Business is booming.

Hastag Negeri Para Makelar Trending, yang Dimaksud Luhut dkk?

Tuh dari harga 2,5 Juta... Sampe turun 275 ribu ... Terus ngaku nggak ngambil untung?

Hastag Negeri Para Makelar atau #NegeriParaMakelar trending.

Hastag itu bermula dari dugaan keterlibatan sejumlah pejabat di lingkaran Presiden Jokowi terkait kebijakan tes PCR dalam perjalanan udara.

Tes itu dikeluhkan warga karena harganya memberatkan.

Belakangan Presiden Jokowi minta harga tes PCR diturunkan dan bisa.

Belakangan diketahui kebijakan tersebut diduga terkait dengan mafia PCR yang melibatkan sejumlah pejabat.

Menko Manvest Luhut B Pandjaitan mengaku terlibat dalam pengadaan bahan untuk tes PCR.

Namun ia membantah mengambil untuk dalam bisnis tersebut.

Nah, Tempo kemudian membuat laporan dengan sub judul Lingkaran Pejabat terlibat bisnis PCR.

Ada pun judulnya yang kini menjadi trending #NegeriParaMakelar

Berikut Cuitan Netizen terkait trending #NegeriParaMakelar

@BalvyHaddad: Palestina dikenal sbg Negeri Para Nabi krn byk melahirkan para Nabi & Rasul.. Yunani dikenal sbg Negeri Para Dewa krn dari sanalah mitologi para dewa berasal. Indonesia dikenal sbg Negeri apa…

@bang_Said99: Selamat pagi #NegeriParaMakelar, sebuah Negeri yang pejabat-2nya memposisikan diri jadi pihak ke-3 mengambil Untung antara Rakyat & Negara. Keriuhan pada Publik akhir-2 ini adalah contoh nyata, #NegeriParaMakelar sedang memainkan lakonnya.

@Nandaa_80: Coba bayangkan klo freeport dimiliki dan dinikmati rakyat indonesia…bayangkan aja karna mustahil untuk di nikmati Wajah meringisWajah meringis

@Berlianne: Tuh dari harga 2,5 Juta… Sampe turun 275 ribu … Terus ngaku nggak ngambil untung sedikitpun. Dikira kita goblok? #NegeriParaMakelar

@Nayya001: Marak adanya makelar politik yang dilakukan oleh para politisi terutama kalangan elit partai.untuk memuluskan salah satu pihak yang dijagokan,Ketika target sudah diraih,maka turunan selanjutnya adalah makelar jabatan sekaligus makelar proyek.

Baca Juga:  Tiga Hari Covid-19 di Indonesia Alami Penurunan, Malaysia Heran

@PrincessKrikil: Agak sulit menutupi BANGKAI..baunya akan keluar pada saatnya.. #NegeriParaMakelar

@43xNih: Seharusnya mereka mengabdi untuk rakyat… Bukan mencari kesempatan untuk mengambil uang rakyat…

@BrokenHeroes_: Karena tidak punya landasan yg kuat, maka mudah sekali berubah. Tinggal sekarang memproses para makelar pcr yg menggunakan kewenangannya sebagi pejabat

Luhut Bantah Cari Untung

Luhut B Pandjatitan, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) akhirnya klarifikasi keterlibatannya dalam pengadaan PCR.

Luhut mengakui bahwa dirinya memiliki saham di PT Genomik Solidaritas Indonesia (PT GSI).

Meski demikian ia tak mencari untung, bahkan hingga saat ini tidak ada pembagian keuntungan baik dalam bentuk dividen maupun lainnya kepada pemegang saham PT GSI.

Luhut mengklaim keuntungan PT GSI justru banyak digunakan untuk memberikan tes swab gratis ke masyarakat yang kurang mampu dan tenaga medis, salah satunya di RSDC Wisma Atlet.

Kali ini netizen menunggu polisi dan KPK mengusut dugaan kasus korupsi dalam pengadaan PCR.

“Kita tunggu gerak KPK dan Polri.” Demikian akun @WiwinIrawan89 #PecatLuhut
Sementara itu Luhut Binsar Pandjaitan membantah dirinya mengambil keuntungan pribadi dari bisnis tes polymerase chain reaction (PCR) yang dijalankan PT Genomik Solidaritas Indonesia (PT GSI).

Luhut bahkan mengaku menjadi orang yang mendorong penggunaan tes antigen sebagai syarat dokumen perjalanan untuk menggantikan PCR.

“Pun ketika kasus menurun awal September lalu, saya juga yang meminta agar penggunaan antigen dapat diterapkan di berbagai moda transportasi yang sebelumnya menggunakan PCR sebagai syarat utama,” kata Luhut melalui unggahan akun Instagram resminya, @luhut.pandjaitan, Rabu (3/11/2021).

Luhut mengatakan, diberlakukannya PCR sebagai syarat perjalanan beberapa waktu lalu karena pemerintah melihat adanya peningkatan risiko penularan virus corona akibat melonjaknya mobilitas masyarakat di Jawa-Bali.

Baca Juga:  Kunjungan Kerja ke Kaltim, Jokowi Prabowo Trending

Hal itu disertai dengan penurunan disiplin warga terhadap protokol kesehatan.

Namun demikian, Luhut mengeklaim, dirinya selalu mendorong diturunkannya harga tes PCR.

“Saya juga selalu mendorong agar harga tes PCR bisa diturunkan sehingga terus dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya lagi seperti dikutip Kompas.com.

Luhut mengatakan, sejak awal tujuan PT GSI bukan mencari profit bagi pemegang saham.

Namun, sebagai kewirausahaan sosial, PT GSI tidak bisa sepenuhnya memberikan tes PCR secara gratis.

Partisipasi Luhut dalam PT GSI melalui perusahaan yang terafiliasi dengan dirinya, PT Toba Bumi Energi, diklaim sebagai wujud bantuan yang diinisiasi oleh rekan-rekannya dari Grup Indika, Adaro, Northstar dan lainnya.

Mereka sepakat membantu penyediaan fasilitas tes Covid-19 dengan kapasitas besar. Bantuan melalui perusahaan tersebut, kata Luhut, merupakan upaya keterbukaan yang dilakukan sejak awal.

“Kenapa saya tidak menggunakan nama yayasan? Karena memang bantuan yang tersedia berada dari perusahaan. Dan memang tidak ada yang saya sembunyikan di situ,” ucapnya.

Luhut menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada pembagian keuntungan baik dalam bentuk dividen maupun lainnya kepada pemegang saham PT GSI.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...