Business is booming.

Profil Lili Pintauli Siregar, Pimpinan KPK yang Akan Kembali Diperiksa Dewas KPK

Lili pernah dijatuhi sanksi pemotongan gaji pokok sebesar 40 persen selama 12 bulan

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar akan kembali menjalani sidang kode etik yang dilakukan Dewas KPK.

Menurut Anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris sidang terhadap Lili akan dilakukan pada Selasa (5/7).

Kasusnya masih sama yakni menerima fasilitas akomodasi hotel hingga tiket menonton ajang balap MotoGP 2022 di Sirkuit Internasional Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Fasilitas itu diberikan dari salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Sidang etik bagi LPS (Lili Pintauli Siregar) dijadwalkan tanggal 5 Juli 2022,” kata Anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris.

Sebelumnya, Dewas KPK memutuskan untuk melanjutkan kasus dugaan pelanggaran etik Lili ke sidang etik.

Dewas KPK telah mengumpulkan bahan keterangan dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi atas dugaan pelanggaran etik Lili tersebut, salah satunya dari pihak PT Pertamina (Persero).

Sebagaimana peraturan Dewas KPK, sidang dugaan pelanggaran etik digelar secara tertutup, sedangkan pembacaan putusan akan disampaikan secara terbuka.

Lili pernah dijatuhi sanksi berat berupa pemotongan gaji pokok sebesar 40 persen selama 12 bulan karena terbukti melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku berupa menyalahgunakan pengaruh selaku pimpinan KPK untuk kepentingan pribadi.

Ia juga berhubungan langsung dengan pihak yang perkaranya sedang ditangani KPK, yakni Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

Profil Lili Pintauli Siregar

Lili Pintauli Siregar, S.H., M.H. lahir 9 Februari 1966 (56 tahun).

Baca Juga:  Australia Dikecam karena Bikin Kesepakatan Nuklir dengan Inggris dan AS

Ia adalah seorang advokat Indonesia yang menjabat Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak 2019.

Ia pernah menjadi Komisioner Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) selama dua periode mulai dari 2008–2013 dan 2013–2018.

Lahir di Tanjung Pandan, Bangka Belitung, ia menamatkan pendidikan pada jenjang S1 dan S2 hukum di Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Medan.

LPS mengawali kariernya sebagai Asisten Pembela Umum Lembaga Bantuan Hukum Medan pada tahun 1991–1992.

Kemudian, ia bekerja menjadi asisten pengacara di kantor advokat Asamta Parangiunangis, SH & Associates pada 1992–1993.

Pada 1994 Lili mulai aktif di Pusat Bantuan dan Penyadaran Hukum Indonesia (Pusbakumi) Medan hingga menjadi Direktur Eksekutif Pusbakumi pada 1999-2002.

Pada tanggal 20 Desember 2019, Lili Pintauli Siregar beserta 4 Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi dilantik oleh Presiden RI Joko Widodo, dan menjabat sebagai Wakil Ketua KPK periode 2019-2023.[6]

Dia merupakan satu-satunya perempuan yang duduk di tampuk kepemimpinan KPK tersebut.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...