Profil Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, Akmil 1970, Meninggal Usia 78 Tahun
Ia menjadi duta besar Indonesia untuk negara Filipina dari Januari 2022 hingga akhir hayatnya pada Februari 2026.
Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Filipina,merangkap Republik Kepulauan Marshall dan Republik Palau itu meninggal dunia dalam usia 78 tahun.
Agus yang merupakan alumni Akmil 1970, meninggal di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Minggu (8/2/2026).
Kabar duka antara lain dibagikan Duta Besar Indonesia untuk Kazakhstan merangkap Tajikistan, Fadjroel Rachman.
Turut berdukacita kepada keluarga, semoga disabarkanNYA. Insya Allah almarhum diterima amal dan ibadahnya. Aamiin YRA
Telah berpulang ke rahmatullah pada Minggu, 8 Februari 2026, jam 20.15, di RSPAD Gatot Subroto, suami/Papa/Bapak kami:
Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Filipina, merangkap Republik Kepulauan Marshall dan Republik Palau
Keluarga:
Ranny Agus Widjojo
Putri Andhini S. & Julianto Priawan
Puri A.I. Leatari & Roy Herjanto
Radinka Anjana
Aleira Renjani
Niko Satria N
Kelbes alm. Sutoyo Siswomihardjo
Kelbes alm. Herlina Hinayati Isnaeni
Profil Agus Widjojo
Agus Widjojo 8 Juni 1947 – 09 Februari 2026 (78 tahun)adalah purnawirawan tentara berkebangsaan Indonesia.
Ia menjadi duta besar Indonesia untuk negara Filipina dari Januari 2022 hingga akhir hayatnya pada Februari 2026.
Ia pernah menjabat sebagai Gubernur Lemhannas sejak 15 April 2016 hingga 12 Januari 2022.
Agus Widjojo merupakan mantan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat mewakili Fraksi TNI/Polri periode 2001–2003 menggantikan Hari Sabarno yang diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri dalam Kabinet Gotong Royong.
Agus merupakan lulusan dari AKABRI tahun 1970.
Ia seangkatan dengan dua mantan KSAD, Subagyo Hadi Siswoyo dan Tyasno Sudarto. Agus adalah putra dari salah satu Pahlawan Revolusi yakni, Mayjen TNI (Anumerta) Sutoyo Siswomiharjo yang gugur pada peristiwa G30S.
Selama pengangkatannya sebagai Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI (SESKO TNI), sebuah wadah pemikir TNI, dia bertanggung jawab untuk restrukturisasi doktrin politik dan keamanan TNI.
Agus Widjojo telah memainkan peran yang penting dalam pembaruan militer.
Pada tahun 1998, ia bahkan pernah berpendapat bahwa militer seharusnya keluar dari politik.
Pada tahun 1998, Letjen Agus Widjojo dan Letjen Susilo Bambang Yudhoyono adalah jenderal bintang tiga semasa Wiranto waktu itu Panglima TNI, diminta menyiapkan konsep reformasi TNI.
Konsep tersebut dinamakan “Paradigma Baru TNI”. Saat menjadi Wakil Ketua MPR pun, Beliau-lah yang memimpin Fraksi TNI/Polri untuk mundur dari parlemen dan fraksi tersebut dilikuidasi, yang di mana fakta sejarah yaitu MPR 1999-2004 ialah periode terakhir TNI/Polri berada di parlemen.
Riwayat Jabatan
Perwira Pertama Pussenif
Wadan Yonif Linud 328/Dirgahayu
Komandan Yonif Linud 328/Dirgahayu (1985–1986)
Kepala Staf Brigif Linud 17/Kujang I
Komandan Brigif Linud 17/Kujang I (1990–1992)
Asisten Operasi Kasdam III/Siliwangi
Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) Jaya
Wakil Asisten Perencanaan Umum Panglima ABRI
Asisten Perencanaan dan Anggaran Kasad
Komandan Sesko ABRI (1998–1999)
Ketua Fraksi ABRI (1999–2001)
Wakil Ketua MPR RI (1999–2003)
Anggota Komisi Kebenaran dan Persahabatan Indonesia-Timor Leste (2005–2008)
Deputi I Unit Kerja Presiden Pengelolaan Program dan Reformasi (UKP3R) (2006–2009)
Gubernur Lemhannas (2016–2022)
Duta Besar RI untuk Filipina (2022-2026)