Business is booming.

PPKM Puncaki Trending Topic Pagi Ini Usai Diperpanjang Lagi

Netizen: nyicil mah mobil, nyicil ppkm hadehhh..

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diperpanjang untuk ke sekian kali.

Kali ini diperpanjang terhitung sejak 10 hingga 16 Agustus 2021 untuk wilayah Jawa dan Bali.

PPKM pun memuncaki trending pagi ini namun tanggapan netizen cenderung kocak.

Berikut tanggapan netizen terkait PPKM

@Hilmi28: Apakah kalau PPKM diperpanjang terus bisa sampai PP KM 50 ? Ah, sepertinya nggak sih. Kan KM 50nya sdh ga ada

@shlknsa: nyicil mah mobil, nyicil ppkm hadehhh..

@GunturHSinaga1: Mungkin hujan bisa ditunda, tapi PPKM tidak.

@pawanghuangrj: aku suka ppkm tanpa pp

@ayank_ollin148: Mencoba berdamai dengan PPKM . Dan btw, katanya di perpanjang lagi sampai 23 Agustus yah guys ?

@Dennysiregar7: Gua sih ga masalah PPKM di perpanjang. Toh ada relaksasi juga. Misalnya, mall di 4 kota besar akan mulai dibuka dgn kapasitas 25 persen dan prokes. Itu sdh melonggarkan nafas banyak org.. Cuman, ya itu pak @jokowi .. PCR masih mahalllll…..

@dsuperboy: Aku curiga ini stok ppkm sebenarnya sampai 2024, cuma dicicil aja ngeluarinnya.

@daraprayoga_: PPKM aslinya setahun, cuma dicicil seminggu-seminggu

@AzrinoGusta: Ppkm dicicil kayak kreditan shopee pay later

@radenrauf: PPKM diperpanjang, anak twitter pada sambat, anak tiktok pada pamer saldo. Ya namanya juga idup, nanti juga semua akan indah pada waktunya. Tapi kapaaaann???

@mhdarief2208: Ppkm ini lama-lama ngalahin level pedes geprek bensu

@rclnatasyaa: Selesai PPKM tau-taunya udah 2022 WKWKWK

PPKM Diperpanjang Lagi

Seperti diketahui, Pemerintah memutuskan untuk melanjutkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, 3, dan 2 dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Kebijakan itu diperpanjang terhitung sejak 10 hingga 16 Agustus 2021 untuk wilayah Jawa dan Bali.

Baca Juga:  Urus KTP Gunakan Sertifikat Vaksin Covid-19 Kabar Hoaks

Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pada Senin (9/8/2021).

“Atas arahan Presiden Republik Indonesia maka PPKM Level 4 hingga, 3 dan 2 di Jawa Bali akan diperpanjang hingga 16 Agustus 2021,” kata Luhut.

Indonesia telah menerapkan PPKN Level 4 sejak 21 Juli 2021.

Awalnya, PPKM Level 4 diterapkan selama 21-25 Juli.

Kebijakan ini kemudian diperpanjang pada 26 Juli-2 Agustus, dan kembali dilanjutkan dengan PPKM Level 4 hingga Level 2 pada 2-9 Agustus 2021.

Selama periode 2-9 Agustus, ada 94 kabupaten/kota di Jawa-Bali yang menerapkan PPKM Level 4. Sisanya menerapkan PPKM Level 2-3.

Kemudian, di 25 kabupaten/kota di luar Jawa-Bali diterapkan kebijakan PPKM Level 4. Sisanya diterapkan PPKM Level 1-3.

Adapun PPKM Level 4 merupakan perpanjangan dari PPKM Darurat yang berlaku 3-20 Juli 2021 lalu

PPKM Darurat ini merupakan imbas saat Indonesia mengalami lonjakan tinggi kasus Covid-19.

Saat itu, ledakan kasus tidak diiringi dengan perbaikan fasilitas kesehatan atau rumah sakit, akibatnya angka kematian akibat Covid-19 juga tinggi.

Salah satu faktor yang membuat kasus Covid-19 melonjak adalah semakin meluasnya penularan varian baru virus corona, terutama varian Delta.

Hingga saat ini penularan Covid-19 di Indonesia masih terbilang tinggi.

Hingga 9 Agustus 2021, Indonesia mencatat 3.686.769 kasus Covid-19, terhitung sejak awal pandemi.
Jumlah ini setelah terdapat penambahan 20.709 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Sejak 3 Juli 2021, saat mulai diberlakukan PPKM Darurat, hingga saat tercatat ada penambahan 1.429.889 kasus Covid-19.

Angka kematian juga terlihat tinggi sejak ditetapkannya PPKM Darurat hingga sekarang.

Bahkan, dalam 25 hari terakhir jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dalam sehari bertambah lebih dari 1.000 orang.

Baca Juga:  Mas Joko Widodo Trending, Nangis Usai Bertemu Presiden Jokowi

Jika dihitung sejak dimulainya PPKM Darurat hingga sekarang, angka kematian akibat Covid-19 mencapai 48.544.

Hal ini memperlihatkan bahwa pengetatan PPKM belum efektif dalam menekan angka kematian Covid-19.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...