.
Inisiatif ini menunjukkan bahwa semangat Harkannas tidak hanya tumbuh di tingkat pusat, tetapi mengalir hingga ke daerah sebagai gerakan bersama dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan unggul.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan bahwa salah satu upaya meningkatkan konsumsi ikan adalah melalui program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Dengan harapan, pemenuhan gizi masyarakat terpenuhi, sekaligus membantu kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan.