Business is booming.

Panglima TNI Trending, Netizen: Usut Pak, Saya Nunggu Janji Bapak

Mabes TNI sedang melakukan investigasi untuk ungkap aksi viral oknum TNI

Tagar Panglima TNI trending di media sosial Twitter pada Senin (3/10/2022), menyusul Mabes TNI sedang melakukan investigasi untuk mengungkap aksi viral oknum TNI yang menendang suporter di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

“Ya, kami sudah sejak kemarin sore melakukan investigasi sekaligus kami lanjutkan dengan proses hukum. Karena apa? Karena memang yang viral itu, itu kan sangat jelas tindakan di luar kewenangan (prajurit TNI),” kata Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Sontak netizen pun gaduh menanggapi tagar Panglima TNI hingga tercatat 10.900 ciutan (Tweets) yang mereka sampaikan. Berikut beragam ciutan mereka.

Seperti pemilik akun Twitter @masadamsahid menulis, “Tumben statement dari aparat bener dan mau ngakuin kesalahan. Boleh lah kasih apresiasi. Selanjutnya reformasi di institusi TNI, pak. Kasih pendidikan yang lebih humanis dan jangan ngedepanin otot mulu untuk menangani rakyat sipil.”

Lalu akun Twitter @hidayat_epik menulis, “Tangkap pk klo bener serius mau bebenah”

@ArifAhm63511721 menulis, “Usut pak, saya nunggu janji bapak”

@HOLKYONGKY menulis, “Gw ngerasain bgt nonton bola Edisi 2004 sampai 2008. Era masih liga djarum dan copa.dji sam soe. Itu betapa rusuhnya derby tangerang. (Setiap derby pasti makan korban). Tapi ga prnh liat TNI yg pukul sna pukul sini. Mereka cuma coba ngelerai kerusuhan dgn cara ngusir ke2 suporter”

@GomarusBudiatn4 menulis, “Pak andiak sudah mengakui kasalahan prajuritnya … bagaiaman pak Listyo Sigit??”

@Reziahmadd menulis, “lebih baik ngaku salah daripada nawarkan keluarga korban jadi polisi h3h3”

@ArionoJonet menulis, “Ini bedanya TNI sama yang atulagi”

@raden_fahmi menulis, “Mau pemilu bos, dan beliaunya banyak dicalonkan jadi presiden 2024. Dah hafal model gini2an mukanya sedang menghiasi medsos2.”

@sedikitkeluhh menulis, “Gak seperti bapak sebelah yang nawarin anak korban buat masuk puliciiii wkwk”

@anggalogica menulis, “Ya seeengaknya statementnya bagus lah dan gentle, kalo salah ya bilang salah.”

@sunjaya menulis, “Bakat, skill, ketangguhan, gigih, dll para prajurit yg di video2 itu udah oke sih… Cocok untuk dikirim ke Papua memberantas gerombolan pengacau keamanan OPM dll”

@namjoiun menulis, “Bahkan sekalipun orang yg ditendang nggak meninggal, ya tetep aja salah bodoh, lu pikir itu yg ditendang apa, itu manusia ajg, menyerang rakyat dg membabi buta apa itu pantas di sebut sahabat rakyat? Nggak ajg, artinya mereka bukan ‘sahabat rakyat’, sama aja kayak isolop, ACAB.”

@jidandunn menulis, “Tapi mending yg ini ketimbang institusi badut sebelah, anak korban mau dijadiin halodek🤡”

@Tan_Mar3M menulis, “Pecat jend”

@leviyossypalevi menulis, “Bisa diusut kok Pak Kalo mau. Ada video rekamannya udah tersebar..”

@manghari500 menulis, “ekspos nama pangkat dan kesatuan nya klo bener mau TNI transprant

@apan_dwi menulis, “Ini tegas, mengakui kesalahan, gak kaya @DivHumas_Polri maaf pun tida….”

@rizkysapranos menulis, “Alhamdulillah terima kasih pak,semoga betul2 ditindak. Saya heran, org2 dr instansi yg lainnya ga paham kah, kl mengakui kesalahan itu bakal mengangkat respek masyarakat? Drpd muter2 cari pembenaran, lebih baik cari solusi dan keadilan.”

@Poetra1908 menulis, “Mantap Pak, hukum seberat2nya”

@IraSamsudin menulis, “Yg bener² bikin penasaran, siapa orangnya yg nendang dari belakang itu?”

@R_Godanggg menulis, “Tuh akui dan hukum sesuai prosedur dan disiplin kalian. Lalu Polri mana nih? Masih berkilah dg sesuai prosedur blabla ga nih”

@introvert_akut menulis, “Setahuku, baik polisi atau TNI itu tidak boleh melakukan kekerasan pada rakyat sipil, bahkan jika mereka dikasarin, kecuali kalo rakyat sipil mau membunuh mereka. Tapi di sana kan nggak. Padahal kan mereka digaji sama rakyat sipil. Malu sih, nggak bisa tahan emosi.”

@ahmad_gaon menulis, “Iya mempertahankan diri tuh dua pihak saling berhadapan, kalo dua pihak hadep ke arah yg sama dan salah satunya menyakiti pihak lain ya jelas namanya nyerang. Keliatan yg ditendang jg jalan santai/lari ke arah tribun buat nyelametin diri…”

@ucihasamsudin menulis, “Tindakan yg dilakukan prajurit sperti itu memang jelas tindak pidana yang jelas tidak boleh dilakukan seorang prajurit,maka silahkan pak di tindak tegas,supaya stigma masyarakat tidak smakin buruk kepada TNI,trimakasih BRAVOO..!!!

@ahsan_kan menulis, “Rakyat tdk butuh bulan saja, namun butuh bukti nyata, diberikan sanksi yg berat, jgn sprti si coklat yg hanya banyk pernyataan namun NOL besar, buktikn bila ingin bersama rakyt”

@Muhamad67983914 menulis, “Seperti pembunuhan massal gitu y, didalam stadion ditembaki gas air mata enggak bisa ngebayangin kasian yg bawa keluarga 😥, intinya kalian harus bertanggung jawab”

@arbahamiyan menulis, “Nunggu tindak lanjutnya keputuasan yg di ambil untuk menghukum prajuritnya yg memukul dan menendang rakyat dengan sepatu dan sragam yg di beli rakyatnya itu sendiri.”

@Troyyyy10 menulis, “pecat pak … giliran sesama WNI galaknya minta ampun … coba yg galak kirim aj ke daerah konflik … biar galak juga”

@noras_raja menulis, “Ya udah pak segera tangkap dan pecat itu anggotanya yang ugal ugalan bantai suporter bola…”

@arx21 menulis, “Lebih ksatria..mengakui kesalahan yg dilakukan anak buahnya… mantap, Jenderal!”

@kh_notodiputro menulis, “Mantap panglima TNI.. langsung anak buahnya dipidanakan, tidak ada kata dibela dulu baru dipidanakan spt kebiasaan yg satu lagi itu….👍”

Oknum TNI Terlibat Tragedi Kanjuruhan Kena Pidana

Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa memastikan bahwa oknum prajurit TNI yang terbukti melakukan kekerasan di luar kewenangannya dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10) malam, akan diberikan sanksi pidana.

Baca Juga:  Citayam Fashion Week Benar-benar Menular Hingga Jam Gadang Bukittinggi

“Kami tidak akan mengarah pada disiplin, tidak, tetapi pidana karena memang itu sudah sangat berlebihan. Itu bukan dalam rangka mempertahankan diri atau (yang lain) misalnya. Itu bagi saya masuk ke tindak pidana,” ujar Andika kepada wartawan seperti dikutip Antaranews.com, usai mengikuti rapat koordinasi bersama sejumlah kementerian dan lembaga, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (3/10/2022).

Ia pun menyampaikan tim TNI telah mulai melakukan investigasi mengenai kemungkinan keterlibatan beberapa oknum prajurit TNI yang melakukan kekerasan pada beberapa suporter di area lapangan Kanjuruhan, sebagaimana terlihat dalam beberapa video yang beredar di tengah masyarakat.

“Ya, kami sudah sejak kemarin sore melakukan investigasi sekaligus kami lanjutkan dengan proses hukum. Karena apa? Karena memang yang viral itu, itu kan sangat jelas tindakan di luar kewenangan (prajurit TNI),” ujar Andika.

Meskipun begitu, kata dia, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan identitas oknum TNI tersebut. Ia lalu berjanji akan menyampaikan identitas oknum TNI itu maksimal pada besok sore.

“Kami di satuan akan telusuri dulu. Biarkan kami tuntaskan sampai dengan besok sore. Kami janji,” ujar Andika.

Selanjutnya, dia juga menyampaikan bahwa masyarakat dapat membantu pengusutan kasus ini. Andika mengatakan, bagi masyarakat yang mengetahui adanya oknum prajurit TNI yang melakukan kekerasan di lapangan Stadion Kanjuruhan, mereka bisa mengirim bukti berupa video kepada Pusat Penerangan (Puspen) TNI.

“Kami juga sambil menunggu nih apabila ada video-video lain yang bisa dikirim ke kami. Siapa tahu ada penonton yang saat itu juga mengambil video yang bisa jadi bahan melengkapi investigasi dan proses hukum. (Video dikirim) Ke Puspen boleh, ke saya boleh,” ujar dia.

Sebelumnya, permintaan pengusutan keterlibatan oknum prajurit TNI itu telah disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam.

Baca Juga:  Dugaan Trending di Twitter, Netizen Soroti Rilis PDIP Soal Intoleran

Ia mengatakan bahwa berdasarkan hasil rapat koordinasi terkait dengan pengusutan tragedi di Kanjuruhan, salah satunya disepakati bahwa Pemerintah meminta Jenderal Andika untuk melakukan tindakan cepat sesuai dengan aturan yang berlaku dalam mengusut kebenaran mengenai keterlibatan oknum TNI, sebagaimana terlihat dalam beberapa video yang beredar di tengah masyarakat.

“Di dalam video-video yang beredar, ada juga TNI yang nampaknya melakukan tindakan berlebih dan di luar kewenangannya. Apakah video itu benar atau tidak, Panglima TNI akan segera meneliti dan mengumumkannya kepada kita semua,” ujar Mahfud.

 

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...