Tragedi di Indonesia, Bentrok Suporter Arema vs Persebaya Tewaskan 127 Orang, Diberitakan Media Asing
Media asing pun ikut memberitakan tragedi ini. Salah satunya akun twitter berbahasa Spanyol @AIertaMundiaI
“Tak Ada Sepakbola Seharga Nyawa Manusia.” Demikian jargon yang beredar di media sosial pagi ini.
Nyatanya pertandingan sepakbola antara Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, berakhir dengan kerusuhan yang menewaskan ratusan orang.
Data terakhir sebanyak 127 orang meninggal dunia berasal dari suporter kedua kesebelasan.
Dan akibat kerusuhan dengan korban tak diperkirakan itu, selain panitia pelaksana, polisi pun ikut dipersalahkan.
Ini karena penggunaan gas air mata saat mencoba meredakan kerusuhan dan ternyata malah menyebabkan aksi bentrok menjadi-jadi.
Bahkan tulisan dan teriakan copot Kapolri Listyo Prabowo mulai bermunculan.
Suporter keduanya memang cenderung bermusuhan sejak lama.
Kekalahan tuan rumah 2-3 oleh Persebaya ikut memicu kerusuhan.
Dan banyaknya jumlah korban menyebabkan tragedi kerusuhan Arema vs Persebaya mendunia.
Media asing pun ikut memberitakan tragedi ini. Salah satunya akun twitter berbahasa Spanyol @AIertaMundiaI
“URGEN: Sedikitnya 127 orang tewas dan 180 luka-luka dalam kerusuhan di pertandingan sepak bola antara Arena FC dan Persebaya Surabaya di Kanjuruhan, Indonesia” kata polisi.
🇮🇩 | URGENTE: Al menos 127 personas muertas y 180 heridas en disturbios en en un partido de fútbol entre el Arena FC y Persebaya Surabaya en Kanjuruhan, Indonesia, dice la policía. pic.twitter.com/zE15cMczIw
— Alerta Mundial (@AIertaMundiaI) October 1, 2022
Bahkan dalam beberapa menit kemudian, akun ini memberitakan lagi bahwa jumlah meninggal dunia menjadi 130 orang.
“TRAGEDIA EN INDONESIA: Aumentó a 130 muertos y más de 180 heridos en un partido de fútbol en Indonesia.”
Sementara itu pemberitaan di Indonesia tak kalah hebat, termasuk jumlah orang yang tewas dalam bentrok tersebut.
“BREAKING‼️ Total korban meninggal dunia 127 Orang, dan kemungkinan bisa bertambah. Salah satu tragedi kelam sejarah sepak bola Indonesia, bahkan dunia. Rest in Peace#Arema #Persebaya #Kanjuruhan.” Demikian @dianoaxl
Sebelumnya, kesebelasan Arema FC kalah 2-3 dari tamunya Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga I, Sabtu (01/10/2022) di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur.
Tidak terima atas kekalahan itu, ribuan pendukung tuan rumah merangsek masuk ke dalam lapangan dan memicu kericuhan di lapangan. Akibatnya, sejumlah korban berjatuhan.
Awalnya laga kesebelasan Arema FC vs Persebaya Surabaya dalam BRI Liga 1 berjalan seru sejak berjalannya laga. Kedua kubu saling serang.
Tuan rumah kebobolan terlebih dahulu, 8 menit setelah wasit meniup peluit dimulainya pertandingan.
Pemain Persebaya Silvio Rodrigues Pereira Junior mampu lolos dari jebakan offside dan dengan cepat melesakkan si kulit bundar ke gawang Arema FC. Gol 0-1 untuk keunggulan sementara Persebaya FC.
Berikutnya, tuan rumah melakukan serangan balik. Namun hal itu justru membuat barisan pertahanan tuan rumah keropos. Menit ke-32, Arema FC kembali kebobolan.
Pemain Persebaya, Leo Lelis, berhasil memanfaatkan sebuah tendangan hukuman di depan gawang dan kembali menambah pundi-pundi gol.
Kedudukan 0-2 untuk keunggulan sementara tim Bajul Ijo.
Arema FC baru bisa membalas ketertinggalan lewat gol yang dicetak oleh Abel Camara menit 42 dan tendangan penalti Abel Camara menit 47.
Di babak kedua, Bajul Ijo kembali mencetak gol dan itu menjadi gol kemenangan Bajul Ijo setelah 23 tahun tak pernah menang di kandang Singo Edan.
Gol kemenangan 2-3 Persebaya dicetak Menit 51 oleh Sho Yamamoto.
Sejatinya Arema FC sudah berupaya menyamakan kedudukan dengan melakukan pergantian pemain.
Namun taktik yang diracik Javier Roca tak mampu mengalahkan taktik yang diracik Aji Santoso pelatih Persebaya.
Suporter langsung menyerbu ke tengah lapangan begitu peliut tanda pertandingan berakhir ditiup. Mereka tak terima tim kesayangannya kalah.
Lalu, suporter membuat kericuhan di dalam stadion sehingga membuat suasana tidak kondusif.
Mulanya dikabarkan hanya 40 orang yang tewas, lalu 60 orang, dan pagi ini versi polisi menyebut 127 orang meningkat dua kali lipat lebih.
PSSI melalui akun resminya @PSSI menyampaikan duka cita mendalam.
“Turut berduka cita atas kejadian yang menimpa pecinta sepak bola Tanah Air di Stadion Kanjuruhan, Malang. Semoga almarhum dan alamarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggal dapat diberi ketabahan. #KitaGaruda #MeraihImpian