Business is booming.

Mengenal Tes Samapta dan Tes Postur, Jauh Sebelum Melalui Pantukhir

Tes Samapta ini merupakan tes untuk mengukur tingkat kebugaran dan vitalitas calon taruna

Selain tes tertulis, tes kesehatan, psikotes, dan tes wawancara untuk masuk menjadi taruna TNI dn Polri harus melalui Pantukhir (Panitia Penentu Akhir).

Jika lolos Pantukhir siswa TNI/Polri selanjutnya akan dididik lagi hingga lulus dan menjadi anggota TNI/Polri tergantung levelnya.

Nah, sebelum menuju Pantukhir, yang menarik pada tes calon siswa atau taruna TNI/Polri juga pada tes kesehatan.

Tes kesehatan yang unik di dunia TNI/Polri ada yang namanya tes samapta dan tes postur.

Seperti dibagikan web TNI-AU, sebanyak 20 Calon Siswa (Casis) Taruna Akademi Angkatan Udara (AAU) Panitia Daerah (Panda) Pangkalan TNI AU Raja Haji Fisabilillah, Rabu (1/7/2020).

Mereka menjalani serangkaian Tes Samapta dan Tes Postur yang dilaksanakan di Lapangan Korem 033/Wira Pratama dan Gedung Dirgantara Lanud Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang.

Dari total awal sebanyak 23 Casis yang telah mengikuti Tes Administrasi, Verifikasi, Tes Kesehatan I dan Tes Psikologi, maka terseleksi 20 orang Casis yang memenuhi persyaratan dan berhak lanjut ke Tahap Tes Samapta dan Tes Postur.

Tes Samapta dibagi menjadi 3 bagian, yaitu Samapta A, B, dan C. Samapta A terdiri dari lari selama 12 menit dengan tolak ukur jarak tempuh, Samapta B meliputi Pull Up, Push Up, dan Shuttle Run, sementara Samapta C menilai kemampuan renang casis dengan jarak 25 m dan waktu tempuh sebagai tolak ukur.

Sebelum Tes dimulai, para Casis diwajibkan untuk mengikuti protokol kesehatan berupa pengecekan suhu tubuh, tensi, dilanjutkan dengan warming up atau pemanasan otot.

Baca Juga:  Profil Kolonel Inf Aji Mimbarno, Akmil 1997, Promosi Waaspers Kasad Bid. Binwatpers

“Tes Samapta ini merupakan tes untuk mengukur tingkat kebugaran dan vitalitas calon taruna,” tutur Kepala Seksi Pembinaan Jasmani selaku Wakil Sementara Kepala Dinas Personel Lanud Raja Haji Fisabilillah Kapten Kes Agus Sumanto, S.Sos.

Kegiatan dilanjutkan dengan Tes Postur yaitu dengan meneliti bentuk tubuh setiap casis dengan detail meliputi bentuk tubuh, bentuk tangan, bentuk kaki, kondisi telapak tangan dan kaki, keseimbangan tubuh, geometri simetris tubuh casis, hingga cara berjalan setiap casis menjadi penilaian.

Menurut Ws. Kadispers Lanud RHF, tes postur dilaksanakan untuk memilih postur-postur tubuh calon Taruna AAU yang ideal sesuai dengan yang diharapkan oleh TNI AU.

“Kriteria yang diambil wajib memiliki kualitas tubuh, kekuatan fisik, dan kemampuan mobilitas yang tinggi sehingga cocok untuk mengawaki alutsista TNI AU yang serba canggih dan berteknologi tinggi.” Jelasnya.

Lebih lanjut, Ws. Kadispers Lanud RHF menuturkan bahwa secara umum para casis tersebut sudah memenuhi syarat, namun ada beberapa casis yang kurang mempersiapkan diri dan memiliki postur yang kurang memadai.

Maka dari itu Ws. Kadispers Lanud RHF berpesan kepada calon-calon Taruna AAU berikutnya untuk mempersiapkan diri dengan matang.

“Saya harapkan jauh jauh hari sudah mempersiapkan diri, mulai dari kita membina jasmani, membina mental ideologi, kemudian pembinaan postur agar sesuai dengan yang diharapkan, sehingga sewaktu nanti pelaksanaan tes, calon-calon siswa taruna sudah siap untuk bersaing menjadi Calon Taruna Akademi Angkatan Udara,” harapnya.

Perjalanan para Casis untuk menjadi siswa TNI AU masih panjang karena ada juga tes di tingkat pusat.

Nah pada tes tingkat pusat itu akan menjadi penentu siswa diterima atau tidak menjadi siswa/anggota TNI.

Mereka harus melewati pantukhir yang bertujuan untuk memantau perkembangan pendaftar sebelum diterima masuk ke sekolah kedinasan tersebut.

Baca Juga:  Rahajeng Rahina Saraswati Trending, Netizen Ikut Beri Ucapan

Beberapa sumber mengatakan bahwa pantukhir pada dasarnya cuma tes kelayakan akhir.

Bisa jadi banyak yang lulus tes sebelumnya tapi karena keterbatasan kuota, mereka akan diseleksi lebih ketat di pantukhir ini.

Pada tahap pantukhir, peserta cuma diperintahkan untuk berbaris kemudian panitia akan menilai performancenya, penilaian tersebut kemudian diranking dan yang dapet nilai rendah akan dinyatakan gugur.

Tentu tes tersebut tak bisa diganggu gugat, peserta tes hanya wajib berusaha sebaik mungkin.

Bahkan bersiap sejauh mungkin agar bisa melewati, paling tidak tes Sampata dan Tes Postur.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...