Business is booming.

Panitia Pecat Direktur Pertunjukan Pembukaan Olimpiade karena Lelucon Holocaust

Kobayashi Membuat Sketsa Tahun 1990-am

SELAIN ancaman pandemi, Olimpiade Tokyo 2020 juga dibayangi sejumlah permasalahan.

Pada hari Kamis (22/7/2021) atau sehari sebelum pembukaan, Direktur Pertunjukan Upacara Pembukaan Olimpiade, Kentaro Kobayashi.

Hal itu terjadi setelah muncul rekaman lelucon tentang Holocaust dari Kentaro Kobayashi yang sebenarnya direkam tahun 1990-an.

Kepala Olimpiade Jepang, Seiko Hashimoto, mengatakan video itu mengejek fakta sejarah yang menyakitkan.

Holocaust yang juga dikenal sebagai Shoah merupakan pemusnahan warga keturunan Yahudi di Erupa selama periode Perang Dunia II, antara tahun 1941 dan 1945 yang dilakukan oleh Nazi.

 

Cincin Olimpiade
Cincin Olimpiade — Foto Antara

 

Pemecatan Kentaro merupakan masalah terbaru dalam serangkaian persoalan yang melanda Olimpiade 2020 yang sudah tertunda satu tahun.

Bahkan sampai dengan menjelang pembukaan, panitia tidak mengesampingkan opsi penundaan atau bahkan pembalatan Olimpiade 2020 karena masalah Covid-19 yang meningkat di Tokyo.

Sebelum pemecatan Kentaro, seorang komposer musik keluar dari tim setelah diketahui dia telah menggertak teman sekelas penyandang disabilitas di sekolah.

Pada bulan Maret, kepala kreatif Olimpiade Hiroshi Sasaki berhenti setelah menyarankan meledek komedian Naomi Watanabe.

Hiroshi Sasaki kemudian meminta maaf tetapi tetap pada keputusannya untuk mundur dari tim.

Pada bulan Februari, Yoshiro Mori terpaksa mundur sebagai ketua panitia penyelenggara setelah membuat pernyataan tentang perempuan yang dikritik sebagai tidak pantas.

Dalam sebuah pernyataan terbuka, Mori mengatakan bahwa wanita berbicara terlalu banyak sehingga bertemu dengan banyak direktur dewan wanita akan membutuhkan banyak waktu.

Kini, perhatian publik Jepang tertuju pada Kentaro Kobayashi yang mendapatkan kritik setelah rekaman berupat sketsa yang dibuat 23 tahun lalu terkait dengan Holocaust.

Baca Juga:  Sosok Rachmawati Soekarnoputri, Meninggal Dunia karena Covid-19

Dalam sketsa itu, Kobayashi menoleh ke rekannya, mengacu pada beberapa boneka kertas, dengan salah satu frasa ayo main Holocaust.

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga menggambarkan komentar itu sebagai sikap yang keterlaluan dan tidak dapat diterima.

Kobayashi kemudian juga mengeluarkan pernyataan menanggapi pemecatannya.

“Hiburan seharusnya tidak membuat orang merasa tidak nyaman. Saya mengerti bahwa pilihan kata-kata bodoh saya saat itu salah. Saya menyesalinya,” katanya seperti dikutip BBC dari AFP.

Upacara hari Jumat, 23 Juli 2021 berjalan sesuai rencana sebagai pembuka hajatan olahragat terbesar di muka bumi ini selama dua pekan ke depan.

Setelah pemecatan Kobayashi, penyelenggara fokus pada detail upacara pembukaan yang akan ditonton oleh maksimal 950 orang di Stadion Nasional Tokyo, untuk meminimalkan risiko Covid-19.

Serangkaian skandal itu tidak banyak membantu menghentikan kegelisahan besar-besaran tentang Olimpiade 2020.

Ketua Komite Olimpiade Tokyo 2020 mengakui pekan ini bahwa dia tidak mengesampingkan pembatalan, bahkan pada tahap akhir ini.

Sementara Kantor Berita Reuters melaporkan bahwa sebuah jajak pendapat baru-baru ini menemukan sekitar 55% orang di Jepang menentang penyelenggaraan Olimpiade, di tengah kekhawatiran itu bisa menjadi acara penyebar super virus corona,.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...