Business is booming.

Sosok dr Achmad Yurianto, Mantan Jubir Covid-19 dan Permintaan Terakhirnya

Beliau ketika sakit, hanya satu permintaannya, kangen dengan ibunda, ingin pulang

Wajahnya akrab dengan media social selama Pandemi Covid-19.

Dia adalah dr Achmad Yurianto juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 sejak 12 Maret hingga 20 Juli 2020.

Sosok dr Achmad Yurianto yang meninggal dunia pada Sabtu (21/5) memiliki pesan terakhir yang disampaikan kepada keluarganya.

Hal itu diungkapkan Adik kandung almarhum Achmad Yurianto, Edy Suhartono usai prosesi pemakaman di Kota Batu, Jawa Timur, Minggu (22/5/2022).

Ia mengatakan bahwa pesan terakhir yang disampaikan Achmad Yurianto, ia merindukan sosok ibunda, Rr Mientarti dan ingin pulang ke Kota Batu.

“Beliau ketika sakit, hanya satu permintaannya, kangen dengan ibunda, ingin pulang,” kata Edy.

Edy menjelaskan permintaan anak ketujuh dari sembilan bersaudara itu, pihak keluarga memutuskan untuk memindahkan perawatan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar Malang.

“Dengan segala risiko kita geser (perawatan) ke Malang,” katanya.

Sebelumnya, Achmad Yurianto dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta akibat kanker usus.

Ayah dari dua orang anak laki-laki tersebut meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan selama tiga hari di RSUD Saiful Anwar Malang.

Ia menambahkan Yuri, panggilan akrab Achmad Yurianto merupakan sosok yang sangat dekat dengan ibunda Rr Mientarti yang meninggal dunia pada 2014.

Kemana pun Yuri akan bertugas, ia selalu pulang ke Kota Batu untuk berpamitan kepada orang tuanya.

Baca Juga:  Profil Rektor ITK Profesor Budi Santosa Purwokartiko, Dikenal Dosen Berprestasi ITS

“Beliau sangat dekat dengan ibunda. Setiap akan berangkat bertugas selalu pulang untuk berpamitan. Jika tidak bisa pulang, selalu menelepon,” katanya.

Sesuai dengan kesepakatan keluarga, jenazah Yuri dimakamkan tepat di samping pusara ibunda Rr Mientarti di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dadaprejo, Kota Batu.

Kolonel CKM (Purn.) dr. Achmad Yurianto, M.A.R.S lahir 11 Maret 1962 (60 tahun).

Ia adalah seorang dokter asal Indonesia yang menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi.

Sebelumnya, ia menjabat Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Sejak merebaknya pandemi koronavirus jenis baru di Indonesia pada awal tahun 2020, ia ditunjuk sebagai juru bicara pemerintah pada lembaga Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 sejak 12 Maret hingga 20 Juli 2020.

Ia adalah lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Jawa Timur angkatan tahun 1990 dan banyak berkarier sebagai dokter di lingkungan Tentara Nasional Indonesia.

Riwayat pendidikan

Umum

S1 Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (1990)

S2 Program Kajian Administrasi Rumah Sakit UI (1999)[butuh rujukan]

Militer

Pendidikan Dasar Kecabangan Kesehatan (1991)

Suslapa Kes I (1995)

Suslapa Kes II (1998)

Suspajemen Madya Rumah Sakit (2000)[butuh rujukan]

Jenjang Karier

Danmenwa Universitas Airlangga (1986-1988)

Pama Kesdam V/Brawijaya (1988)

Pama Kesdam IX/Udayana (1990)

Dokter Yonif 745/Sampada Yudha Bakti Dili, Timor Timur (1991)

Pakes Timbankes Denkeslap Kesdam IX/Udayana (1993)

Kaurbankes & Intelmed Kesdam IX/Udayana (1995)

Karumkit Tk.IV 03.04.04 Kencana Denkesyah Serang Kesdam III/Slw (2001)

Dandenkesyah 03.04.04 Serang (2003)

Waka Rumkit tk. II Dustira Kesdam III/Siliwangi (2006)

Waka Kesdam IV/Diponegoro (2008)

Kepala Kesdam XVI/Pattimura Maluku (2009)

Kepala Sub Direktorat Dukungan Kesehatan & Operasi Pusat Kesehatan TNI (2011-2015)[13]

Baca Juga:  Profil Aya Canina, Mantan Vokalis Amigdala, Benarkah Alami Kekerasan?

Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan (2016-2019)[14][15]

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (2019-2020)

Juru Bicara Pemerintah Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (2020)

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (2020)

Staf Ahli Menkes bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi (2020–2022)

Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan (2021–2022)

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...