MiracleInCell No7 Trending, Netizen: Bikin Nguras Air Mata
Tagar MiracleInCell No7 trending di media sosial Twitter pada Rabu (4/9/2022), menyusul film yang disutradarai Hanung Bramantyo yang tayang sejak 8 September 2022 di seluruh bioskop Indonesia itu mendapat sambutan meriah penontonnya.
Tak heran netizen pun gaduh menanggapi tagar MiracleInCell No7 hingga tercatat 4.181 ciutan (Tweets) yang mereka sampaikan. Berikut beragam ciutan mereka.
Seperti pemilik akun Twitter @vayjeykey menulis, “omg adaptasi Film MiracleInCell No7 bener bener bikin mewek, rate 10000/10 proud of all cast & crew, nangiss sesegukan dan sangat menguras emosi dan tenaga abis nonton ni film, ga kuat tapi seruuu sihh kerennn pokoknya”
Lalu akun Twitter @_archive_random menulis, “kayanya gakan ada orang yg gak sedih pas nonton film MiracleInCell No7, dan salah satu kalimat yg gw inget terus di film ini adalah “kalau kita baik sama orang, besok orang baik sama kita”
@Reynald56420783 menulis, “luv luv luv banget deh sama film MiracleInCell No7”
@AaravDanantya menulis, “Pass banget suasana sedih + soundtrack andmesh MiracleInCell No7”
@Bubuq10 menulis, “MiracleInCell No7 recommended bangettt eyyyy emosi nontonnya full crying jugaaa!!!”
@BrandoTeori menulis, “Sumpah MiracleInCell No7 keren BANGET”
@binibangjek menulis, “btw ada nder, ibu sebelah gw semalem
dia dateng bertiga ama suami & anak cowonya yg kira2 umur 7-8 taun, pas udahan dia lngsung berdiri smbil liat skeliling trus bilang “kok pada nangis si? emang sesedih itu critanya?”
sedangkan gw ama temen2 gw udah bengep ama susah napas”
@Chamiese__ menulis, “Gua yg gk pernah liat bapak gua nangis aja dia nangis pas nonton ini”
@ridwanmuhammady menulis, “Setahu gw Miracle in Cell ada 4 Versi yang sudah rilis:
Korea (Original) 11/10
Filipina 7/10
Turki 9/10
Indonesia 10/10
India sama Spanyol masih rencana, belum ada filmnya.
#MiracleInCellNo7″
@urblackqueeen menulis, “MiracleInCell No7 ver Indo gak kalah bagus ya dari versi Koreanya. Liat film ini berasa diaduk-aduk emosinya, dari awal film yg udh bikin mewek, pas pertengahan dibikin ketawa abis itu dijatuhin lg dengan dibikin nangis. Emng bener-bener keterlaluan bat si nih film bagusnya”
@okexixi menulis, “klo versi korea nontonnya dimana si?”
@borawhjle menulis, “Di yt ada ka cuma ya gitu kualitasnya ga hd”
chocochesee9 menulis, “Di app http://drakor.id ada. Mereka cukup lengkap movie dan serial korea. Gratis dan bisa didownload”
@Mrssambat menulis, “Uda nonton semua versi dan semunya bikin nangis.. tapi kalo menurut selera ku ya urutan yang debes versi korea – indo – filip – turki. Tapi emang semua baguuss si”
@biji_plankton menulis, “gua suka yg versi india”
@chruzerboy menulis, “Poster yg versi Turki kenapa mukanya pada bengis ya”
@mscflt__ menulis, “Aku sampe nonton 2x, Pertama nonton sama ayang, Yg kedua nonton sendiri”
@KaisiAroik menulis, “Reel banget. Pas waktu lampu nyala, dan film udah selesai, yang kedenger cuman bunyi ingus, sama sesenggukan”
@NeZha48249358 menulis, “Di posisi apa kita sekarang. Kaya raya? Memiliki status dan jabatan yang tunggi. Karena kita akan di buat lemah ketika memikirkan kedua orang tua kita yang sudah berjuang untuk kita.”
@iqbalardhii menulis, “Di bulan september ini banyak film yg mau ditonton, mulai dari red one piece, H&L x cross, sama yg satu ini. Tapiii kenapa dibarengi banyaknya pengeluaran di bulan ini cuk”
@aisyatu93 menulis, “Ya nangis, nangis kejer, ketawa. Versi Indo keren. Sama2 nguras air mata. Castnya nggak kalah mantep pas meraninnya daebak pokoknya.”
@muhfauzanilham menulis, “Seseru dan sesedih itu filmnya…”
@LiminHoo12 menulis, “Lihat ini aja gue nangis😭😭”
@nadhillayelza menulis, “Gausah make up an lah kalo nonton, nanti juga luntur sendiri, pusing bgt mewek dari awal”
@kurniasy menulis, “Yang terakhir si paling setuju.. ngakak sampe susah ngemil”
@BestieJokowi menulis, “Film yg Bagus”
@Rakhmatdi1 menulis, “Ternyata aku nangis cantik”
@ucancallmestela menulis, “MiracleInCell No7 keren abis”
@ilvydyo menulis, “MiracleInCell No7 hebat banget ya bisa bikin nangis kejer 🙁 tapi sebelum nangisnya itu comedy nya lucu banget bikin ngakak kenceng”
@sialecakwe menulis, “MiracleInCell No7 film ter the best”
Menangis bersama dalam film “Miracle in Cell No.7”
Sejak diumumkan pertama kali akan ada sebuah remake “Miracle in Cell No.7” versi Indonesia, banyak yang mempertanyakan apakah bisa menandingi rasa yang dihadirkan oleh film aslinya, Hanung Bramantyo pun mampu menjawabnya.
Sebagian besar penikmat film mungkin sudah pernah menyaksikan “Miracle in Cell No.7” asli karya sutradara Korea Selatan Lee Hwan Kyung tahun 2013. Tentunya masih ingat juga adegan demi adegan yang membuat haru biru sepanjang pemutaran film.
Hal serupa juga dapat ditemukan dalam “Miracle in Cell No.7” versi Indonesia atau karya dari Hanung Bramantyo. Film ini kurang lebih menghadirkan suasana yang tak jauh beda, menangis, tertawa, menangis lagi, tertawa lagi hingga membuat dada terasa penuh.
Diceritakan Dodo (Vino G Bastian), seorang ayah dengan kecerdasan terbatas, hanya ingin menjadi ayah yang baik bagi anaknya, Kartika (Graciella Abigail). Kartika yang saat itu masih sangat kecil selalu berusaha untuk menjaga dan merawat sang ayah.
Keduanya menjalani hidup yang bahagia, dan Kartika bangga dengan ayahnya yang hanya berjualan balon. Namun, kebahagiaan tersebut hanya sementara, karena Dodo dan Kartika kemudian terpaksa berpisah.
Dodo ditangkap atas tuduhan pemerkosaan dan pembunuhan terhadap gadis kecil yang bernama Melati.
Dodo mendekam di sel penjara Nomor 7 yang dihuni oleh beberapa napi, seperti Ketua Geng (Indro Warkop), Jaki (Tora Sudiro), Asrul (Bryan Domani), Bewok (Rigel) dan Atmo (Indra Jegel).
Dodo melewati berbagai peristiwa yang kurang menyenangkan dalam sel penjara, namun pada akhirnya dia menjadi kesayangan rekan-rekan napi. Dodo yang sangat rindu dengan Kartika pun mendapatkan bantuan untuk menyelundupkan sang putri ke dalam sel.
Kedekatan antara Dodo dan Kartika, ternyata menularkan kebahagiaan bagi para napi lain yang di penjara di sel tersebut.
Mereka pun mulai meragukan tuduhan atau kasus pemerkosaan dan pembunuhan yang dilakukan Dodo. Akhirnya para napi bahu-membahu untuk menyiapkan pembelaan terhadap Dodo di persidangan.
11-12 dengan aslinya
Seperti remake pada umumnya, “Miracle in Cell No.7” memiliki alur cerita yang tak jauh berbeda. Hanya saja, versi Hanung ini mempunyai kisah menariknya sendiri, terasa sangat Indonesia, seperti adanya wartel, rumah pinggir rel, hingga kegiatan anak-anak mengaji di sore hari.
Penggambaran yang sempurna ini pun membuat penonton begitu dekat dengan kisahnya, dan menjadikan “Miracle in Cell No.7” seperti milik Indonesia sendiri.
Awal film diputar, penonton mungkin agak sedikit deg-degan ke mana cerita ini akan dibawa. Lima menit terlewati, kenyamanan dan kehangatan hubungan antara ayah dan anak ini terasa hingga bangku penonton.
Besarnya cinta dan kasih sayang Dodo kepada Kartika, mampu membuat siapa saja yang menyaksikan langsung mengenang sosok ayahnya sendiri.
Menangis-tertawa brutal
Penikmat film yang berencana menyaksikan “Miracle in Cell No.7” pasti sudah tahu konsekuensinya, yakni menangis tanpa henti. Tak perlu berlama-lama, 10 menit pertama saat film dimulai, penonton sudah dibuat berkaca-kaca.
Kemudian 10 menit setelahnya, dibuat tertawa terpingkal-pingkal lalu menangis lagi secara tiba-tiba. Emosi penonton seolah diajak naik rollercoster secara cepat.
Namun itu baru setengah film saja, babak berikutnya Hanung benar-benar akan menguras seluruh airmata penonton tanpa tersisa. Adegan-adegan ikonik dan titik klimaks dari “Miracle in Cell No.7” disuguhkan secara sempurna dan menggetarkan hati.
Tak heran jika sang sutradara asli Lee Hwan Kyung sempat mengatakan bahwa remake versi Indonesia adalah yang terbaik di antara negara lain.
“Saya percaya film ini bisa sukses, bahkan melampaui film Korea-nya,” ujar Lee Hwan Kyung pada Agustus lalu.
Film ini merupakan sebuah paket lengkap yang menyajikan komedi segar khas orang Indonesia yang dilontarkan oleh komika.
Penuh totalitas
Acungan jempol baik atas film ini tak hanya diberikan kepada Hanung, tapi juga untuk para aktor dan aktris yang terlibat. Tanpa Vino, Graciella dan Mawar de Jongh (Kartika dewasa), mungkin pesan dan emosi yang ingin disalurkan pada film tidak akan sampai.
Tanpa Indro, Tora, Indra Jegel dan Bryan, mungkin juga komedinya tidak akan selucu itu. Semua pemain memberikan porsinya masing-masing dan patut diapresiasi.
Namun, kehadiran Graciella Abigail benar-benar mencuri perhatian. Tokoh Kartika kecil merupakan salah satu kunci penting dari keberhasilan film ini.
Totalitas Graciella membuat “Miracle in Cell No.7” menjadi film yang benar-benar menyentuh dan meninggalkan kesan yang dalam.
Sementara itu, karakter Dodo akan sangat kuat sekaligus rentan jika tidak disampaikan dengan baik oleh aktornya. Vino mampu memainkannya dengan piawai sehingga menimbulkan simpatik. Siapapun akan langsung mengasihi Dodo.
Secara keseluruhan, “Miracle in Cell No.7” adalah film yang sangat menggetarkan dan menghangatkan hati. Film tersebut pun mampu bersanding dengan versi aslinya.
Hilangkan semua gengsi dan biarkan airmata mengalir saat menyaksikan “Miracle in Cell No.7”. Haru, sedih, bahagia akan memenuhi hati penonton usai menyaksikannya.
“Miracle in Cell No.7” tayang mulai 8 September 2022 di seluruh bioskop Indonesia. Film ini masuk dalam kategori semua umur (SU) yang bisa disaksikan oleh anak-anak hingga dewasa. (Antaranews.com/Maria Cicilia)
7 REAKSI NONTON #MiracleinCellNo7 yang No.7 Bikin…………… 🙏🏻 pic.twitter.com/MLC9bNfXSf
— Falcon Pictures (@FalconPictures_) September 5, 2022