Profil Cinema XXI, Bagikan Dividen Rp980 Miliar dan Strategi Pengembangan
Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 6 April 2026, mereka  telah menyetujui pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025.
Dividen trending di Google. Kata yang berarti pembagian keuntungan atau laba itu dilakukan PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) atau Cinema XXI.
Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 6 April 2026, mereka  telah menyetujui pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025.
Ada pun total dividen yang akan dibagikan sebesar Rp980 miliar.
Dividen Interim Rp5 per saham (telah dibagikan pada 28 November 2025).
Dividen Final (Sisa): Rp7 per saham dijadwalkan akan dibayarkan pada 28 April 2026.
Sepanjang 2025, Cinema XXI mencatatkan pendapatan sebesar Rp5,9 triliun, meningkat 2,6% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp5,7 triliun.
Cinema XXI memiliki beberapa rencana strategis ke depan untuk menjaga pertumbuhan bisnisnya:
Pertama melanjutkan target pertumbuhan jumlah layar sekitar 10% per tahun hingga 2027.
Fokus selanjutnya adalah menjangkau wilayah tier 2 dan 3 yang ketersediaan gedung bioskopnya masih terbatas.
Membangun bioskop pertama di Flores (Labuan Bajo) bekerja sama dengan Vasanta Group yang ditargetkan beroperasi tahun 2026.
Melanjutkan kemitraan dengan IMAX Corporation untuk menambah 10 sistem IMAX with Laser baru secara bertahap hingga tahun 2027.
Mengoptimalkan strategi bundling antara tiket dan makanan melalui aplikasi m.tix.
Melalui pembagian saham bonus pada 28 April 2026, perusahaan berupaya memenuhi aturan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait porsi saham publik minimal 15% guna meningkatkan likuiditas perdagangan saham
Profil Cinema XXI
PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk, beroperasi sebagai Cineplex 21 Group, adalah sebuah perusahaan pengelola jaringan bioskop asal Indonesia.
Perusahaan ini dikenal sebagai pelopor jaringan multipleks di Indonesia.
Cineplex 21 Group memulai kiprahnya di industri hiburan sejak tanggal 21 Agustus 1987.
Perusahaan ini didirikan oleh Sudwikatmono yang bekerja sama dengan Benny Suherman dan Harris Lesmana.
Bioskop Cineplex 21 umumnya terletak di pusat perbelanjaan, pasar raya, dan toko serba ada, tetapi ada pula beberapa lokasi yang berdiri sendiri.
Mereka menayangkan film-film Hollywood dan Indonesia sebagai menu utama. Penayangan didukung oleh teknologi tata suara Dolby Digital, THX, dan Dolby Atmos. Cineplex 21 Group resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 2 Agustus 2023.
Mulai tahun 2000-an Cineplex 21 Group menjadi Cinema XXI sebagai bagian dari strategi peremajaan dan peningkatan kelas pelayanan.
Hingga tahun 2026, Cinema XXI memiliki 266 bioskop dengan total 1.376 layar di 84 kota dan kabupaten yang tersebar di seluruh Indonesia, menjadikannya sebagai jaringan bioskop terbesar di negara tersebut.
Mereka adalah satu dari “Tiga Besar” jaringan bioskop Indonesia, bersama dengan CGV Cinemas Indonesia dan Cinépolis Indonesia.
Susunan Direksi (Berdasarkan RUPST 6 April 2026)
Direktur Utama: Suryo Suherman
Direktur: Arif Suherman
Direktur: Tri Rudy Anitio
Direktur: Dody Suhartono
Susunan Dewan Komisaris
Komisaris Utama (Independen): Ongki Wanadjati Dana
Komisaris: Melia Suherman
Komisaris: Harris Lasmana
Komisaris: Sacheen Harris Lasmana
Komisaris Independen: Ariani Vidya Sofjan
Komisaris Independen: Edwin Surya Winarta