Business is booming.

Hasto Trending, Netizen: Kenapa Baru Bahas Sekarang?

PDIP merespons tuduhan SBY yang mengatakan, Pemilu 2024 bisa tidak jujur

Hasto trending di media sosial Twitter pada Minggu (18/9/2022), menyusul Sekjen PDIP itu merespons tuduhan SBY yang mengatakan, ada tanda-tanda Pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil.

“Mohon maaf Pak SBY tidak bijak. Dalam catatan kualitas Pemilu, tahun 2009 justru menjadi puncak kecurangan yang terjadi dalam sejarah demokrasi, dan hal tersebut Pak SBY yang bertanggung jawab,” kata Hasto dalam keterangan resminya, Sabtu (17/9).

Sontak netizen gaduh menanggapi tagar Hasto hingga tercatat 2.059 ciutan (Tweets) yang mereka sampaikan. Berikut beragam ciutan mereka.

Seperti pemilik akun Twitter @romi_sww menulis, “TIDAK PERLU SALING SERANG, BAGAIMANAPUN JUGA DIJAMAN PAK SBY MASIH LEBIH BAIK DARI SEKARANG, KERUKUNAN UMAT BERAGAMA TERJAMIN, TIDAK ADA PERMUSUHAN DENGAN PARA ULAMA, DAN PEMERINTAH PAK SBY TIDAK ANTI KRITIK”

Lalu akun Twitter @GobNyoe menulis, “Politikus saling berbalas pantun…aaah tontonan seru nih”

@Kangkomen34 menulis, “Berbuatlah sesukamu hasto selama kau masih hidup”

@adiw9237 menulis, “Yaa buka2 an biar kedepan bisa lbh jujur”

@esangkoloep menulis, “Sama² gak becus”

@Akunalter1896 menulis, “Udahlah sama-sama curang juga dikira rakyat setolol itu apa”

@janetez69 menulis, “Warning Esbeye wajib diperhatikan, karena ini masa depan Indonesia supaya tidak punah 2030”

@L4NK menulis, “Klo Curang tgl laporkan aja…mereka tahu lapor pun org2 dibayar semua, udh di bawa kendali UANG”

@Rinaldi_hop menulis, “Kenapa baru bahas sekarang banteng merah”

@MulyonoYani menulis, “Orang klo suka bermain curang pasti pola pikirnya jg menyamakan orang lain seperti dirinya.”

@Kingdarius102 menulis, “Nah 2009 kan curang, kalo 2024 dak ada tu kecurangan”

@RH_alan07 menulis, “Sama sama salah malah saling kritik itu aib blok”

@CNNIndonesia menulis, “PDIP Balas SBY soal Pemilu Tak Jujur: Puncak Kecurangan Ada di 2009”

@Fezyal menulis, “2009 presidennya bu mega dan partai sudara yg pegang kekuasaan..jadi ini maksudnya mo ngaku pas 2009 kalian curang?

@modejuang menulis, “Kalau memang ada kecurangan terus mau dilanjut sampai kapan? Sampai rakyat menderita atas kebijakan kebijakan tidak merakyat?????”

@busyairi_majid menulis, “sama2 curang”

@aserius76 menulis, “PDIP langsung respon SBY dan Demokrat. Ini menandakan power Demokrat semakin meningkat. PDIP semakin kepepet. Tim PDIP cuma bisa koar-koar saat jadi oposisi. Tapi kedodoran saat berada di pemerintahan.”

@Andra89996910 menulis, “Biasa membalik2 fakta ni partai merah… Lebih 800 petugas KPU meninggal dunia menjadi tanda tanya besar bagi penguasa, bagaimana coklat bermain dengan 1001 manuver dan terus terbawa hingga Allah menunjukkan jejak mereka dengan kasus viral akhir2 ini.”

@ikikidid menulis, “Curang mana pas kardus digembok & puluhan petugas tps sampe meninggal?!?”

@bebinsaputra menulis, “Hahaha.. Makasi PDIP harga mahal2, beras mahal, telur,minyak… cuma sawit, karet yg murah… pdip luar biasa”

@BiangKe181274 menulis, “terimakasih pdip,,berkat partai wong cilik, negeri ini sekarang jadi bnyak wong cilik/wong miskin karena kebijakan yang tidak pro rakyat”

@mufadhil menulis, “Waduh pada ketakutan pas pak SBY ngomong mau turun gunung lagi…”

@jembsamr menulis, “kardus digembok mulai tahun berapa to hasto?”

@erikbanjar2 menulis, “Husss….. sesama bis kota dilarang mendahui”

@titondndn menulis, “2019 600 petugas KPPs meninggal alasan kelelahan, masuk akal?!”

@aridewa94204670 menulis, “langit kecurangan Pilpres ada di tahun 2019”

@anakmaghribb menulis, “tau curang knp ikutan curang??”

@majjaanan menulis, “ayo dong ah saling buka biar seru, jdi rakyat tau menangny hasil tak jujur”

@YudhistiraDoddy menulis, “Kalo puncaknya 2009 … berarti selanjut2nya ada kecurangan juga ya”

@twhandayani78 menulis, “Salah Tong. Puncaknya di 2019”

@fun_taste_tic menulis, “Hati² bicara.., nanti rakyat pada nanya: Emang 2019 kagak curang apa…???”

@linda1_1 menulis, “Capek.. Pemerintah emang g bisa ya bersatu untuk kepentingan bersama? Tidak saling tuding menuding menggembungkan kepentingan pribadi? Diperhatiin koq makin kesini makin kemana, heran”

@Piethom1 menulis, “Hiiii enjoy aja pak…..Yang baik pasti di beri jalan lbh baik.”

@Kenedi_16 menulis, “Secara tidak langsung, PDIP mengakui telah melakukan kecurangan dalam pemilu, sepertinya selama presiden nya jokowi, maka HARUN MASIKU, tidak akan tertangkap dan akan terus di lindungi. Baru di era pak owi si dimna banyak nya peraturan dan buzzer yang tidak jelas.!!”

@AliJafa39445977 menulis, “2009 para ketua KPU dikasih BONUS mnjadi pengurus Utama Demokrat. Pemilu TERKONYOL”

@ilhamrandy10 menulis, “Ratusan orang petugas KPPS meninggal di pemilu 2019 secara berbarengan, ini pemilu terburuk sepanjang sejarah”

@Yenithung1 menulis, “97rb pns fiktif era sby thn 2009 buat pdip menangis klah dg dmokrat prpol gurem yg curang krn pemilu 2009 skrg mlah tduh pdip curang di 2019 maling triak maling biasa kder dmokrat dibui 19thn jdi kmbing item korupsi brjamaah kel bsar sby cikeas buktinya adem ayam no dibongkar kpk”

@gardner_florian menulis, “Paling bener tuh gausah pake partai, dpr dan ketebelecenya. Ganti aplikasi aja dah biar rakyat pegang kendali atas nasibnya sendiri.”

@KodokNg11760053 menulis, “Puncak kecurangan dan ketololan ada di 2019. Udah tahu mukidi pembual masih pada dipilih lagi, negara ini orgnya tolol2. Maaf tp itu kenyataan”

@itchikiweud menulis, “Kalo pdip yg bilang curang sy dengan tegas mengatakan tidak percaya, 2019 di sinyalir pemilu paling curang setelah reformasi”

@StevenFajri3 menulis, “Mereka mulai saling buka aib bung. Tanda-tanda mulai ditinggalkan oleh voters dan ditahun 2024 praktik kecurangan pasti lebih susah dilakukan selain karna masyarakat yang kritis juga server KPU yang dipantau oleh hackers yang memastikan tidak ada kecurangan”

@Izmi40748816 menulis, “Ni orang otaknya udah ke dengkul apa gimna yah? 2019 noh partai lu manipulasi data. Kardus di gembok”

@lizalinda17 menulis, “Knapa ya kalau lihat orang ini gue langsung neg. Kebayang nangis2, kebayang masiku..”

@FanduHolic menulis, “Smaa sama sepuluh tahun berkuasa iyaa sama aja cuma beda orang aja”

@FahmyRully menulis, “Harun masiku skandal besar di balik pemilu, dari partai apa hayooooo”

@calungsutajaya menulis, “Hastooo hahaha. Aku padamuu.. Nangis2 tar yaaa..”

@patsamasta menulis, “Musibah terbesar bangsa Indonesia adalah kehadiran PDIP”

@randhilicious menulis, “Terima Kasih Pak SBY atas program BOS di masa Saya tahun 2005 masih SMP yang menjadikan Sekolah jadi bebas biaya SPP.”

@ArRayah43832329 menulis, “Jadi Kangen Hasto yang dulu… Yang dengan penuh semangat gagah beraninya protes keras kenaikan harga bbm dan pencabutan subsidi untuk rakyat. Om Hasto nya masih ada ga ya??? Mau minta tolong protes keras k pemerintah lagi nih”

@IrwanAlief1 menulis, “2024 kalo = Anies yg jadi presiden = tidak curang. Yg lain jadi presiden = pasti curang”

PDIP Balas SBY soal Pemilu Tak Jujur: Puncak Kecurangan Ada di 2009

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto menuding gelaran Pemilu 2009 ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih menjabat presiden RI sebagai puncak kecurangan dalam sejarah demokrasi Indonesia.

Baca Juga:  Akbar Tanjung Trending, Netizen: Tokoh2 Senior Turun Gunung?

Hal itu dia sampaikan merespons tuduhan SBY yang sebelumnya mengatakan, ada tanda-tanda Pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil.

“Mohon maaf Pak SBY tidak bijak. Dalam catatan kualitas Pemilu, tahun 2009 justru menjadi puncak kecurangan yang terjadi dalam sejarah demokrasi, dan hal tersebut Pak SBY yang bertanggung jawab,” kata Hasto dikutip cnnindonesia.com dalam keterangan resminya, Sabtu (17/9/2022).

Sekjen PDIP lantas menduga terjadi kecurangan pemilu dalam proses penyusunan daftar pemilih tetap (DPT) di Pemilu 2009.

Bahkan, Ia membandingkan dengan zaman presiden kedua Soeharto yang tak pernah ada manipulasi DPT Pemilu.

Tak hanya itu, Hasto juga menyinggung nama Anas Urbaningrum dan Andi Nurpati usai menjabat sebagai komisioner KPU justru direkrut menjadi pengurus Partai Demokrat.

Diketahui, Anas sempat menjabat sebagai komisioner KPU pada periode 2001-2005. Sementara Andi Nurpati menjabat sebagai komisioner KPU pada periode 2007-2012.

“Di luar itu, data-data hasil Pemilu kemudian dimusnahkan. Berbagai bentuk tim senyap dibentuk. Selain itu, menurut penelitian, SBY menggunakan dana hasil kenaikan BBM untuk kepentingan elektoral. Pada saat bersamaan terjadi politisasi hukum terhadap lawan politik Pak SBY,” ujar Hasto.

Tak hanya itu, Hasto turut mempersilakan SBY untuk turun gunung pada Pemilu 2024 mendatang. Namun, PDIP tak akan tinggal diam bila SBY menyebarkan fitnah kepada Jokowi. Baginya, Jokowi diklaim tidak pernah punya pikiran jahat seperti yang dituduhkan SBY.

“Setahu saya, beliau (SBY) tidak pernah lagi naik gunung. Jadi turun gunungnya Pak SBY sudah lama dan berulang kali. Monggo turun gunung. PDI Perjuangan akan naik gunung agar bisa melihat dengan jelas apa yang akan dilakukan oleh Pak SBY. Sebab informasi yang diterima Pak SBY sangat tidak tepat. Jadi hati-hati kalau mau ganggu Pak Jokowi,” kata Hasto.

Baca Juga:  Tim Indonesia Tangguh Kibarkan Merah Putih di Istana

Di sisi lain, Hasto menganggap wajar bila SBY sebagai seorang ayah ingin yang terbaik untuk sang anak, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Diketahui terdapat kabar AHY akan diusung oleh Demokrat sebagai Capres di Pilpres 2024.

“Bisa tidaknya Demokrat bisa mencalonkan AHY dalam pilpres jangan dijadikan indikator sebagaimana tuduhan adanya skenario Pemerintahan Pak Jokowi untuk berbuat jahat dalam Pemilu,” kata dia.

Sebelumnya, SBY sempat menyatakan bakal turungunung menghadapi Pemilu 2024. Ia mengklaim mendapat informasi penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut bisa tidak jujur dan adil.

Pernyataan SBY itu disampaikan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Tahun 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Kamis (15/9).

“Para kader, mengapa saya harus turun gunung menghadapi Pemilihan Umum 2024 mendatang? Saya mendengar, mengetahui, bahwa ada tanda-tanda Pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil,” ujar SBY.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...