Business is booming.

Matthijs de Light Kartu Merah, Timnas Belanda Kalah, Tak Enak Rasanya

Matthijs de Light Sempat Jadi Pahlawan Babak Pertama, Pecundang Babak Kedua

Bek timnas Belanda Matthijs de Light mengaku tidak enak, karena apa yang dilakukannya membuat tim Oranje tersingkir dari babak 16 besar.

“Tentu saja, rasanya tidak enak. Kami kalah dalam pertandingan karena apa yang saya lakukan. Kalau dipikir-pikir, saya seharusnya tidak membiarkan bola memantul,” ungkap de Light usai petandingan.

Lebih lanjut De Ligt mengatakan bahwa babak pertama timnya mengendalikan permainan.

“Kami memiliki beberapa peluang, terutama di babak pertama. Saya juga tidak merasa mereka menciptakan banyak peluang. Tapi kartu merah jelas membuat perbedaan.”

Matthijs de Light pun sempat trending. Ia menjadi pahlawan di babak pertama, namun pecundang di babak kedua.

Gara-garanya karena ia memperoleh kartu merah dari wasit sehingga timnas Belanda bermain dengan 10 orang.

Timnas Belanda pun tersingkir dengan kekalahan 0-2 melalui gol Tomas Holes menit 68 dan Patrik Schick menit 80.

Ada pun kartu merah diberikan wasit karena pemain Juventus itu sengaja menahan bola dengan tangannya saat pertandingan babak kedua baru berjalan 10 menit atau menit 55.

Saat itu de Light tengah mempertahankan bola dari usaha striker Republik Ceska, Patrik Schick, yang berusaha merebutnya.

Ia tampak terjatuh dan tangannya menyentuh bola seolah menghentikanya.

Matthijs de Light
Momen saat tangan De Liggt menyentuh bola dan membuatnya kena kartu merah (twitter)

 

Wasit Sergei Karasev dari Rusia awalnya hanya memberi kartu kuning.

Namun wasit VAR Stuart Attweel kemudian memanggilnya, setelah melihat tayangan ulang melalui monitor ia pun memberikan kartu merah.

De Light pun menjadi pemain keempat Belanda yang memperoleh kartu merah di Piala Eropa setelah Johan Neeskens ( Euro 1976), Wim van Hanegem (1976), John Heitinga (2004) dan Matthijs de Ligt (2020).

Baca Juga:  Jadwal Euro 2020 Malam Ini, Diawali Laga Swiss vs Spanyol

Dan semuanya melawan Republik Ceko, kini Republik Ceska

Profil Matthijs de Ligt

Matthijs de Ligt lahir 12 Agustus 1999. Ia mantan pemain Ajax yang kini membela Juventus.

De Ligt bergabung dengan akademi muda Ajax ketika dia berusia 9 tahun dari klub lokalnya di Abcoude, di luar Amsterdam.

Pada awalnya para pelatih di akademi muda berpikir dia terlalu lambat dan tidak fit, tapi dia diberi kesempatan untuk berkembang di akademi dan terus membuktikan kualitasnya.

De Ligt melakukan debut untuk tim senior Ajax dalam pertandingan piala melawan Willem II.

Dia mencetak gol dari sepak pojok setelah 25 menit, menjadikannya pencetak gol termuda kedua di belakang Clarence Seedorf.

Pada 24 Mei, ia menjadi pemain termuda (17 tahun dan 285 hari) yang bermain di final besar Eropa saat ia bermain melawan Manchester United di Final Liga Eropa UEFA 2017.

Pada 17 Desember 2018, De Ligt memenangkan penghargaan Golden Boy, menjadi bek pertama yang memenangkan penghargaan tersebut.

Musim berikutnya, ia membantu Ajax meraih gelar ganda domestik dan mencapai semi-final Liga Champions

Penampilannya membuatnya pindah ke klub Serie A Juventus, dan melihatnya memenangkan Trofi Kopa pada tahun 2019.

Dia memenangkan gelar Serie A selama musim pertamanya bersama tim Turin.

Pada tahun 2017, De Ligt melakukan debut untuk Belanda pada usia 17 tahun, menjadikannya pemain termuda yang memulai untuk tim nasional sejak 1931.

Baca juga: Pastikan Pasokan Oksigen Aman, Anies Turunkan Pasukan untuk Antar dari Distributor ke Rumah Sakit

Dia tampil untuk tim di UEFA Euro 2020.

Pada 25 Maret 2017, De Ligt melakukan debut untuk tim nasional Belanda dalam kekalahan tandang 2-0 dari Bulgaria dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2018.

Baca Juga:  Harry Kane Percaya Diri Bisa Kalahkan Timnas Italia

Pelatih tim nasional, Danny Blind, memanggil De Ligt untuk tim nasional meskipun hanya memulai dua pertandingan liga untuk Ajax.

Selama Liga Bangsa-Bangsa UEFA, De Ligt memulai dan bermain 90 menit di keempat pertandingan grup melawan Jerman dan Prancis saat Belanda memenangkan grup dan lolos ke Final Liga Bangsa-Bangsa perdana.

De Ligt dianggap oleh para pakar sebagai salah satu prospek muda paling dihormati di dunia sepak bola, seperti yang ditunjukkan oleh kemenangannya dalam penghargaan Golden Boy 2018.

Baca juga: Antonio Claudio Asisten Pelatih Bali United Tidak Masalah Jadwal Laga Kompetisi Liga 1 Berubah

Setelah bermain sebagai gelandang serang di masa mudanya, De Ligt adalah bek tengah atau kanan yang berbakat secara fisik dan teknis,

Gaya bermainnya sering dibandingkan dengan bek Barcelona Gerard Piqué.

Ia juga disamakan dengan Jan Vertonghen, karena “lonjakan ke depan yang serupa, kecenderungan untuk menciptakan pemain tambahan di lini tengah, dan ketenangan di lini tengah.

Susunan pemain Belanda vs Republik Ceko

Belanda (3-5-2): 1-Maarten Stekelenburg; 6-Stefan de Vrij, 3-Matthijs de Ligt, 17-Daley Blind; 22-Denzel Dumfries, 15-Marten de Roon, 8-Georginio Wijnaldum, 21-Frenkie de Jong, 12-Patrick van Aanholt; 10-Memphis Depay, 18-Donyell Malen.

Pelatih: Frank de Boer

Rep Ceska (4-2-3-1): 1-Tomas Vaclik; 5-Vladimir Coufal, 3-Ondrej Celustka, 6-Tomas Kalas, 2-Pavel Kaderabek; 9-Tomas Holes, 15-Tomas Soucek; 12-Lukas Masopust, 7-Antonin Barak, 13-Petr Sevcik; 10-Patrik Schick.

Pelatih: Jaroslav Silhavy

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...