Business is booming.

Profil Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, Jamin Aman Papua Barat

Saya selaku Pangdam Kasuari akan memberikan jaminan keamanan

Panglima Kodam XVII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Chantiasa tak bisa menahan rasa sedih saat meninjau lokasi penyerangan yang menewaskan 4 anggota TNI.

Meski demikian Pangdam Kasuari menyampaikan pernyataan akan menjamin keamanan bagi warga di daerah tersebut.

“Saya selaku Pangdam Kasuari akan memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat saya pasca-insiden penyerangan empat prajurit TNI terbaik yang gugur dalam tugas,” kata I Nyoman Cantiasa pada Sabtu ( 4/9/2021), dikutip dari Kompas.com.

Mayjen TNI I nyoman Chantiasa meninjau langsung Posramil Kisor yang diserang kelompok separatis teroris (KST) pada Kamis (2/9/2021) sekitar pukul 03.35 WIT.

Dalam melakukan peninjauan, Pangdam Kasuari tidak sendiri. Mayjen TNI I nyoman Chantiasa didampingi Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan.

Lalu, turut serta Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing, dan Bupati Maybrat Bernard Sagrim.

Pangdam Kasuari bersama rombongan meninjau lokasi tersebut karena penyerangan yang dilakukan KST hingga menyebabkan empat prajurit TNI gugur.

Saat meninjau lokasi, Pangdam Kasuari sempat meneteskan air mata ketika melihat kondisi Posramil Kisor yang berantakan dan masih terdapat ceceran darah prajuritnya yang gugur.

Sementara itu, Bupati Maybrat Bernard Sagrim menyampaikan duka cita atas gugurnya empat prajurit terbaik TNI dalam bertugas.

“Peristiwa ini baru pertama kali terjadi dan tidak pernah terjadi seperti ini, di mana perbuatan tersebut adalah perbuatan biadab dan keji yang mencoreng nama baik daerah Maybrat,” kata Bernard.

Sebelumnya diberitakan, empat prajurit TNI gugur saat penyerangan Pos Koramil Kisor di Afiat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Kamis (2/9/2021).

Empat prajurit TNI gugur, mereka adaah Lettu Inf Dirman, Serda Ambrosius Apri Yudiman, Praka Muhammad Dhirhamsyah, dan Pratu Zul Ansar.

Baca Juga:  Siapa Ali Hamza, Namanya Trending Dan Netizen Usul Diboikot

Prajurit Satu (Pratu) Iqbal Abdullah, anggota TNI yang berhasil selamat dari serangan mengatakan, ada 50 orang yang menyerang pos tersebut.

Mengetahui ada penyerangan, Iqbal menyelamatkan diri dengan melompat ke sungai dan menyelam.

Namun, saat sudah di dalam air, ia masih ditembaki oleh para pelaku.

“Saya berhasil keluar Posramil dengan cara menendang pintu belakang kemudian saya melompat ke sungai, tetapi mereka terus menembak pada posisi saya menyelam ke dalam air,” kata Iqbal, seperti dalam video yang beredar.

“Saya selamat karena di bawah arus sungai hingga selamat dari insiden itu.”

Profil Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa

Mayor Jenderal TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr. (Han) lahir 26 Juni 1967 (54 tahun).

Ia adalah seorang perwira tinggi TNI-AD yang sejak 26 Agustus 2020 mengemban amanat sebagai Panglima Komando Daerah Militer XVIII/Kasuari.

Cantiasa merupakan lulusan terbaik Akmil tahun 1990 dan merupakan siswa dengan Karya Tulis Terbaik Dikreg XLI Sesko TNI T.A 2014.

Beliau berpengalaman dalam Infanteri (Kopassus). Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Komandan Jenderal Kopassus.

Saat masih Kolonel, beliau terpilih menjadi Komandan Upacara Penurunan Sang Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-68 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana merdeka pada tanggal 17 Agustus 2013.

Saat ia masih berpangkat Letnan Satu (Lettu) Infanteri dan menjabat sebagai Wakil Komandan Sub Tim Detasemen 81 (Penanggulangan Teror) atau Sat-81/Gultor Kopassus.

Nyoman dan para prajurit Kopassus sama sekali tidak menyangka, akan mendapatkan tugas membebaskan sandera di Papua yang dulu bernama Irian Jaya.

Tak cuma itu, Nyoman semakin yakin jika tugas ini takkan mudah.

Sebab, ada 26 orang yang menjadi sandera kelompok OPM.

Baca Juga:  Irjen Abdul Rakhman Baso Tunjukkan Semangat Pengabdian Tiada Akhir

Yang lebih mengkhawatirkan, dalam daftar sandera ada enam orang yang merupakan Warga Negara Asing (WNA).

Dua orang diantaranya dari Belanda, dan empat orang lainnya berasal dari Inggris.

Sisanya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berprofesi sebagai dosen, pendeta, dan petugas kehutanan.

Setelah mendengar kabar bahwa ada puluhan sandera yang ditawan oleh kelompok OPM,

Brigjen TNI Prabowo Subianto memerintahkan pasukannya untuk bergerak.

Kelompok OPM yang berada di bawah pimpinan Kelly Kwalik memberikan sejumlah tuntutan.

Tuntutan Kelly saat itu adalah mempublikasikan keberadaan OPM yang eksis di Papua, dan meminta Komite Palang Merah Internasional (ICRC) sebagai fasilitator dan negosiator.

Kelly menolak campur tangan pihak lain, apalagi TNI yang saat itu masih bernama ABRI.

Selain itu, para pemberontak Papua itu juga meminta ICRC mengirimkan logistik berupa makanan dan obat-obatan.

Yang lebih gila, Kelly juga mendesak ICRC mengirim sejumlah senjata kepada OPM.

Operasi ini berakhir tanggal 9 Mei 1996 setelah penyerbuan Kopassus ke markas OPM di Desa Geselama, Mimika.

Dalam penyerbuan ini, 2 dari 11 sandera ditemukan tewas, Matheis Yosias Lasembu, seorang peneliti ornitologi dan Navy W. Th. Panekenan, seorang peneliti biologi.

Jejak Karier

Letnan Dua s/d Kapten
Danton Yonif Linud 328 Dirgahayu/Kostrad
Danki Yonif Linud 328 Dirgahayu/Kostrad
Wadan Sub Tim Den 81 Gultor / Kopassu
Dan Unit Den 81 Gultor / Kopassus
Dansubtim 2 Den 81 Gultor / Kopassus
Dantim Den 81 Gultor / Kopassus
Dantim Intel Grup 3 Sandhi Yudha / Kopassus
Mayor
Danseko Pusdikpassus
Dansepara Pusdikpassus
Letnan Kolonel
Pabandya Ops Makopassus
Danyon 811/Sat-81/Kopassus
Dandenma Kopassus
Waasintel Danjen Kopassus
Wadansat-81/Kopassus (2010)
Kolonel
Dansat 81/Kopassus (2010)
Danpusdikpassus[5] (2012)
Pamen Ahli Bid. Taktik Khusus Gultor Danjen Kopassus (2013)
Pamen Denma Mabesad (Dik Sesko TNI)[6] (2014)
Danmentar Akmil (2015)[7]
Danrem 163/Wirasatya (2015)
Brigadir Jenderal
Danrem 173/Praja Vira Braja[8] (2017)
Kasdam XVII/Cenderawasih[9] (2017)
Mayor Jenderal
Pa Sahli Tk. III Bid. Polkamnas Panglima TNI (2018)
Danjen Kopassus (2019)
Pangdam XVIII/Kasuari (2020)

Baca Juga:  Daftar 15 Pangdam Update Tanggal 5 Juli 2021, Dominasi Akmil 1989
Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...