Business is booming.

Mundur Sebagai Komisasris BRI, Ini Sosok Rektor UI Ari Kuncoro

Ia membuat pendidikan yang berbasis kolaborasi, pintar saja tak cukup

Meski akhirnya diizinkan rangkap jabatan, Prof Ari Kuncoro SE, MA, PhD akhirnya memilih tetap menjadi rekor UI.

Ia memilih mundur sebagai wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen BRI

Ari memilih profesi rektor UI periode 2019-2024 atau masih tiga tahun lagi akan diembannya.

Belum diketahui alasan Ari, ada pun kabar pengunduran diri diketahui lewat laporan informasi yang disampaikan BRI ke Bank Indonesia via laman Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia.

Dalam laporan itu disampaikan pengunduran diri Ari Kuncoro dari jabatannya sebagai Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen Perseroan.

Kementerian BUMN RI telah menerima surat pengunduran diri Ari Kuncoro sebagai Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen BRI dan menginformasikannya secara resmi kepada Perseroan.

Sehubungan itu, Perseroan menerbitkan keterbukaan informasi pada tanggal 22 Juli 2021.

Adapun proses berikutnya, Perseroan akan menindaklanjuti sesuai ketentuan dan prosedur.

Perseroan berkomitmen untuk terus menerapkan praktik tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) dari seluruh lapisan, baik top level management dalam hal ini Dewan Komisaris dan Direksi, hingga jajaran pekerja di seluruh Unit Kerja Perseroan.

Komitmen tersebut dijalankan pada setiap kegiatan usaha Perseroan, yang merupakan perwujudan dari visi dan misi Perseroan, corporate values dan strategi kebijakan dalam keberlanjutan Perseroan.

Sosok Prof Ari Kuncoro PhD

Seperti dikutip dari situs resmi UI, Prof Ari merupakan Guru Besar dalam bidang Ilmu Ekonomi di FEB UI dengan google h-index 14 dan menduduki peringkat pertama di Indonesia untuk sitasi karya ilmiah berdasarkan RePEC.

Baca Juga:  Tommy Sumardi Mau Dibunuh Irjen Pol Napoleon Bonaparte, Benarkah?

Sebelum menjadi hingga seperti ini, Prof. Ari memulai kariernya di LPEM FEB UI sebagai asisten peneliti.

Sepak terjangnya dalam akademisi terus berlanjut hingga dia menjadi Wakil Dekan FEB UI sampai menjadi Dekan FEB UI seperti saat ini.

Selain itu, beliau juga memiliki kegiatan lain dalam karier akademisnya seperti membangun kerja sama penelitian dengan Brown University, NBER (National Bureau of Economic Research), NSF (National Science Fondation) di Amerika Serikat.

Beberapa penelitiannya juga sudah dipublikasikan dalam jurnal yang memiliki reputasi internasional.

Hingga saat ini beliau juga aktif dengan kegiatan di luar FEB UI seperti menjadi anggota East Asian Economist Association dan menjadi professor tamu di Brown University dan Australian National University.

Dalam pemilihan rektor UI periode 2019-2014 ini, Prof. Ari membawa visi “Menuju Universitas Indonesia yang inovatif, mandiri, unggul, inklusif, dan bermartabat”.

Dalam menunjang visinya tersebut, Prof. Ari mengatakan memiliki beberapa program yang salah satunya berfokus kepada team work.

Menurut beliau terjadinya rupiah yang melemah, ekspor yang menurun, disebabkan SDM Indonesia yang tidak guyub secara internasional.

Prof. Ari memiliki program yang ditujukan untuk mahasiswa, yaitu membuat pendidikan yang berbasis kolaborasi.

“Selama ini yang dihasilkan adalah individualis, dengan IPK tinggi, lalu kalo jadi team work payah,” ucap beliau.

Beliau menjelaskan jika team work itu sangat penting karena kita tidak akan bisa pintar sendirian.

Untuk itu akan direncanakan program paper kelompok, proyek kelompok, dan lain sebagainya.

“Dan itulah program yang akan dicoba supaya SDM Universitas Indonesia dapat berperan untuk menjaga bangsa dan negara kita.”

“Mungkin saat ini masih banyak CEO yang berasal dari Universitas Indonesia, tetapi kita tidak tahu lima tahun kedepan,” tutupnya.

Baca Juga:  Tanpa Messi, Barcelona Dibantai Bayern Munich 3-0, Kalah Kelas?

Baca juga: Begini Caranya Mendapatkan Diskon Listrik yang Diberikan Pemerintah Hingga Desember 2021

Jejak Karier Ari Kuncoro

Prof Ari Kuncoro lahir di Jakarta, 28 Januari 1962 (umur 59 tahun).

Ia adalah Rektor Universitas Indonesia periode 2019-2024.

Ia dilantik berdasarkan Surat Keputusan Nomor 020/SK/MWA-UI/2019 tentang Pemberhentian Rektor UI Periode tahun 2014 – 2019 dan Pengangkatan Rektor UI Periode tahun 2019 – 2024.

Ia terpilih melalui Pemilihan Rektor UI oleh Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (MWA UI) pada 25 September 2019.

Ia juga merupakan Komisaris Utama Bank Negara Indonesia dimana ia diangkat pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa BNI pada 2 November 2017.

Setelah itu, ia diangkat menjadi Wakil Komisaris Utama Bank Rakyat Indonesia berdasarkan Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BRI pada 18 Februari 2020.

Ari menjadi Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (2013–2017), (2017–2019)

Komisaris Utama Bank Negara Indonesia (2017–2020)

Rektor Universitas Indonesia (2019–Sekarang)

Wakil Komisaris Utama Bank Rakyat Indonesia (2020–Sekarang)

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...