Business is booming.

Fahri Sebut Pemindahan IKN Butuh Narasi Besar Menuju 100 Tahun Indonesia Merdeka 2045

“Jokowi terlalu spontan, penuturnya kurang,” ucap Fahri Hamzah

Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyatakan bahwa pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) merupakan ide yang perlu dukungan.

Sebuah ide masa depan yang akan terasa saat Indonesia merayakan ulang tahun ke-100 yakni tahun 2045.

Presiden Jokowi dianggap sudah berani melalukan langkah itu, hanya saja menurut Fahri, orang yang bisa mengkomunikasikan ide pemindahan IKN kurang.

Hal itu disampaikan Fahri dalam Moya Discussion Urgensi Pemindahan Ibukota Negara (IKN) dari Jakarta ke Nusantara.

“Jokowi terlalu spontan, penuturnya kurang,” ucap Fahri yang sekarang Wakil Ketua Umum Partai Gelora.

Fahri Hamzah dalam diskusi pemindahan IKN di Moya Institut (Youtube Moya Institut)

Seperti diketahui, Presiden Jokowi berencana memulai pemindahan IKN dalam tiga tahap yakni 2021-2024, 2025-2035 dan 2035-2045.

Fahri mengakui bahwa memindahkan IKN bukan pekara mudah.

Memindahkan IKN bukan membuat kota seperti Meikarta, Bumi Serpong dan sebagainya.

Tapi IKN adalah memindahkan Ibukota negara.

Oleh karena dibutuhkan pemahaman bersama, mimpi bersama, dan narasi besar.

Dan itu butuh orang-orang yang bisa mengkomunikasikan pentingnya pemindahan IKN.

“Jangan narasi kecil, pemindahan IKN sebagai bagi-bagi tanah.”

Bikin narasi besar marching 100 tahun kemerdekaan RI menuju pemindahan IKN,

Sementara itu mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Adrinof Chaniago memastikan pemindahan IKN maksudnya baik.

Yakni mengurangi beban Jakarta atau Pulau Jawa, sekaligus membagun pemerataan pembangunan.
Selama ini kota-kota dibangun tanpa terencana, tumbuh begitu saja.

Baca Juga:  PKS Ngapain Aja Trending, Aher: Bakal Habis-habisan Menangkan AMIN

Kemampuan kota menampung perkembangan penduduk pun kian menghawatirkan.

Dengan pemindahan IKN maka tren kependudukan diharapkan akan berubah tak lagi Jawa sentris.

DI IKN akan menjadi magnet baru, orang wilayah Timur khususnya Papua, misalnya, tak perlu terlalu jauh terbang 5,5 jam ke Jakarta.

Dengan IKN penerbangan dari hanya 2,5 jam.

IKN memberikan dampak berantai. Banyak keuntungannya. Jakarta menjadi lebih lega.

“Yang penting berani memulai, bukan kapan selesai,” ucapnya.

Sementara itu profesor Imron, pemerhati politik setuju dengan narasi besar pemindahan IKN.

Menurutnya wajar jika ada pertanyaan perhitungan gagal, namun dalam ide besar, potensi gagal adalah tantangan.

Diskusi lebih lengkap tonton Youtube Moya Institute

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...