Business is booming.

Live Cerita Bela Negara Agnez Mo yang Tak Menggurui di Youtube

Selain membawa diri sendiri di pentas itu Agnez selalu identik dengan Indonesia.

Bela negara Agnez benar-benar tak menggurui.

Sukses Agnez di pentas internasional adalah bela negara itu sendiri.

Selain membawa diri sendiri di pentas itu Agnez selalu identik dengan Indonesia.

Promosi Bela Negara Agnez Mo gencar dilancarkan via media sosial.

Acara yang tayang via youtube dan zoom itu sukses menjadi trending atas nama Agnez Mo, Indra Bekti dan Jam 2 dimana waktu diselenggarakan.

“Agnez mo juga Bela Negara. Masak kalian tidak!!, BelaNegara itu tidak harus jadi militer kok.” Tulis salah satu akun di twitter.

“AgnesMo tidak diragukan lagi, ia menjadi sosok yang memberikan Inspirasi bagi generasi muda. Pengen tau jiwa Nasionalisme AgnesMo sebagai bentuk Bela Negara?”

Live Streaming Ngopi Daring Bela Negara Agnez Mo bisa disaksikan di Sini: Live Streaming Agnez Mo Bela Negara

Indra Bekti menemani host Bela Negara Teuky Zacky, muncul pertama.

Tak lama kemudian Agnez Mo muncul. Maka kedua pria tersebut langsung berpusat kepada Agnez Mo.

Teuku Zacky, Agnez Mo, dan Indra Bekti saat siaran langsung via youtube bertema Bela Negara Agnez Mo. Sukses Agnes di pentas Internasional adalah sukses Agnes bela negara. Ia tak perlu menggurui dengan konsep bela negara seperti apa. (youtube)

Saat berita ini diturunkan Agnez Mo tengat bercerita tentang kariernya.

Ia menyebut berasal dari orangtua yang keduanya atlet.

Namun ia menjadi penyanyi karena sejak kecil suka bernyanyi dan menirukan host di televisi.

Akhirnya Mama Agnez menanyakan cita-cita Agnes menjadi penyanyi.

Bela Negara tanpa Menggurui

Agnez mengaku bukan berada dari orangtua berkecukupan.

Karena itu ia harus kerja keras untuk mencapai sukses dan mimpinya.

Selain kerja keras Agnes membiasakan berdoa selama menjalani kariernya.

Lalu apa tantangan paling menantang Agnez?

Agnez mengaku tantangan berat adalah usaha menggapai mimpi.

Tentu tak mudah mencapainya, namun Agnez tak pernah patah arang.

Ia bahkan selalu terpicu dengan pihak-pihak ang meremehkan mimpinya.

Terutama mimpi Agnez tampil di panggung internasional.

Saat itu Agnez mengaku banyak yang meremehkan karena berasal dari Indonesia.

Dapat perlakuan itu membuat Agnez Mo makin tertantang.

Ia terus bekerja keras selain berdoa.

Ternyata yang menantukan bukan omongan orang.

Namun usaha dan keyakinan sendiri selain pertolongan Allah.

“Yang menentukan kita sendiri dan izin Tuhan, bukan orang lain,” ucap Agnez.

Agnez juga menyebut bahwa hasil tak mengkhianati proses.

Baca Juga:  Ade Yasin Perketat Puncak Karena Alasan Aglomerasi

Ia mengaku diremehkan di red carpet, bermimpi menuju red carpet dan sukses di red carpet.


Profil Agnez Mo

Agnes Monica Muljoto lahir 1 Juli 1986.

Agnez Mo, panggilan populernya adalah salah satu diva Indonesia, seorang penyanyi dan artis berkebangsaan Indonesia.

Ia memulai kariernya di industri hiburan pada usia enam tahun sebagai seorang penyanyi cilik.

Agnez telah merilis tiga album anak-anak yang berhasil mengantarkan namanya ke deretan penyanyi cilik populer di era 1990-an.

Selain bernyanyi, ia juga menjadi presenter di beberapa acara televisi anak-anak.

Saat menginjak usia remaja, Agnez mulai terjun ke dunia seni peran.

Penampilannya di sinetron Pernikahan Dini (2001) berhasil melambungkan namanya.

Agnez kemudian membintangi sederet sinetron yang menjadikannya artis remaja dengan bayaran termahal saat itu.

Pada tahun 2003, Agnez merilis album dewasa pertamanya yang berjudul And the Story Goes, yang kembali melejitkan namanya di industri musik Indonesia.

Kesuksesannya di tanah air mendorong Agnez memasang target untuk bisa berkarier di kancah internasional.

Pada album keduanya yang dirilis pada tahun 2005, Whaddup A’..?!, ia menggandeng penyanyi asal Amerika Serikat Keith Martin untuk berkolaborasi.

Agnez juga terlibat dalam syuting dua serial drama Asia, The Hospital dan Romance In the White House di Taiwan.

Agnez berhasil meraih penghargaan dua tahun berturut-turut atas penampilannya di ajang Asia Song Festival di Seoul, Korea Selatan, pada tahun 2008 dan 2009.

Pada album ketiganya, Sacredly Agnezious (2009), ia mulai terlibat sebagai produser dan penulis lagu.

Pada tahun 2010, ia diangkat sebagai salah satu juri pada ajang pencarian bakat Indonesian Idol.

Ia juga menjadi salah satu pemandu acara pada karpet merah pegelaran American Music Awards 2010 di Los Angeles, Amerika Serikat.

Seiring dengan melesatnya Agnez ke puncak popularitas, penampilan dan gaya berbusananya menjadi tren di kalangan anak muda.

Selain sukses secara komersial, Agnez merupakan penyanyi dengan jumlah penghargaan paling banyak di Indonesia.

Hingga saat ini, ia telah memenangkan 194 trofi dari -+327 nominasi yang diperolehnya. Beberapa di antaranya yaitu 18 Anugerah Musik Indonesia, 8 Panasonic Awards, 5 Nickelodeon Indonesia Kids’ Choice Awards, 4 MTV Indonesia Awards, 3 Asia Song Festival, 2 Festival Film Bandung, 2 Mnet Asian Music Awards, 1 Shorty Awards, dan 1 MTV Iggy.

Baca Juga:  SBY-AHY Like Father Like Son, Jejak Karier Keduanya

Selain itu, ia telah dipercaya menjadi duta anti narkoba se-Asia serta duta MTV EXIT dalam memberantas perdagangan manusia.

Dan pada tahun 2017, PT. Pos Indonesia menjadikan wajahnya terpampang di Perangko Prisma di Indonesia.

Memasuki tahun 2010, Agnes mendapat kehormatan menjadi juri dalam ajang pencarian bakat Indonesian Idol.

Kehadiran Agnes di ajang tersebut sempat diragukan karena usianya yang masih terlalu muda. Agnes berkomentar “Kalau pengalaman, jangan dilihat dari umur. Dengan prestasi yang aku dapat, enggak ada beban buatku berada di antara Mas Anang dan Mas Erwin. Aku sendiri merasa bukan jadi juri, aku dibiarkan jadi diri sendiri, aku sebagai teman mereka [para peserta]. Aku akan bagi pengalamanku ke mereka.”

Agnes juga ditunjuk menjadi duta MTV EXIT (End Exploitation and Trafficking) dalam misi memberantas perdagangan manusia.

Pada tahun ini, Agnes meluncurkan singel berjudul “Karena Ku Sanggup” yang ia ciptakan bersama musikus Andi Rianto.

Ia juga membintangi sinetron berjudul Pejantan Cantik yang tayang di Indosiar. Pada tanggal 21 November 2010, Agnes menjadi salah satu pembawa acara karpet merah ajang penghargaan tahunan American Music Awards yang diselenggarakan di Nokia Theatre, Los Angeles, Amerika Serikat.

Ia tampil menggunakan busana bermotif batik dan kebaya, serta sesekali menggunakan bahasa Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Agnes juga berduet bersama penyanyi Meksiko Christian Chávez dalam lagu berjudul “¿En Dónde Estás?” yang dikemas dalam bahasa Spanyol, Inggris, dan Indonesia.

Pada tanggal 2 Februari 2011, Agnes meluncurkan sebuah album kompilasi terbaik yang diberi judul Agnes Is My Name.

Album ini memuat sepuluh singel pilihan dari tiga album studio sebelumnya, ditambah dua lagu terbaru “Karena Ku Sanggup” dan “Paralyzed”.

Album ini hanya dijual di gerai KFC di seluruh Indonesia dan meraih plakat “Million Award” untuk penjualan lebih dari satu juta keping dalam waktu empat bulan.

Baca Juga:  Sabarnya Anggota Paspampres Praka Izroi di Pos Penyekatan PPKM

Pada saat acara peluncuran album tersebut, Agnes mengumumkan bahwa ia telah menandatangani kontrak dengan Sony/ATV Music Publishing.

Pada tanggal 23 Maret 2011, bertepatan dengan Perayaan Hari Musik Nasional, Agnes menerima penghargaan Nugraha Bhakti Musik Indonesia (NBMI) dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata dan Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI) atas dedikasi dan sumbangsihnya, baik berupa pemikiran maupun perbuatan, bagi kemajuan dan perkembangan serta pelestarian musik Indonesia.

Agnes juga kesekian kalinya meraih penghargaan di Anugerah Musik Indonesia, untuk tahun 2011 ia memenangkan kategori “Artis Solo Wanita Terbaik”.

Pada bulan September 2011, Agnes berduet dengan penyanyi senior Amerika Serikat Michael Bolton pada lagu “Said I Loved You…But I Lied”.

Lagu tersebut direkam sebagai lagu tambahan dalam album Bolton bertajuk Gems: The Duets Album khusus untuk edisi Asia.

Agnes juga berduet dengan Andy /rif sebagai penyanyi tamu pada lagu “Berkelana ke Ujung Dunia” di album keempat Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono bertajuk Harmoni.

Pada tahun yang sama, ia merilis singel berjudul “Rindu”, lagu ciptaan Eros Djarot yang aslinya dipopulerkan oleh Fryda pada tahun 1995.

Agnes berhasil meraih nominasi sebagai “Worldwide Act Asia Pasific” dalam ajang penghargaan MTV Europe Music Awards 2011.

Ia juga menjadi nominator di American Nickleodeon Kids Choice Awards 2012 kategori “Favorite Asian Act”.

Meskipun gagal memenangkan dua penghargaan tersebut, saat ini, Agnes dikabarkan tengah sibuk merampungkan proyek album internasional perdananya di Los Angeles bersama beberapa musisi, termasuk di antaranya produser dan rapper Timbaland.

Pada 2012 Mnet Asian Music Awards, Agnes memenangkan kategori Best Asian Artist Indonesia.

Pada tahun 2013 ini, Agnes Monica juga mendapatkan penghargaan Best Celebrity Fashion SHORTY AWARDS 2013.

Tak hanya di kategori Best Singer, artis multi talenta ini juga berhasil menggeser posisi Justin Bieber dalam kategori Best Celebrity Fashion SHORTY AWARDS 2013.

Untuk kategori ini Agnes mengumpulkan 1199 suara, sedangkan Justin Bieber secara mengejutkan hanya memperoleh 74 suara(DYL)

Komentar
Loading...