Business is booming.

Pengungkapan Penyelundupan Narkoba 1,196 Ton Senilai Rp 1,43 triliun Dipuji Kapolri

 "Kita saat ini telah menyelamatkan 5.950.000 orang dari bahaya penyalahgunaan narkotika," kata Listyo.

Kopolri Jenderal Pol Listyo Prabowo menunjukkan kebanggaannya atas keberhasilan anak buahnya mengagalkan sekaligus menangkap penyelundup narkoba seberat total 1,196 ton.

Ia pun berjanji memberikan penghargaan kepada para anggota yang berhasil menggagalkan penyelundukan narkoba senilai Rp 1,43 triliun.

Hal itu disampaikan Kapolri dalam jumpa pers, di Pusat Pendidikan Intelejen Polri, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (24/3/2022).

Dalam jumpa persnya Kapolri menunjukkan 66 karung barang bukti narkoba yang digagalkan anggota Polda Jabar.

Barang bukti sabu seberat 1,196 ton hasil pengungkapan polisi dari Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Sebanyak lima orang menjadi tersangka termasuk seorang WNA Asal Afghanistan.

Adapun inisial tersangka, yakni SA, HM, HH, AH dan WNA Afghanistan inisial MB.

Oleh karena itu, Sigit meminta pemberantasan narkoba dilakukan mulai dari hulu hingga hilir.

“Tersangka telah diamankan kurang lebih lima orang dimana, SA berperan sebagai pengedar sabu, HM mengendalikan peredaran sabu dan juga menggunakan sabu, kemudian HH dan AH bertugas untuk mendistribusikan sabu dan MB warga negara asing dari Afganistan,” ujar Sigit.

“Saya minta untuk betul-betul diberantas dari hulu sampai dengan hilir,” sambungnya.

Untuk saat ini lima tersangka masih dalam proses melengkapi berkas-berkas.

Sehingga, 66 barang bukti dapat ditindaklanjuti.

“Ada barang bukti 66 karung berisi sabu dengan total 1,196 ton,” kata Sigit.

Sigit menegaskan, kepada rekan-rekannya yang terlibat dalam kasus ini maka pecat dan dipidanakan.

Baca Juga:  Fotografer Terbaik Danish Siddiqui Tewas Ditembak saat Meliput Perang di Afghanistan

Menurutnya, Ia tidak menginginkan ada anggota Polri yang terlibat dalam peredaran narkoba.

“Saya peringatkan kepada rekan-rekan Kapolda dan Kapolres, kalau ada anggota yang terlibat, pecat dan pidanakan, beri hukuman maksimal karena itu komitmen kita. Kita tidak mau bahwa ada bagian dari institusi Polri ikut bermain-main dengan ini,” tegasnya.

Narkoba mengancam masa depan generasi muda.

Dengan ini, Sigit menyatakan berkomitmen memberikan penghargaan terhadap anggota yang memiliki prestasi dalam mengungkap peredaran narkoba.

“Saya juga akan komit memberikan reward, sehingga kinerja anggota akan terus menjadi lebih baik, agar generasi muda kita betul-betul bisa terjaga dari ancaman narkoba,” katanya.

Menurut Sigit, penangkapan upaya penyelundupan sabu seberat 1,196 di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menyelamatkan 5 juta jiwa lebih dari penyalahgunaan narkotika.

Kapolri menjelaskan bahwa jutaan orang yang terselamatkan itu, jika diasumsikan satu gram sabu dapat dikonsumsi oleh lima orang.

“Kita saat ini telah menyelamatkan kurang lebih 5.950.000 orang dari bahaya penyalahgunaan narkotika,” kata Listyo.

Selain itu, lanjutnya, sabu seberat 1 ton lebih itu memiliki nilai Rp1,43 triliun apabila berhasil diedarkan. Dengan asumsi, kata dia, satu gramnya dijual dengan harga Rp1,2 juta.

“Saya minta ini terus diberantas dari mulai hulu sampai hilir. Saya juga minta seluruh kapolda, kapolres kalau ada anggota yang terlibat, pecat dan pidanakan dan berikan hukuman maksimal,” kata Listyo.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Barat menggagalkan upaya peredaran sabu di pantai yang berada di Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (16/3) pukul 14.00 WIB.

Sabu itu ditemukan terbungkus dalam karung dengan kondisi disembunyikan di sebuah perahu nelayan. Sabu itu diduga dikirim melalui jalur perairan pantai selatan Jawa Barat.

Baca Juga:  Prabowo-Gibran Dipastikan Deklarasi Besok, PAN dan PBB Bagikan Poster Prabowo-Gibran
Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...