Business is booming.

China Berhentikan 8 Pejabat Tinggi Terkait Covid-19

Setelah Covid-19 Meluas di 14 Provinsidi Tiongkok

SEDIKITNYA delapan pejabat senior di berbagai daerah di China dibebastugaskan terkait kemunculan kasus baru Covid-19 yang meluas hingga di 14 provinsi.

Kantor Berita Antara melaporkan bahwa Kepala Komisi Kesehatan Kota Tianshui, Provinsi Gansu, Chen Kexiao, beserta Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (CDC) setempat Wu Yizhong, Minggu (31/10), dicopot dari jabatannya. Ia dianggap lalai dalam menjalankan tugas hingga menyebabkan munculnya kasus baru Covid-19.

Dalam rentang 23-30 Oktober, sedikitnya terjadi lima pencopotan pejabat di Daerah Otonomi Mongolia Dalam, termasuk Chen Zhanyun (Ketua Partai Komunis China/CPC Kabupaten Ejin Banner) dan Sun Jianjun (Ketua Departemen Budaya, Pariwisata, dan Televisi CPC Kota Alxa Right).

Satu pejabat lagi yang terkena sanksi pemecatan dari jabatan adalah direktur rumah sakit di Provinsi Qinghai, demikian dilaporkan media resmi pemerintah China, Senin (1/11/2021).

Gansu merupakan provinsi terparah yang terkena serangan Covid-19 sejak 18 Oktober, terutama di Kota Lanzhou dan Kota Tianshui.

Hingga Minggu (31/11), CDC Provinsi Gansu melaporkan 105 kasus positif, termasuk 68 kasus di Lanzhou dan 15 di Tianshui.

Kasus yang bermula dari Gansu dan Mongolia Dalam tersebut meluas hingga ke beberapa provinsi lainnya, termasuk Beijing yang dalam waktu tiga bulan ke depan akan menggelar Olimpiade Musim Dingin (Winter Olympic).

Otoritas China selalu mengambil tindakan pemecatan atau pembebastugasan pejabat daerah, khususnya pimpinan CPC lokal, yang dianggap gagal mengendalikan Covid-19.

Oleh sebab itu, berapa pun kasus baru Covid-19 yang ditemukan di daerah, selalu diikuti penerapan protokol kesehatan secara ketat oleh otoritas di daerah.

Kota Guangzhou

Baca Juga:  Kematian karena Covid-19 Masih di Atas 1000 Orang, Meski Menurun

Khusus di Kota Guangzhou, sebelumnya 20 pejabat lebih dulu dipecat karena dinilai lemah dalam menegakkan protokol kesehatan sehingga muncul kasus positif Covid-19 yang terjadi pada Mei dan Juni.

Pemecatan tersebut diumumkan setelah Komite Sentral Partai Komunis China (CPC) untuk Inspeksi Disiplin mengeluarkan pernyataan pada Kamis mengenai sanksi bagi pejabat yang lemah dalam menjalankan prokes.

Di antara pejabat yang terkena sanksi pencopotan itu adalah Direktur Komisi Kesehatan Kota Guangzhou Huang Guanglie, Ketua dan Wakil Ketua CPC setempat Chen Xiaohua dan Bi Ruiming.

Pemecatan pejabat di ibu kota Provinsi Guangdong tersebut terbilang terlambat dibandingkan dengan pemberhentian 40 pejabat di Kota Zhangjiajie, Provinsi Hunan, serta Kota Nanjing, Provinsi Jiangsu.

Di Zhangjiajie dan Nanjing, kasus Covid-19 baru muncul pada Juli, sedangkan di Guangzhou sudah muncul sejak Mei hingga Juni.

CPC Inspeksi Disiplin yang merupakan lembaga antirasuah China itu menginstruksikan semua inspektorat di semua tingkatan untuk menerapkan sanksi yang berat kepada para pejabat yang gagal menerapkan prokes secara ketat.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...