Iwan Bule Trending, Netizen: Indonesia Peringkat 2 di Dunia, FIFA Beri Sanksi?
Ketua Umum PSSI meminta maaf atas tragedi berdarah pada laga tanding Arema vs Persebaya
Tagar Iwan Bule trending di media sosial Twitter pada Minggu (2/10/2022), menyusul Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan meminta maaf atas tragedi berdarah pada laga tanding Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022).
“PSSI menyesalkan tindakan suporter Aremania di Stadion Kanjuruhan,” kata Iriawan yang akrab dipanggil Iwan Bule.
“Kami berduka cita dan meminta maaf kepada keluarga korban serta semua pihak atas insiden tersebut. Untuk itu PSSI langsung membentuk tim investigasi dan segera berangkat ke Malang,” ucap Iriawan.
Netizen pun gaduh menananggapi tagar Iwan Bule yang trending hingga tercatat 9.292 ciutan (Tweets) yang mereka sampaikan. Berikut beragam ciutan mereka.
Seperti pemilik akun Twitter @mecomuhammad menulis, “Indonesia now at the 2nd place with 128 casualties, Iwan Bule as PSSI chairman has to step down with shame. (Indonesia kini berada di peringkat ke-2 dengan 128 korban jiwa, Iwan Bule sebagai Ketua Umum PSSI harus mundur karena malu-Red)”
Indonesia now at the 2nd place with 128 casualties, Iwan Bule as PSSI chairman has to step down with shame pic.twitter.com/7ZEpLBbHBx
— Meco (@mecomuhammad) October 2, 2022
Lalu akun Twitter @Carl_Lie76 menulis, “Yess/agree with you..with no hesitation!! (Ya/setuju dengan Anda.. tanpa ragu!)
@ChoyruImam menulis, “1. Rombak total kepengurusan PSSI, Iwan Bule dan kroninya wajib mengundurkan diri
2. Evaluasi total kerja aparat dan sanksi utk aparat yg bertugas di Kanjuruhan
3. Arema sbg klub dan elemen suporternya juga mesti dijatuhi sanksi”
@riken_vf menulis, “Innalillahi Turut berduka atas tragedi kanjuruhan, semoga pihak polisi, indosiar, PSSI dan iwan bule.
Bisa bertanggung jawab akan hal ini.
@SportsTime_id menuliss, “-Regulatornya sembrono
-suporternya katro
-broadcasternya gila rating
-Panpel nya mata duitan
-polisinya gatau aturan.
Kombinasi mematikan, REST IN PEACE SEPAK BOLA INDONESIA🥀🥺”
@dizarrru menulis, “Bayangin dari 40 rb penonton , turun merusuh dilapangan 30 rb. Aparat bingung mau ngapain kali, kudunya ditonton aja kali ke katro an supporter nta:”)”
@miekaritelor menulis, “Polisi malah makin memperparah keadaan”
@tri22hy menulis, “Setuju. Ini semua bukan hanya kesalahan 1 pihak tapi berkaitan dengan elemen lainnya. Jadwal pertandingan terlalu malam demi mengejar rating. Semua aturan di tabrak demi kepentingan. kadang terpikir perlukah PSSI???”
@dika_gele menulis, “Selama akarnya Lom dibenahin, kejadian ini bakal terus terulang lagi. Benahin dulu semuanya yg kampungan,mulai dari ketum nya, manajemennya, suporternya, pemainnya. Yuk ditunggu segera yuk sangsi FIFA, bekukan aja lah sepak bola Indonesia”
@sebastiancepott menulis, “Regulatornya sembrono, suporternya katro, broadcasternya gila rating, panpelnya mata duitan, polisinya gatau aturan. Kombinasi mematikan. Jadikan pelajaran, kalau masih tinggal di indonesia, usahakan jangan datang langsung ke stadion untuk nonton bola. Se-simpel itu.
R.I.P🖤”
@limulkhak menulis, “jargonya “Tidak ada sepak bola seharga nyawa” tapi kenapa nyawa bgitu mudah hilang hanya karna fanatisme buta di lapangan. dia pemain persebaya!! tidakk,,ada saatnya bakal jadi pemain arema juga pembelaan itu hanya murni karna kontrak dan uang, lalu knapa kamu mendukung mati”an??”
@hikmalazza menulis, “ga mungkin Arema bisa separah itu kecuali ada suporter lawan. itu tambah ruwet karena gas air mata, semua orang kalang kabut”
@lalala89440896 menulis, “Lah aparatnya klah jumlah.. dibiarin rusak segalanya.. ujung2nya salah aparat lagi? Sikap suppoter lah yg menentukan pengambilan keputusan petugas!”
@Mawang_Yeager menulis, “Support Indo katro semua, apa mereka ga ngerti bola sih? masa iya kalo kalah harus selalu rusuh, kenapa tolol bgt…”
@zha_lim8 menulis, “provokator pasti ada, tinggal kita kitanya aja, klo dewasa ya lapor ke organisasi suporter biar di kenai sanksi sosial atau kagak kepancing aja dah bagus daripada ikut ikutan”
@aparatsepele menulis, “suporter bnyk yg turun gara gara aparat bnyk yg mukulin suporter jdi rusuh”
@Imaz34477714 menulis, “paket komplit, tinggal menungg sanksi fifa ,gagal jd tuan rumah piala dunia u20 n kasian para junior2nya yg skrg sedang semangat bertanding dikancah internasional.”
@kmalaja75 menulis, “Ga ada bosan nya kita bilang, “ayo belajar dr tragedi ini”.. Tp selalu hal yg sama terulang lagi… Jgn ada pihak yg merasa benar, semuanya SALAH…, jg ada yg merasa dizolimi, krn kalian semua MENZOLIMI sepakbola dan nyawa manusia,ðŸ˜ðŸ˜¡”
@aghiellucyfer menulis, “Ya Allah apa dosa bangsa ini .. nangis gw tau berita ini”
@jasmineatl28 menulis, “semuanya salah….
makanya makan korban
lain kali jk tdk ada sanksi di harap semua cerdas
biar tdk berulang lagi memakan korban jiwa
turut berduka cita utk keluarga korban
dan semoga kedepan suporter” dr seluruh indonesia bs ttp damai di stadion manapun”
@iwanawwaluddin menulis, “Liga indonesia disiarin di tv aja, gausah ada penonton distadiun”
@fikrimsaputra menulis, “bener. gausah saling menyalahkan, org salah semua kok. kita yg gatau apa2 tinggal nunggu dapet sanksinya aja:)”
@Lathifah_21 menulis, “Inilah kenyataan persepakbolaan di Indonesia…maju piala dunia cuma sekedar wacana…..”
@Bmx13seniman menulis, “Sebentar lagi stadion di Indonesia tidak lebih hanya untuk konser musik”
@NetizenVoices menulis, “Kalau asosiasi dan panpel tidak BECUS mengadakan kegiatan… sebaiknya jangan jadi penyelenggara. Setiap kegiatan pasti ada PENANGGUNG JAWAB KEGIATAN… pihak inilah yg harus di TUNTUT secara HUKUM.”
@sefa_zulfikar menulis, “Puncak dari keruwetan sepak bola indonesia”
@kodokhijau2014 menulis, “Iwan bule mundurr….”
PSSI Akui Korban Meninggal di Kanjuruhan: Kami Minta Maaf
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengakui korban jiwa yang muncul dari kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10).
Dalam rilis yang dikeluarkan PSSI pada Minggu (2/10) dini hari, korban meninggal dari tragedi Kanjuruhan berasal dari suporter dan aparat kepolisian.
Akibat insiden tragis tersebut PSSI meminta maaf dan menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan pihak yang terkait dengan peristiwa nahas itu.
“PSSI menyesalkan tindakan suporter Aremania di Stadion Kanjuruhan,” kata Iriawan dikutip CNNindonesia.com.
“Kami berduka cita dan meminta maaf kepada keluarga korban serta semua pihak atas insiden tersebut. Untuk itu PSSI langsung membentuk tim investigasi dan segera berangkat ke Malang,” ucap Iriawan menambahkan.
Selanjutnya PSSI mendukung pihak kepolisian menyelidiki kasus ini. Menurut PSSI insiden nahas di Stadion Kanjuruhan mencoreng wajah sepak bola Indonesia.
“Untuk sementara kompetisi Liga 1 2022/2023 kami hentikan selama satu pekan. Selain itu tim Arema FC dilarang menjadi tuan rumah selama sisa kompetisi musim ini,” tutur Iriawan.
Pernyataan Iriawan itu berbeda dengan yang dikeluarkan Ketua Komdis PSSI Erwin Tobing. Dalam rilis sebelumnya Komdis PSSI menyebut Arema terancam dilarang menjadi tuan rumah di Liga 1 pada sisa musim ini.
Kerusuhan di Kanjuruhan bermula dari bentrok suporter Arema FC dengan kepolisian. Pendukung marah karena Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya Surabaya dalam laga Liga 1.
Padahal disitu terlihat jelas yang mukul siapa. Tapi yang disalahkan selalu Polisi. Kenapa?? pic.twitter.com/54BUSKStLx
— James Bono (@jamesbono_id) October 2, 2022