Profil Nusron Wahid, Menteri yang Terancam Dijemput Paksa KPK
Nusron Wahid menjadi sorotan setelah dua kali mangkir dari panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Berkembang isu di media sosial, Nusron Wahid, dijemput paksa KPK di Bandara Soekarno-Hatta.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid dipastikan belum ditangkap KPK.
Status hukumnya saat ini masih diperiksa sebagai saksi. Ia baru terancam akan dijemput paksa.
Kabar penangkapan ini mencuat seiring dengan perkembangan kasus dugaan korupsi pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor yang menyeret kementeriannya.
Nusron Wahid menjadi sorotan setelah dua kali mangkir dari panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Panggilan Pertama (7 Oktober 2026): Nusron tidak hadir dengan alasan adanya agenda dinas yang berbenturan.
Panggilan Kedua (15 Oktober 2026): Nusron kembali absen karena sedang melakukan perjalanan dinas ke Malaysia.
Karena ketidakhadirannya tersebut, Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) dan sejumlah aktivis mendesak KPK untuk menerbitkan surat perintah membawa atau melakukan penjemputan paksa.
Saat ini, tim penyidik KPK tengah menganalisis surat penundaan yang diajukan Nusron untuk menilai kewajaran alasannya sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.
Kasus ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 14 September 2026 di wilayah Jabodetabek.
Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp106 miliar dan menetapkan 8 orang sebagai tersangka.
Empat dari delapan tersangka tersebut diduga merupakan orang kepercayaan Nusron Wahid, yaitu Arif Sugiyanto (ARF), Fahd El Fouz (FEZ), Erwin (ERW), dan Muhammad Fakhry (MF).
KPK bahkan telah menyita satu unit mobil Toyota Land Cruiser milik Arif Sugiyanto yang diduga digunakan sebagai sarana untuk mengumpulkan uang suap.
Profil Nusron Wahid
Nusron Wahid, S.S., M.Si. adalah politikus senior Partai Golkar.
Saat ini ia menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Sebelum menduduki kursi menteri, Nusron dikenal sebagai aktivis kepemudaan, organisasi Islam (Nahdlatul Ulama), dan legislator yang telah memenangkan pemilu legislatif sebanyak lima kali berturut-turut.
Nusron Lahir di Kudus, Jawa Tengah, 12 Oktober 1973 (53 tahun)
Riwayat Pendidikan
S1 Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia (UI)
S2 Magister Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor (IPB)
Riwayat Organisasi
Ketua Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Suara Mahasiswa Universitas Indonesia 1996–1997
Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) 2000–2003.
Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), sayap pemuda Nahdlatul Ulama 2011–2016
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2022–2024
Riwayat Karier
Wartawan Harian Umum Bisnis Indonesia
Staf Ahli Sekretariat Jenderal MPR RI
Anggota DPR RI (Periode Pertama) melalui Partai Golkar dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah II 2004–2009
Anggota DPR RI (Periode Kedua) 2009–2014
Anggota DPR RI (Periode Ketiga) 2014
Kepala BNP2TKI 2014–2019
Anggota DPR RI (Periode Keempat) 2019–2024
Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala BPN 2024–Sekarang