Profil Bimo Wijayanto, Dirjen Pajak, Jadi Sorotan Usai Dicopotnya Purbaya
Bimo mengungkapkan adanya "nama-nama ajaib" di dalam daftar mutasi tersebut yang melompati proses seleksi resmi.
Bimo Wijayanto, S.E., Ak., M.B.A., Ph.D. adalah Direktur Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) saat ini.
Pria kelahiran Bajawa, Flores, Nusa Tenggara Timur pada 5 Juli 1977 ini resmi dilantik oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada 23 Mei 2025 menggantikan posisi Suryo Utomo.
Masalahnya nama Bimo Wijayanto menjadi sorotan karena dirinya dinilai menjadi salah satu penyebab dicopotnya Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan.
Ketegangan paling terbuka terjadi akibat keputusan Purbaya merotasi sekitar 350 pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Bea Cukai pada 10 September 2026.
Pejabat-pejabat tersebut terindikasi masuk tanpa mengikuti rangkaian pengujian formal seperti assessment dan talent management yang seharusnya dilalui pegawai lain.
Bimo menilai masuknya pejabat tanpa prosedur resmi ini memicu kegaduhan internal serta mengirimkan sinyal yang tidak baik bagi para pegawai lain yang sudah bersusah payah mengikuti aturan kompetensi.
Bimo Wijayanto bersama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama mengajukan usulan pembatalan atas rotasi tersebut kepada Menteri Keuangan yang baru, Suahasil Nazara.Temuan “Nama Ajaib”:
Sebelum memimpin Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Bimo memiliki rekam jejak panjang sebagai birokrat dan akademisi di berbagai lembaga strategis pemerintahan.
Pria kelahiran Bajawa, Flores, Nusa Tenggara Timur pada 5 Juli 1977 (49 tahun) ini resmi dilantik oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada 23 Mei 2025 menggantikan posisi Suryo Utomo.
Bimo kelahiran Bajawa, Flores, Nusa Tenggara Timur pada 5 Juli 1977.
Sebelum memimpin Direktorat Jenderal Pajak (DJP), ia memiliki rekam jejak panjang sebagai birokrat dan akademisi di berbagai lembaga strategis pemerintahan.
Ia pernah mendapat penghargaan bergengsi dari Pemerintah Australia (Australia Awards) yang hanya diberikan kepada dua mahasiswa Indonesia terpilih setiap tahunnya karena dinilai menunjukkan prestasi akademik luar biasa dan potensi kepemimpinan eksopsional di bidang kebijakan publik.
Saat meraih gelar Ph.D di University of Canberra, ia sukses mengembangkan tesis bertajuk “Indonesian Personal Income Tax Microsimulation: Tax Base…” yang menjadi kontribusi ilmiah berharga untuk pemodelan basis pajak penghasilan di Indonesia.
Sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Keuangan, ia mencatatkan pengabdian yang dinilai bersih dan berprestasi tinggi
Yakni meraih peringkat kedua terbaik dalam Pendidikan Kepemimpinan Nasional (Diklatpimnas) Tingkat I Angkatan 56 yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN).
Lalu tanda kehormatan bintang penghargaan dari Presiden Republik Indonesia atas pengabdian, kesetiaan, dan dedikasi tanpa cacat sebagai abdi negara selama dua dekade.
Sejak dilantik memimpin DJP pada Mei 2025, ia mengawal berbagai agenda transformasi besar
Riwayat Pendidikan
SMA Taruna Nusantara, Magelang – Lulus pada tahun 1995 (Angkatan ke-3).
S1 Akuntansi – Universitas Gadjah Mada (UGM) – Meraih gelar Sarjana Ekonomi bidang Akuntansi pada tahun 2000.
Master of Business Administration (M.B.A.) – University of Queensland, Australia – Menyelesaikan studi pascasarjana di bidang Akuntansi dan Keuangan pada tahun 2004/2005.
Doctor of Philosophy (Ph.D.) in Economics – University of Canberra, Australia – Menyelesaikan program doktoral di National Centre for Social and Economic Modelling (NATSEM) pada tahun 2014/2015.
Riwayat Jabatan
Pegawai Direktorat Jenderal Pajak (2002–2015)
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden / KSP (2016–2020)
Asisten Deputi Investasi Strategis Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (2020–2024)
Sekretaris Deputi Bidang Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (2024–2025)
Direktur Jenderal Pajak (Mei 2025–sekarang)