Hastag Trah Soekarno Tamat Trending, Pendukung Ganjar Ingin Jokowi Jadi Ketum PDIP
Kami yakin jika Pak Jokowi maju menjadi Ketua Umum PDIP dan Pak Ganjar terpilih menjadi Presiden RI 2024-2029
Hastag Trah Soekarno Tamat atau #TrahSoekarnoTamat trending.
Tanda pagar tersebut seolah sedang meramaikan tarik menarik kekuatan di tubuh PDIP soal Pilpres 2024.
Kubu yang dimaksud diduga antara Puan Maharani yang didukung kader Trah Soekarno dan Ganjar Pranowo yang didukung Presiden Jokowi.
Skenario terkait #TrahSoekarnoTamat adalah soal pencalonan Ganjar sebagai Presiden RI 2024-2029 oleh PDIP.
Dalam berbagai survei, Gubernur Jawa Tengah dua periode itu hampir selalu unggul dari dua pesaing kuatnya, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.
Namun hasil itu belum dianggap oleh pihak PDIP. Mereka menginginkan putra mahkota PDIP, Puan Maharani yang bisa duduk di posisi itu.
Begitu Ganjar Pranowo menyatakan siap jadi RI1, pihak PDIP kangsung menegurnya meski baru secara lisan.
Dengan bermodalkan berita berjudul “Relawan Ganjar Pranowo Doakan Jokowi Jadi Ketum PDIP di 2024,” dari CNNIndonesia, akun @BosPurwa menggaungkan #TrahSoekarnoTamat
“Yang setuju naikin tagar ini #TrahSoekarnoTamat silakan retweet!” katanya seraya meneruskan pesan itu ke akun @puanmaharani_ri @PDI_Perjuangan
Relawan Ganjar Pranowo Doakan Jokowi Jadi Ketum PDIP di 2024 https://t.co/1YU5GsCUVX
— CNN Indonesia (@CNNIndonesia) October 26, 2022
Berikut beberapa cuitan netizen terkait tagar #TrahSoekarnoTamat
@fans_attasis: wah rame…nie #TrahSoekarnoTamat
@Adr14ntie: Apapun yg anda tanam. Suatu kelak anda akan menuai hasilnya #TrahSoekarnoTamat
@AyeJugaRahman: Deal.. #TrahSoekarnoTamat
@AanWisancoko: Ngapain juga bawa² gambar bung Karno disetiap kampanye, seakan-akan klo tidak pake foto itu tidak percaya diri. Cuma modal foto, bukan modal pemikiran dan gagasan. Roda berputar, sudah saatnya #TrahSoekarnoTamat
@Uasysa: Mak banteng telah membesarkan ular2 kecil yg akhirnya setelah menjadi naga memakan tuannya #TrahSoekarnoTamat
@Azhar_k18: #TrahSoekarnoTamat Jadi semakin panas pendukung Puan Maharani
@Ibnxine: Sudah berkali-kali dites, trah Soekarno di masa Mega itu hanya didukung 20 persen suara, sisanya 80 persen tidak memilih mereka, 20 persen ya perolehan suara partai mak banteng. Itu sudah maksimal. #TrahSoekarnoTamat
@Mamiennie: Ganjar jd capres, jkw jd ketum. Puan jadi apa? #TrahSoekarnoTamat
Jokowi Ketum PDIP
Relawan Koalisi Aktivis dan Milenial Indonesia untuk Ganjar Pranowo (Kami-Ganjar) mendoakan agar Presiden Joko Widodo menjadi Ketua Umum PDIP pada tahun 2024.
Koordinator Nasional Kami-Ganjar Joko Priyoski menyampaikan PDIP bukan partai kerajaan sehingga Jokowi layak menduduki kursi ketua umum partai tersebut.
“Untuk PDI Perjuangan, kita tahu bahwa fatsun partai itu adalah demokrasi, bukan partai kerajaan, maka kami berharap Pak Jokowi mau dan bisa terpilih kelak menjadi Ketua Umum di Kongres PDIP Tahun 2024,” kata Joko melalui keterangan tertulis, Rabu (26/10).
Joko mengatakan posisi Ketua Umum PDIP untuk Jokowi akan memuluskan transisi kepemimpinan. Menurutnya, hal itu akan memudahkan Jokowi untuk menyerahkan tongkat kepemimpinan PDIP ke Ganjar di masa mendatang.
Pada saat yang sama, Kami-Ganjar mendukung Ganjar Pranowo menjadi calon presiden. Mereka menilai Ganjar sebagai sosok paling layak untuk menggantikan Jokowi sebagai presiden.
“Kami yakin jika Pak Jokowi maju menjadi Ketua Umum PDIP dan Pak Ganjar terpilih menjadi Presiden RI 2024-2029, semua program Nawacita Jokowi … akan bisa diwujudkan secara utuh oleh Pak Ganjar,” ujarnya.
Untuk menyukseskan dua misi itu, Kami-Ganjar akan melakukan konsolidasi nasional di Bogor pada Minggu (30/10). Konsolidasi itu juga akan diikuti dengan acara doa bersama.
“Kami adakan acara sakral ini menurut ajaran Islam agar nanti kerja-kerja politik kami untuk memenangkan Ganjar Pranowo sebagai Presiden RI dan juga agar Pak Jokowi pasca tidak menjadi Presiden lagi di 2024 bisa menjadi Ketua Umum PDI Perjuangan,” ucapnya.
Sebelumnya, Ganjar menjadi salah satu kandidat presiden 2024-2029. Gubernur Jawa Tengah itu hampir selalu muncul dalam urutan tiga besar survei calon presiden.
Meski demikian, Ganjar belum mendapat restu dari PDIP. Ia justru mendapat sanksi karena sempat menyatakan kesiapan maju sebagai calon presiden.