Mata Korban Tragedi Kanjuruhan Masih Merah, Netizen Curigai Gas Air Mata Kadaluarsa?
hampir semua korban yang ditemui tim mengalami luka di bagian mata
TGIPF tragedi Kanjuruhan menemukan bukti, hampir semua korban yang ditemui tim mengalami luka di bagian mata pasca penembakan gas air mata oleh petugas keamanan.
Penembakan Gas Air Mata Berefek pada Mata Semua Korban Tragedi Kanjuruhan yang Ditemui TGIPF https://t.co/7VkO7VewaN pic.twitter.com/W8EWPgHNVL
— KOMPAS TV (@KompasTV) October 9, 2022
Sontak netizen pun gaduh menanggapi hasil temuan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi Stadion Kanjuruhan yang ramai dibicarakan di media sosial Twitter pada Senin (10/10/2022. Berikut beragam tulisan mereka.
Seperti pemilik akun Twitter @HerrySampuraka menulis, “Seminggu sdh kondisi mata korban gas air mata di Kanjuruhan masih merah”
Lalu akun Twitter @Dod1kusw4nto_ menulis, “Itu karna di kucek2 sama korban sendiri..seharus nya jika terkena gass air mata dikenakan angin hilang sendiri”
@ahmadi_ridhal menulis, “Kalau ini terjadi pada seluruh anggota polisi dan keluarga2nya, kira2 bagaimana..??”
@keranbutut menulis, “Jujur sakit hati gw liat ini,, Lu
@PSSI ga liat apa korbannya”
@AgroFishLombok menulis, “siapa yg bertanggung jawab????”
@novidian1911 menulis, “Mulutku pengen banget mencaci maki kepada seluruh petugas yg dilapangan pada saat kejadian, sumpah!! Rasa gedeg didalam hati ngeliat semua ini.miris bgt ya Allah, 😞😞”
@Ameeranti menulis, “Mau kambing Hitamkan apa sama bapak Polisi? Jelas kok korban jatuh karena Gas Air Mata.”
@afri_krisni99 menulis, “Efek pada korban, membuktikan kalo ucapan pulici yg bilang tragedi Kanjuruhan karena support yg salah, adalah bohong”
@MLemah123 menulis, “Mestinya gas air matanya juga diteliti, mengandung racun apa tidak”
@Singhasari1982 menulis, “Jangan2 kadaluarsa”
@sasha_akashi menulis, “Harusnya di otopsi para korban, dia perilsa di lab jg tear gas nya. Kok aneh gitu,”
@FixRidi menulis, “Dan polisi dan beberapa kalangan mengklaim mereka mempertahankan diri dr amukan. Situ waras?”
@heyitschikaw menulis, “Semoga pelaku pelakunya mati nya pelan pelan deh sekarat 3 hari 3 malem sambil berdiri”
@Rindaman_p menulis, “Astaghfirullah. Untung ga sampe buta. Gas air mata memang senjata pembunuh yang berbahaya ini”
@tcolink menulis, “Bapak @mohmahfudmd @ListyoSigitP Oleh karena gas mata ini juga digunakan kpd masyarakat sipil, mohon anggota aparat keamanan dilatih untuk terpapar merasakan sendiri tear gas ini, supaya bisa mengukur diri. Spek tabung tear gasnya = yg digunakan di Kanjuruhan, bukan beda spek”
@BlogyasinCom menulis, “Seburuk apapun tingkah pola sporter aparat tetap hrs memperhatikan keselamatan manusia, semua menjadi p3lajaran bagaimana cara memanusiakan manusia.”
@satria_preda menulis, “Ga kbayang rasanya saat kejadian. Eloknya para pelaku blm ada yg brani blg kl sy slh 1 yg menembakkan gas itu”
@zqcki menulis, “gila ini mah bener2 nyakitin orang bukan buat mengurai masa”
@iRudiGunz menulis, “Kasihan 😢😢😢… Yg bilang sesuai prosedur harusnya mundur aja tapi ya harap maklum…. 😪😓😢”
@intangemoy menulis, “Gue gapernah ngerasain kena gas air mata tapi kalau liat korban kayanya perih bgt dan pasti engap apalagi di stadion, kalau gue di dalem udah nangis kejer mau pulang banget”
@rossawahyu menulis, “Keknya itu stock yg sama dgn 2018, alias udah kadaluarsa. Gam yg normal gak gitu amat efeknya.”
@NgilmuKantiLaku menulis, “Yang jilat kue saja dipecat, ini yg bunuhi rakyat kok aman. 1312”
@justfeiarchive menulis, “serem tapi kasian… cepat sembuh ya saudara2 sebangsa ku🤍🤍”
@Nizar_anarkhy menulis, “Apa mungkin ini akibat terkena peluru yang sudah kadaluarsa?”
@Fren_Gulo menulis, “Penggunaan gas air mata sangat tidak dianjurkan dalam meredam sporter dalam stadion, tapi karena sebagian sporter indonesia sangat hobi dan barbar untuk rusuh saat menonton bola, terpaksa deh pak polisi pakai gas air mata. Saran saya, pakai tembakan obat bius aja hahaha”
@c_opini menulis, “Ini mesti ada penyeledikannya.. jika benar Krn gas air mata, ada tambahan bukti kejahatan kemanusiaan”
@AhmadSufyan_1 menulis, “Lu tau ga kenapa gas air mata berbahaya ? Karna dulunya gas air mata adalah senjata perang untuk membubarkan barikade lawan di perang dunia 1”
@ArdhanyFikry menulis, “Kalau sudah begini apa tidak memang pembantaian massal????”
@AremafcOfficial menulis, “tolong min, aremania difasilitasi untuk korban yg demikian ini sudah sangat biadap yang nyata hasilnya.”
@et880888 menulis, “Ditunggu saja dan jangan salah kasih obat tetes mata.. inner bleeding insyaAllah nanti sembuh mungkin 1,2 atau 3 minggu kemudian tergantung banyaknya yg kena..”
@DaunKering212 menulis, “Cacat tanpa ada yg tanggung jawab..apa gak paham soal pertanggung jawaban. Pemimpin2 konyol!”
@Satriapandu98 menulis, “Gue sering demo d dpr. Kena gas air mata sering tp knp gak ampe merah gtu ya”
@abdulra84804284 menulis, “Bukti apa lagi yg dibutuhkan untuk mengakui bahwa penyebab tragedi krn Gas Air Mata…bukti mana lagi yg mau didustakan”
@perangutan_ menulis, “Yang meninggal sudah tak menderita diri, tapi meninggalkan kedukaan bagi keluarga, anak, suami-istri mereka. Yang berat juga yg cacat karena kebrutalan aparat musuh rakyat yang mengurung mereka dalam stadion penuh hujan gas air mata lalu masa depannya di rusak. “
@PuspaRatih12 menulis, “Bisa ga si minta ganti berobat ampe sembuh total sama yg nembak, gregetan banget”
@lion19_xyz menulis, “boro” kemarin aja ada kasus ambulan yg nganter jenazah yang bayar keluarga korban”
@AhmadSufyan_1 menulis, “Kalian tau ga sih kenapa ga air mata sebegitu bahayanya ? Karna dulunya itu senjata perang untuk membubarkan barikade lawan di PERANG DUNIA 1”
@MaesiWicaksana menulis, “Lucunya penggunaan gas air mata ini dibanned buat perang sama Geneva Convention, tapi dibolehin buat crowd control sipil, lucu banget wkwwkwk.”
@maulanahloh menulis, “Bisa sembuh ga sih kalo udah merah gitu? Serem banget :(“
@anggaimaginer menulis, “Bisa harusnya, kalo itu cuma pendarahan konjungtiva ya, beberapa hari atau beberapa minggu bisa sembuh, tapi gatau kalo ternyata penyakitnya lain.”
@joelian_stc175 menulis, “Mnurut gw sih yg nembakin gas air mata ga perlu dipenjara bales aja tembak lg gas air mata diruang tertutup jgn lama2 5 menit aja biar ngerasain”
@UpiRaharjo menulis, “Tolong korban kanjuruhan berdoa .. semoga yg menzholimi kamu dpt balasan dunia dan akhirat …”
@MocangTian menulis, “Tragedi Kanjuruhan harus di usut terus sampai tuntas.aparat keamanan di Kanjuruhan Malang telah melakukan pelanggaran HAM berat.”
@chresly_lela menulis, “Pecat semua aparat di malam itu dan penjarakan”
@upallnight888 menulis, “Dulu pernah beberapa kali terpapar gas air mata pas demo tolak rkuhp, omnibus law, dan lainnya, tapi ga separah ini. Perih bentar paling sejam-an, habis itu biasa normal lagi. Apa jangan2 gas air mata yg ditembakin di stadion sudah kedaluarsa?”
@InkaiTemo menulis, “Sejak peristiwa itu.. saya kok jadi benci sama aparat ya.”
@yusuffaisal27 menulis, “Ya Allah, ini siapa yg tanggung jawab ??? Klo gag ada yg tanggung jwb, udah gag perlu lagi hidup di Indonesia, gag ada yg bisa di percaya ,dari atas sampe bawah bobrok semua”
@momo__shoera menulis, “Kalo ada kecelakaan “ayo cpt bubar keburu ada polisi”. Pencurian “percuma lapor polisi gk dpt apa2, udh lgsg ambil aja motornya”. Narkoba “pak saya bayar buat tukar kepala ya”. Entahlah semakin jijik lihat polisi”
@BOTAAAKKKKK menulis, “Seandainya bisa rikues hukuman gua pengen nanti semua pelaku dimasukin satu sel nah ditembakin gas air mata sesuai waktu itu di tembakin ke penonton terus selnya tertutup eh jangan tertutup banget kasih 2 lobang sedotan dah”
@silmulasi menulis, “Sudah lebih seminggu knp ga ada yg meriksa tuh kandungan gasnye … ngapa pada diem2, pada gosong muka korban menghitam. Pada kemane si yg punya wewenang woeeee jawaabbb”
@bpratama_nugrah menulis, “Anjir matanya sampe merah gitu ga bayangin gimana sakitnya”
@agogoID menulis, “kawal terus…ini sdh termasuk pelanggaran HAM berat!”
@akmnazufa menulis, “Pernah 2x kena gas air mata di stadion. Kayaknya ga separah ini efeknya. Agak mencurigakan gas air mata yg dipake di Kanjuruhan kemarin. Sudah adakah investigasi soal ini?”
@GdAndika9 menulis, “Gimana perih nya ya itu mata, kena uap jeruk nipis aja mata perih nya minta ampun”
@stthell menulis, “pembuluh darah pecah krn cidera biasanya skitar 2 minggu udh pulih, cuma gue krg tau ya klo kena gas air mata bakalan sama aja atau ngga”
@raonse1 menulis, “Wah ngeri banget efeknya….yg jadi tersangka dah di tahan belum nih?”
@puguhan25 menulis, “Terkutuk lah para pelaku penembak gas air mata itu”
@joesafrietegal menulis, “Bisa sembuh kalo di obati secara teratur dan butuh waktu yg lama..”
@Gang_maroe menulis, “Serem….semoga bisa sembuh secepatnya”
@timothydasheem menulis, “itu fakta dan bukti bhw penyebabnya gas air mata…. masa mo ngelak n lps tnggung jwb…”
@dee_montreal menulis, “Smua Pengecut tdk Ada yg brani tanggung Jawab!! Bikin Malu klean”
@PrasBo menulis, “Please indonesian people need a helping hands @nytimes @FIFAcom “
@bakul_jus menulis, “Mata sy pernah begitu, 7-10 hari baru pulih.
Penembakan Gas Air Mata Berefek pada Mata Semua Korban Tragedi Kanjuruhan
Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi Kanjuruhan telah menemukan sejumlah bukti.
TGIPF dilaporkan mendapatkan berbagai alat bukti penting yang mendukung pengusutan tragedi di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022) lalu.
Tim tersebut juga turun ke lapangan guna menemui sejumlah pihak terkait tragedi Kanjuruhan termasuk korban yang mengalami luka.
Dalam pernyataan resmi yang diterima KOMPAS.TV pada Minggu (9/10/2022), Anggota TGIPF menjelaskan hampir semua korban yang ditemui tim mengalami luka di bagian mata pasca penembakan gas air mata oleh petugas keamanan.
“Pertama, Fabianca Cheendy Chairun Nisa (14 tahun) yang mengalami pendarahan dalam mata, sesak napas, dan batuk-batuk. Retina matanya sampai detik ini tidak ada warna putihnya.”
Juga menemui dua bersaudara Rafi Atta Dzia’ul Hamdi (14 tahun) dan kakaknya Yuspita Nuraini (25). Sang adik mengalami pendarahan dalam mata dan kakaknya sampai detik ini masih batuk dan sesak napas,” tulis Akmal Marhali yang Anggota TGIPF itu.
Akmal melanjutkan, selain itu, ada juga M. Iqbal (16 tahun) yang mengalami pendarahan dalam mata serta luka luka di kaki dan pinggang akibat terinjak-injak.
Sementara Ahmad Afiq Aqli asal Jember masih dirawat dengan mata merah, kaki dan tangan patah.
Lalu dinukil dari Kompas.com, tim juga mengumpulkan video-video yang menggambarkan sejumlah detail kejadian di berbagai titik.
Sekretaris TGIPF, Nur Rochmad, menyebut bukti yang didapatkan sangat berguna untuk memperkuat analisis terkait tragedi Kanjuruhan.
“Berbagai alat bukti penting yang kami dapatkan ini nantinya akan memperkuat dan mempertajam analisis kami.”
“Sehingga peristiwa Kanjuruhan ini dapat kami ungkap secara menyeluruh dan independen,” ujarnya, Sabtu (8/10/2022) dikutip dari Kompas.com.