Business is booming.

Fiersa Besari dan Handoko Tjung Komentari Polemik Eka Kurniawan

Membaca buku setengah-setengah lebih berbahaya dari tidak membaca buku

Nama-nama tenar ikut mengomentari polemik karya Eka Kurniawan yang menjadi trending hanya karena diambil kutipannya, bukan karya secara keseluruhannya.

Sebut saja dua nama tenar itu adalah Handoko Tjung dan Fiersa Besari.

Trendingnya Eka Kurniawan dan karyanya bermula dari cuitan netizen dengan nama RM @rm_bgsr.

Ia menulis begini: “Yg nama nya eka kurniawan FIX GOSAH LU TEMENIN sp yg tau doi bacok aj ato geprek otaknya. Bisa2 cok merepresentasikk wanita sbg pelacur dan memakai kata “semua perempuan pelacur” Dia keturunan lonte ibuknya neneknya mbaknya, adek cwenya, sodara2 cwe nya lonte semua bangsat!”

Hingga berita ini diturunkan, cuitan tersebut telah diretweet 348 kali disukai 1.435 orang dan dibagikan dengan tweet kutipan sebanyak 3.971 kali.

Nah Eka Kurniawan, sang penulis melalui akunnya, @gnolbo menjawab bahaya baca buku, atau bahaya tidak membaca buku?

Jawaban Eka Kurniawan memperoleh respon lebih banyak yakni 3.458 kali diretweet
373 kali tweet Kutipan dan disukai 11.000 orang.

Nah didinding @rm_bgsr.ikut berkomentar tokoh pupuler di dunia twitter seperti @handokotjung yang memiliki 621.000 follower.

“Membalas @rm_bgsr Yang namanya Daenerys Targaryen jangan ditemenin, siapa yang tau doi bacok atau geprek otaknya. Bisa-bisanya cok dia bilang “all men must die.” Lah dia keturunan naga, bapaknya gila, abangnya gila, satu kota dibakar semua bangsat.”

Juga @FiersaBesari yang memiliki 9,4 juta follower.

“Membalas @rm_bgsr Di sinilah pentingnya mengetahui konteks, juga betapa membaca buku setengah-setengah lebih berbahaya dari tidak membaca buku”

Tentang Cantik itu Luka

Cantik itu Luka merupakan novel pertama karya penulis Indonesia, Eka Kurniawan.

Baca Juga:  Menlu: Varian Delta Naikkan Kasus Global

Pertama kali diterbitkan tahun 2002 atas kerjasama Akademi Kebudayaan Yogyakarta dan Penerbit Jendela.

Edisi kedua dan seterusnya, diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama sejak tahun 2004.

Novel ini pernah masuk daftar panjang Khatulistiwa Literary Award tahun 2003.

Pada tahun 2006, terbit edisi bahasa asing pertama atas usaha Ribeka Ota yang menerjemahkannya ke dalam bahasa Jepang.

Kisah singkatnya, di akhir masa kolonial, seorang perempuan dipaksa menjadi pelacur.

Kehidupan itu terus dijalaninya hingga ia memiliki tiga anak gadis yang kesemuanya cantik.

Ketika mengandung anaknya yang keempat, ia berharap anak itu akan lahir buruk rupa.

Itulah yang terjadi, meskipun secara ironik ia memberinya nama si Cantik.

Ada pun ulasan dalam majalah HORISON, edisi Maret 2003 seperti ini.

“Inilah sebuah novel berkelas dunia! Membaca novel karya pengarang Indonesia kelahiran 1975 dan alumnus Filsafat UGM ini, kita akan merasakan kenikmatan yang sama dengan nikmatnya membaca novel-novel kanon dalam kesusastraan Eropa dan Amerika Latin.

Kecakapan Eka mengisahkan kejatuhan sebuah keluarga incest dengan titik pusat pengisahan pada tokoh Dewi Ayu (lahir dari ayah Belanda dan ibu Nyai) dalam gaya berkisah yang dengan enteng mencampuradukkan realisme dan surealisme, mengawinkan kepercayaan-kepercayaan lokal dengan silogisme filsafat yang membobol semua tabu, dan memberikan hormat yang sama pada realitas sejarah dan mitos, merupakan pencapaian luar biasa mengingat novel ini merupakan novel pertamanya.

Di akhir masa kolonial sebuah Suratan yang aneh memaksa Dewi Ayu, seorang perempuan elok, memasuki kehidupan yang tak pernah dia bayangkan: menjadi pelacur.

Kehidupan sebagai pelacur terus dijalaninya sampai ia memiliki tiga anak gadis yang cantik.

Ketika ia mengandung anaknya keempat ia berharap anaknya buruk rupa. Itulah yang terjadi. Si buruk rupa itu ia beri nama si Cantik.

Baca Juga:  Ginting Gebuk Lee Zii Jia 21-15, 21-17, Indonesia vs Malaysia 1-0

Sebagaimana layaknya novel-novel kuat, tokoh-tokoh dalam novel ini perkembangan karakter dan fase hidupnya dikawal dengan teliti dari awal hingga akhir sehingga kemungkinan terjadinya desepsi dan akronisme peluangnya tertutup sama sekali.”

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...