Business is booming.

Penulis Novel Eka Kurniawan Trending, Tapi Karena Kutipannya

Trending Eka Kurniawan: fenomena minat baca rendah tapi minat mengutip tinggi

Seorang penulis novel kategori sastra Eka Kurniawan tiba-tiba trending.

Ironinya ia trending bukan karena karya-karyanya yang bagus.

Melainkan hanya karena sebuah kutipan pada Novel pertamanya Cantik itu luka.

“Yg nama nya eka kurniawan FIX GOSAH LU TEMENIN sp yg tau doi bacok aj ato geprek otaknya. Bisa2 cok merepresentasikk wanita sbg pelacur dan memakai kata “semua perempuan pelacur” Dia keturunan lonte ibuknya neneknya mbaknya, adek cwenya, sodara2 cwe nya lonte semua bangsat!” Demikian Netizen dengan nama RM @rm_bgsr

Berikut Cuitan Netizen Terkait Eka Kurniawan

@mojokdotco: Ribut-ribut soal bukunya Eka Kurniawan sore ini mungkin bisa jadi contoh nyata dari fenomena minat baca rendah tapi minat mengutip tinggi. #Terbaru #Kilas

@PsychholixX_94r: Eka Kurniawan akan sedikit berterimakasih pada Salah satu arek Suroboyo ini , karena ia telah membantu ngegrow up Buku Cantik Itu Luka Hati berkilau

@feelmyhead_:Membalas @rm_bgsr Lah emang gaya tulisan mas eka kurniawan kaya gitu mas, frontal, itu karya sastra jdi jangan disambungin sama dunia nyata ga bakal bisa relate yang ada kaya mas nanti ngamuk2 wkwkWajah dengan air mata bahagia saya aja pas baca cantik itu luka cuma bisa bengong tapi bagus buku2 beliau

@ercsty: Hah gimana? Eka Kurniawan juga ga mau temenan sama ente. Kalo ga pernah baca buku paling ga tau lah siapa penulis, judul buku, atau riset dulu, biar ga malu 7 turunan

@rika_dwifanaf: Fix mesti cari .. “Eka kurniawan”

@robi_a_p: ANJIR KAGET salah satu author favorit, Eka Kurniawan, Trending karena kegoblokan orang yang ngambil quote dalam novel “Cantik Itu Luka”, nelen mentah2 terus nge tweet tanpa baca itu novel dulu ! bukti minat baca di kita kurang yah muncul orang goblok kek gini.

Baca Juga:  Varane Menuai Pujian Usai Kemenangan MU vs Wolves 1-0

@otwkaya_2022: Ini tuh karya fiksi, gak ada hubungannya sama setuju atau gak sama isinya. Ini pure seni, gk ada hak suara buat setuju atau gak, membenarkan atau menyalahkan. Yaa Allah… Gimana jelasinnya

@MK_DJUNG: Astaghfirullah.. Eka Kurniawan the best good author yang overall tulisan dia bagus. Contoh nyata kalau Indonesia tuh orang-orangnya menggunakan budaya dengan bukan budaya membaca. mengkritik aja nggak ada landasan dan cuma disertakan 1/2 lain paragraf yang mendukung asumsinya

Profil Eka Kurniawan

Eka Kurniawan (lahir 28 November 1975). Ia adalah seorang penulis asal Indonesia. Eka menamatkan pendidikan tinggi dari Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Eka Kurniawan terpilih sebagai salah satu “Global Thinkers of 2015” dari jurnal Foreign Policy

Pada tahun 2016, ia menjadi penulis Indonesia pertama yang dinominasikan untuk Man Booker International Prize.

Skripsinya diterbitkan dengan judul Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis (diterbitkan pertama kali oleh Yayasan Aksara Indonesia, 1999; diterbitkan kedua kali oleh Penerbit Jendela, 2002; dan diterbitkan ketiga kali oleh Gramedia Pustaka Utama, 2006).

Karya fiksi pertamanya, sebuah kumpulan cerita pendek, diterbitkan setahun kemudian: Corat-coret di Toilet (Aksara Indonesia, 2000).

Debut novel pertamanya meraih banyak perhatian dari pembaca sastra Indonesia, Cantik itu Luka (terbit pertama kali oleh Penerbit Jendela, 2002; terbit kembali oleh Gramedia Pustaka Utama, 2004; diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang oleh Ribeka Ota dan diterbitkan oleh Shinpu-sha, 2006; dialihbahasakan oleh Annie Tucker (New Directions Publishing, 2015).

Disusul kemudian oleh novel kedua, Lelaki Harimau (Gramedia Pustaka Utama, 2004) dialihbahasakan oleh Labodalih Sembiring dengan judul Man Tiger (Verso Books, 1 Oktober 2015).

Pada tahun 2016, Man Tiger terpilih masuk nominasi panjang penghargaan The Man Booker International Prize Diarsipkan 2016-03-10 di Wayback Machine. 2016.

Baca Juga:  Xavi Hernandez Berpotensi Gantikan Ronald Koeman, Terwujudkah?

Karyanya yang lain adalah dua jilid kumpulan cerita pendek Cinta Tak Ada Mati dan Cerita-cerita Lainnya (Gramedia Pustaka Utama, 2005), dan Gelak Sedih dan Cerita-cerita Lainnya (Gramedia Pustaka Utama, 2005; di dalamnya termasuk kumpulan cerita pendek Corat-coret di Toilet).

Beberapa cerita pendeknya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Swedia.

Pada tahun 2014 Eka kembali mengeluarkan novel yang berjudul Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas, dan di awal tahun 2015, buku kumpulan cerpennya yang berjudul Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi dirilis.

Kini ia tinggal di Jakarta bersama istrinya, penulis Ratih Kumala, dan seorang anak perempuannya.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...