Business is booming.

Polri Di Sisi Kemanusiaan Trending, Akun-akun Kepolisian Dikerahkan Perbaiki Imej Lembaga

Ada tips nih untuk sobat Polri yang tempat tinggalnya daerah rawan bencana banjir.

Pagi ini Polri Di Sisi Kemanusiaan trending. Sejumlah akun kepolisian dari tingkat Polda hingga Polsek dikerahkan untuk membagikan kalimat itu.

Hasilnya cukup positif Polri Di Sisi Kemanusiaan masuk jagat trending, meski netizen yang kritis sudah menebak bahwa Polri sedang berusaha mengalihkan narasi negatif selama ini.

Narasi buruk tentang polisi sedang tak terhindarkan beberapa bulan ini.

Setelah kasus penembakan Brigarir J dengan tersangka Irjen Ferdy Sambo, kasus tragedi Kanjuruhan membuat nama polisi seperti jatuh ke titik terendah.

Narasi backing perjudian di kasus Sambo, dan gas air mata kedaluwarsa membuat nama polisi seolah tak ada baiknya.

Padahal polisi tetap dibutuhkan masyarakat. Bayangkan tanpa polisi, kepada siapa mereka mengadu jika ada masalah di lingkungan mereka.

Siapa yang akan membasmi kejahatan yang meresahkan di sekitar masyarakat seperti kasus pencurian, perampokan, pemaksaan, tawuran dsb? Pasti larinya ke polisi.

Narasi kebencian terhadap polisi ini pun seolah tengah ditancapkan ke otak masyarakat dan itu akan cukup membahayakan.

Sebab dimata para pembenci, apa pun kebaikan yang dilakukan polisi menjadi tak berarti.

Meski demikian, berdiam diri terhadap narasi itu mungkin lebih buruk lagi.

Polisi mestinya terus berbuat baik sesuai tugas mereka, tak perlu terpengaruh narasi negatif.

Berikut cuitan akun-akun kepolisian terkait trending Polri Di Sisi Kemanusiaan

Baca Juga:  Profil AKBP Ayub Diponegoro Azhar, Akpol 2006, Kapolres Pacitan

@DivHumas_Polri: #KebersamaanPeduliBencana TNI-Polri Bantu Bersihkan Rumah Warga Korban Angin Puting Beliung. Personel gabungan TNI, Polri Di sisi Kemanusiaan, BPBD Kabupaten Ngawi, serta para relawan membantu membersihkan material bekas bencana alam angin puting beliung di Ngawi, Jawa Timur.

@HumasPoldaJatim: Bhayangkara Hadir Untuk Kemanusiaan #KebersamaanPeduliBencana. Polri Di sisi Kemanusiaan Kesigapan Korps Bhayangkara bersama masyarakat bergotong-royong membersihkan sisa material pascabanjir di Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur..

@1trenggalek: Polri Di sisi Kemanusiaan, #KebersamaanPeduliBencana Dengan sigap personel Brimob langsung menerjunkan personel beserta kendaraan taktis Armored Water Canon (AWC) untuk langsung padamkan api di dua bangunan ruko, di Jalan Komjen Pol. M. Jasin, Kelapa Dua, Depok.

@Ppklaten: #KebersamaanPeduliBencana Polri Di sisi Kemanusiaan

@Res1Tulungagung: Kapolres Tulungagung langsung turun ke TKP terjadinya longsor akibat curah hujan tinggi.  #KebersamaanPeduliBencana Polri Di sisi Kemanusiaan

@PolsekWirobraj3: Polri Di sisi Kemanusiaan, kebakaran melahap dua ruko di Jalan Komjen Pol. M. Jasin, Kelapa Dua, Depok. #KebersamaanPeduliBencana Dengan sigap personel Brimob menerjunkan personel beserta kendaraan taktis Armored Water Canon (AWC) untuk langsung padamkan api di dua bangunan ruko.

@1trenggalek: Saat terjadi angin puting beliung, ada hal yang penting dan harus dilakukan dengan baik agar kita dapat terhindar dari berbagai kemungkinan terburuk, yuk disimak! #KebersamaanPeduliBencana Polri Di sisi Kemanusiaan

@ResNgawi: Ada tips nih untuk sobat Polri yang tempat tinggalnya daerah rawan bencana banjir.  Mencgah sedini mungkin lebih baik daripada sudah terlanjur. #KebersamaanPeduliBencana

@spnpoldasulsel: Yuk simak tips berkendara aman saat musim hujan. #KebersamaanPeduliBencana Polri Di sisi Kemanusiaan

@PolisiPacitan: Tidak akan ada akibat kalau tidak di dahului penyebabnya,  mari instropeksi diri bersama #KebersamaanPeduliBencana

@resnabirepapua1: #KebersamaanPeduliBencana personel TNI-Polri saat bahu membahu membersihkan sisa material pasca bencana alam angin puting beliung yang melanda wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Polri Di sisi Kemanusiaan.

Baca Juga:  Profil Kolonel Laut (T) Rahmadi Subagya, AAL 1995, Aslog Pangkoarmada RI

Penggunaan Gas Air Mata

Seperti diketahui, Polri akhirnya mengakui telah menggunakan gas air mata kedaluwarsa saat menangani massa dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Namun Kadiv Humas Mabes Polri, Dedi Prasetyo menyatakan gas air mata yang ditembakkan di Stadion Kanjuruhan tidak menyebabkan kematian.

Ia mengutip sejumlah ahli dari pakar racun, termasuk dokter paru dan spesialis mata.

Ia menuturkan bahwa tidak ada pendapat para ahli yang menyampaikan penggunaan gas air mata bersifat mematikan.

Polri juga menjelaskan bahkan penggunaan gas air mata dalam tingkat tinggi juga tidak mematikan.

“Saya juga mengutip dari pendapat dari Prof. Made Gelgel, adalah guru besar dari Universitas Udayana, beliau ahli dibidang toksikologi atau racun. Beliau menyebutkan bahwa, termasuk dari Dr. Mas Ayu Elita, bahwa gas air mata atau CS ini dalam skala tinggi pun tidak mematikan,” ujar Kadiv Humas Polri saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (10/10).

Sementara itu Komnas HAM tidak menampik gas air mata bisa menyebabkan kematian secara langsung.

Akan tetapi di Stadion Kanjuruhan, senjata pengendali massa ini menjadi penyebab utama ratusan orang meregang nyawa.

Hal ini disampaikan Komnas HAM merespon keterangan polisi yang menyebut gas air mata yang ditembakkan di Stadion Kanjuruhan tidak menyebabkan kematian.

Tim Pencari Fakta Koalisi Masyarakat Sipil meragukan keterangan kepolisian yang menyebut gas air mata di Stadion Kanjuruhan tidak menyebabkan kematian sebelum melakukan otopsi.

Sejumlah penyitas tragedi Kanjuruhan sendiri berbagi pengalamannya yang disebut lebih parah dari gas air mata yang pernah mereka alami sebelumnya.

Seorang suporter Arema, Andika Bhimantara yang berada di tribune VIP mengaku merasakan gas air mata yang ditumpahkan polisi di Stadion Kanjuruhan lebih menyakitkan dari yang pernah ia alami sebelumnya.

Baca Juga:  Profil AKBP Supriyanto, Akpol 2003, Kapolres Penajam Paser Utara

Pengalaman berjibaku dengan gas air mata pernah ia alami sebelumnya saat menonton pertandingan sepak bola di Sidoarjo, Jawa Timur dan Bali.

“Ini beda gas air matanya, kemarin benar-benar menyakitkan gitu. Saya juga nggak tahu ini gara-gara kebanyakan atau memang… Kalau mata kayak disiram pasir. Kayak orang kelilipan. Kalau sesaknya itu, tenggorokan sakit, napas itu susah,” katanya kepada BBC News Indonesia, Senin (10/10).

Pengalaman terpapar gas air mata juga diungkapkan suporter Arema lainnya, Izy – bukan nama sebenarnya. Ia mengaku sampai tak bisa membuka mata.

“Panik itu pasti. Karena kan tiba-tiba. Nggak bisa napas. Nggak bisa buka mata. Perih banget. Ya, gimana karena napas pedih, kita memilih untuk tidak napas, nunggu udara segar dulu,” ungkapnya.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...