Dua Kampus di Bandung, Unisma dan Unpas, Dimasuki Polisi
Mereka juga menembakan gas air mata di Unisma dan Unpas, Benarkah karena antikamtibmas
Trending Kampus, Tengah Malam, Alerta Alerta, Ya Allah pada hari ini mengarah pada peristiwa yang sama.
Aparat keamanan memasuki kampus dan menembakan gas air mata.
Kampus tersebut semuanya terletak di Bandung yakni muncul juga trending ALL EYES ON BANDUNG
Kampus tersebut adalah Unisma dan Unpas.
Universitas Islam Bandung (Unisma) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta tertua di Indonesia. Mulai digagas sejak tahun 1957.
Unisma berlokasi di Jalan Tamansari, Bandung Wetan, Bandung.
Perguruan tinggi ini bernafaskan Islam dan melahirkan intelektual muslim, dengan tujuan untuk mewujudkan mujahid (pejuang), mujtahid (peneliti), dan mujaddid (pembaharu) yang islami.
Sedang Unpas Bandung adalah Universitas Pasundan, sebuah perguruan tinggi swasta yang didirikan pada 14 November 1960 di Bandung, Jawa Barat, dengan tujuan membentuk lulusan berkualitas yang mengintegrasikan keunggulan agama, ilmu, dan budaya Sunda.
Unpas memiliki 7 fakultas, program pascasarjana, dan memiliki akreditasi Unggul dari BAN-PT, dengan motto “Pengkuh Agamana, Luhung Elmuna, Jembar Budayana”.
Kembali ke peristiwa 1 September 2025 malam.
Aparat memask da kampus tersebut dibagikan banyak netizen di sosial media X.
“TOLONG REPOST SEBANYAK-BANYAKNYA MALAM INI KAMPUS UNISBA & UNPAS DI TEMBAKI OLEH APARAT!!! TOLONGGGGGG.”
“Valid, ya sudah menembakan gas air mata di dalam kampus juga nampaknya.”
“TEMEN-TEMEN BANTU SHARE PLS!! UNPAS UNISBA UDH BUKAN SAFE ZONE. udh nembakin gas, petasan ke dalam kampus..”
ALL EYES ON BANDUNG
ALL EYES ON UNISBA & UNPAS!
“KAMPUS MAHASISWA DISERANG MENGGUNAKAN GAS AIR MATA TANPA SEBAB! MOTOR MEREKA DIBAKAR! ini bukan penertiban melainkan PEMBANTAIAN TERHADAP RAKYAT SIPIL wst.”
“Bolehkah Aparat Memasuki Kampus sewenang-wenang? Alerta Alerta!!! All eyes on Unisba & Unpas.”
Penyerangan kamps dilakukan Atas tuduhan anti-kamtibmas, kampus Unisba dan Unpas diserang!
Seperti diansir @RadioElshinta, Kabid Humas Poda Jabar Kombes Pol Hendra Rocmawan menyampaikan, hingga malam ini Polda Jabar masih melakukan patroli gabungan bersekala besar.
Yakni dengan mengitari sejumlah ruas Jalan di kota Bandung, hal ini untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat pasca terjadinya aksi unjuk rasa yang diwarnai tindakan anarkis.
Kegiatan rutinitas yang ditingkatkan (KRYD) ini diikuti oleh personil dari Polda Jabar Bersama TNI dari Kodam lll Siliwangi, dengan menyusuri sejumlah ruas jalan serta mendatangi gedung perkantoran pemerintah, salah satunya gedung Sate dan gedung DPRD Provinsi Jawa Barat.
Menurut Hendra, selain melakukan dialog dengan sejumlah warga, petugas juga telah mengamankan beberapa orang yang diduga akan melakukan makar (Anarko), sehingga orang tersebut langsung dibawa oleh petugas berikut sejumlah barang buktinya.
Kegiatan patroli gabungan sekala besar ini akan terus digelar sampai betul-betul daerah Jawa Barat dan khususnya Bandung aman
Selain itu juga petugas akan menindak tegas bagi siapapun orang yang akan membuat keonaran. Senin (1/9/2025).
Aksi demonstrasi di Banduing termasuk yang mencekam.
Tertama aksi demonstrasi yang terjadi di Bandung, Jumat (29/8/2025).
Aksi yang semula gerakan solidaritas menjadi kericuhan. Aksi yang dipicu oleh kekecewaan mendalam terhadap pemerintah dan
Simbol-simbol perlawanan yang awalnya berupa ban bekas, dengan cepat merambat menjadi api yang melahap kendaraan, fasilitas publik, hingga aset penting milik negara.
Pada Sabtu (30/8/2025) Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan jajaran pemerintahan setempat meninjau kerusakan pasca aksi unjuk rasa.
Selain Gedung DPRD dan rumah aset MPR RI, rumah makan dan bank juga terbakar.
Sementara Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memperkirakan total kerusakan akibat aksi demonstrasi yang berlangsung ricuh pada 29–30 Agustus 2025 di Kota Bandung bisa mencapai angka Rp10 miliar.
Estimasi ini mencakup perbaikan gedung dan fasilitas umum yang terdampak selama unjuk rasa.