Business is booming.

Sulastri Irwan Trending, Mabes Polri Turun Tangan

Nama anak petani yang lolos Bintara Polri, Sulastri Irwan, trending di media sosial

Nama anak petani yang lolos Bintara Polri, Sulastri Irwan, trending di media sosial Twitter pada Minggu (13/11/2022), namun ia digugurkan diganti ponakan AKBP.

Sontak netizen gaduh menanggapi kasus anak petani yang lolos Bintara Polri tapi digugurkan tersebut. Bahkan Mabes Polri pun turun tangan meluruskan kasus yang terjadi.

“Mabes Polri memberikan lampu hijau kepada Irwan untuk diikutkan kembali sebagai siswa bintara Polri gelombang ke II tahun 2022,” kata Kepala Biro Jianstra SSDM Polri, Brigadir Jenderal Polisi Sandi Nurgroho, di Ternate, Rabu (8/11/2022).

Peristiwa tersebut membuat netizen menyampaikan beragam ciutan (Tweets) mereka. Berikut ciutan mereka.

Seperti pemilik akun Twitter @Abul07754639 menulis, “Begitulah kotornya penerimaan angota kepolisian,kalau tidak punya duit pasti gugur,sekarang kalau mau jadi sedia 150 -500 jt”

Lalu akun Twitter @kholik_mo menulis, “Siapa bilang 150-500 jt dah jadi,malah lebih itu pun belum tentu jadi”

@Julian303 menulis, “Dan biasanya yang di namakan keponakan AKBP itu bukan keponakan , tapi orang yang bayar ke AKBP”

@mzwidodo menulis, “Sudah sering dapat cerita begini. Miris lihat negeri ini dari dulu tdk berubah.”

@Faraz_kepri menulis, “Sudah bukan Rahasia umum Cuan yg besar dalam perekrutan Polri akan jd Prioritas selain Ada Dekingan n orang dalam . . .anak Petani ini 1 diantara ribuan yg tersingkir dlm perekrutan polri di negeri konaha, Dan ini hanya yg ketahuan n viral”

@tiyunacise menulis, “Udah gausah jadi polri, masi banyak hobi pekerjaan yang lain lebih baik dari itu tetap semangat aja”

@jaga_negeri menulis, “Sujud syukur kepada Allah mbak… Sebab Allah sudah menyelamatkan mbak dari kehinaan.”

@Teu_Quad menulis, “Lagian pengen amay jadi polisi.
Anak saya waktu TK disuruh pake baju propesi polisi langsung saya suruh berhenti sekolah, Alhamdulillah bisa pake baju propesi yang lain. Kerjaan sih katanya mengayomi tapi kelakuan petantang petenteng.”

@Kopipait__78 menulis, “Orang kan masing2 jiwa dan cita2 nya pak 😊😊 bukan dia yg harus d salahkan ” kenapa pengen jadi polisi” tp kenapa institusi ini tidak bisa melek mata mana yg bener2 ada skil dan mana yg tidak.”

@covidiot_akut menulis, “Mungkin ini cara Allah melindungi dan menjauhkan dia dr polisi Akhir jaman.”

@syam_juhri menulis, “Lebih baik seperti itu,Allah telah menunjukkan titik terang kehidupanmu,Allah sayang dirimu agar kamu tdk tercebur di institusi yg bobrok itu .Ingat Rencana Allah pasti lebih baik untukmu.”

@siaga_revolusi menulis, “hikmah dari orang baik dihalangi untuk jadi polisi adalah, kepolisian memang tempat orang orang busuk saja”

Mabes Polri Sikapi Calon Wanita Polisi Digugurkan Polda Maluku Utara

Mabes Polri menyikapi terkait calon wanita polisi bernama Sulastri Irwan, anak petani dari Kabupaten Kepulauan Sula, yang digugurkan Polda Maluku Utara sebagai peserta calon siswa sekolah bintara polisi gelombang ke II/2022.

Baca Juga:  Profil Marsma TNI David Yohan Tamboto, AAU 1996, Kini Asops Kaskoopsudnas

“Kami telah mendapatkan laporan bahwa calon siswa bintara Polri di Maluku Utara bernama Sulastri Irwan yang lulus peringkat ketiga dan diduga ditukarkan pihak panitia dengan peserta peringkat keempat, dengan surat undangan yang disampaikan bukan undangan fisik melainkan undangan elektronik yang dikirimkan melalui WhatsApp,” kata Kepala Biro Jianstra SSDM Polri, Brigadir Jenderal Polisi Sandi Nurgroho dikutip Antaranews.com, di Ternate, Rabu (8/11/2022).

Oleh karena itu, kata dia, Mabes Polri memberikan lampu hijau kepada Irwan untuk diikutkan kembali sebagai siswa bintara Polri gelombang ke II tahun 2022.

Anak petani dari Kabupaten Kepulauan Sula itu meski sudah lulus Pantukhir namun gugur dan kasus ini mendapat sorotan dari berbagai kalangan di Maluku Utara.

Sehingga, kata Nugroho, perempuan itu tidak tertutup kemungkinannya masih bisa diluluskan menjadi wanita polisi atau yang dikenal sebagai polwan. “Data itu nanti akan kita masukkan ke pimpinan dan menunggu sikap pimpinan untuk mengambil keputusan dan tidak menutup kemungkinan akan kembali diterima untuk menjalankan pendidikan sebagai anggota Polri dan sangat terbuka, Insya Allah masih ada harapan,” ujarnya.

Tim penasihat hukum Irwan yang tergabung dalam organisasi Yayasan Bantuan Lembaga Hukum Maluku Utara sudah mengadukan Polda Maluku Utara, Inspektur Jenderal Polisi Midi Siswoko, ke Ombudsman Republik Indonesia perwakilan Maluku Utara terkait dengan penerimaan polisi di Polda Maluku Utara, karena langkah itu dinilai merugikan keluarga besar Irwan.

Bachtiar Husni, kuasa hukum itu, mengadukan hal ini ke Ombudsman terkait dengan gugurnya kliennya. Menurut dia, mereka mendapatkan kuasa dari keluarga Sulastri Irwan untuk membawa kasus itu ke Ombudsman terkait dengan rekruitmen Bakomsus tenaga kesehatan di Polda Maluku Utara.

Baca Juga:  Polri Trending, Netizen Heran Polisi Urusi Harga Beras Naik

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Maluku Utara, Komisaris Besar Polisi Michael Irwan Thamsil, yang dihubungi sebelumnya mengakui bahwa Irwan dinyatakan gugur karena sesuai ketentuan yang diatur panitia pusat untuk casis bintara berusia maksimal 23 tahun, sedangkan Irwan usianya telah melewati satu bulan 21 hari saat dinyatakan lulus.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...