Beli Motor Listrik Disubsidi Rp6,5 Juta, Netizen: Orang-orang Dekat Istana yg Pesta?
Luhut mengungkapkan pemerintah berencana subsidi pembelian kendaraan listrik
Tagar Subsidi trending di media sosial Twitter pada Kamis (1/12/2022), menyusul Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan pemerintah berencana menyubsidi pembelian kendaraan listrik tahun depan.
Sontak netizen gaduh menanggapi subsidi Rp6,5 juta per pembelian sepeda motor listrik tersebut hingga tercatat ribuan ciutan (Tweets) yang mereka sampaikan. Berikut beragam ciutan mereka.
ORANG-ORANG DEKAT ISTANA YG PESTA SUBSIDI MOTOR LISTRIK
*mini thread* pic.twitter.com/az3piaJQt7
— #99 (@PartaiSocmed) November 30, 2022
Seperti pemilik akun Twitter @PartaiSocmed menulis, “ORANG-ORANG DEKAT ISTANA YG PESTA SUBSIDI MOTOR LISTRIK”
1. Luhut Binsar Panjaitan.
Melalui TOBA yg bekerjasama dgn GOTO dimana CEO-nya adalah Pandu Sjahrir. Sekedar info Pandu Sjahrir ini adalah keponakan Luhut.
2. Arsjad Rasjid.
Memproduksi motor listrik dgn merek Alva. Alva sendiri merupakan anak perusahaan Indika Energy dimana Arsjad Rasjid adalah direkturnya. Arsjad Rasjid menjadi steering comitee dari acara Relawan Nusantara Bersatu di GBK tempo hari.
3. Moeldoko.
Moeldoko adalah Kepala Staf Kepresidenan Jokowi saat ini yg juga terafiliasi dengan PT Mobil Anak Bangsa (MAB) yang memproduksi bus dan motor listrik.
Tambahan:
4. Bambang Soesatyo.
Ketua MPR sekaligus pendukung utama amandemen UUD.
Lalu akun Twitter @BoyRembaya menulis, “Bambang susatyo Ketua MPR juga membuat motor listrik merk BS electrik”
@megasaico17 menulis, “pesannya untuk masyarakat ya jangan ikutan masuk subsidi2 itu 😂 tapi banyakan masyarakat latahan Tum pokok ada yg danai dulu langsung gas”
@bambaeeeng menulis, “Setelah pending jd makelar kompor, kini beralih ke motor. Ini kalo gol semua, nyambung jg ke batubara karena jadi bahan baku listriknya. Satu lingkaran semua. Makanya penting bgt utk meneruskan rezim biar gak ada yg ngancel di tengah jalan.”
@Arifdp13 menulis, “Lah kok ngeri kalo gini, emang urgensi apa motrik sampe harus disubsidi?”
@_agwan_ menulis, “Over supply Listrik PLN, kan program kompor gagal tuh, liat aja ntar jg banyak program pake listrik2”
@pendekarsuling menulis, “Over supply tapi di desa saya sering pemadaman listrik.”
@Arifdp13 menulis, “Magicom, Rice cooker menunggu dipojokan. Harusnya para pejabat itu berinovasi gt loh. Mereka dibayar buat berfikir bukan buat proyek atau alasan”
@SulingKayu menulis, “Menjijikkan 😝”
@WSetyorini2 menulis, “Keserakahan selalunirgen, kak..”
@Sobosawa menulis, “penyakit kurang itu yang diidapnya”
@tunnov menulis, “Lah kita kebagian gondoknya doang 😁”
@lukmaninside13 menulis, “Gk aneh sih, Nepotisme kykny udah jadi hal biasa 😌”
@mus_elion menulis, “Enak ya jadi keponakan penguasa.”
@YuanandaArchi menulis, “Baru tau si pandu keponakannya opung..😁”
@BoyRembaya menulis, “Dan membuat motor listrik itu tdk perlu R&D tinggal ambil dari china…yg penting ada uang..merk kita boleh bikin sendiri…tinggal di buat CKD ke indonesia jadi…merk sendiri..”
@ronssky92 menulis, “Salah sasaran .. subsidi itu buat yg ga mampu .. yakin dengan di subsidi pemerintah masih kebeli tu motor? Yg ada yg beli yg kaya sm pemerintah sendiri ..”
@jajaramdani menulis, “Kurang apalagi ya mereka?”
@apakintung menulis, “Kurang bersyukur”
@AjungNuKampret menulis, “Banyak orang msh berak dikali,sok2an jualan molis, serakah uda jadi komoditas di negara ini”
@HarrisRegar menulis, “Pantesan mereka takut sekali Presiden yg akan datang bukan dari circle mereka. Takut bancakannya hilang rupanya. Bisa dikatakan Pak Jokowi sangat dikendalikan oleh Pak Luhut.”
@Budi_Mantul menulis, “Nanti pemakai motlit harus naikan ke 2200 menang banyak dah tum. Ev aja ga bisa pake 4400 saya sudah coba ngisinya 8 jam. Kalo 7700 baru bisa 3jam”
@JohnGunawan2 menulis, “FYI, di luar negri sering banget kendaraan listrik subsidi akhir nya di salah gunakan dengan melebihkan penjualan. (laku 10 tapi ngom nya laku 100) yg 90 d beli sndiri ketika subsidi sudah habis di jual harga normal.”
@RezhaChaniago menulis, “Gantian tum, kemarin bos2 sawit udah kecipratan dana subsidi, sekarang giliran otomotif. Agar tidak ada yang iri diantara kita.”
@HarmanKadroon menulis, “Paling nanti impor dr china, stempel merk sendiri. Diklaim buatan sendiri”
@CxxNathan menulis, “Horeee ….. pestaa…. Mari kita senang saat orang lain senang 😹”
@SPMarch9 menulis, “Kalau kita di lihat siapa yg di belakangnya ga akan pernah puas, tapi lihat dampak positif setelahnya kalau memang kendaraan berubah jadi kendaraan listrik.”
@cookwithcen menulis, “Titik akhirnya yaa Cuan juga Rakyat yang jadi Korban”
@Jemsbray menulis, “Kompor listrik aja gagal, ini mau gaya2an motor listrik Motor listrik itu mahal di baterai, sekali rusak baterai yg ada malah jadi bangke tuh motor. Beli di subsidi nanti udh rusak bingung benenrinny”
@gantidariangka menulis, “pintar yg bikin proposal. pintar juga pejabat2 yg memanfaatkan. bodoh jika kita percaya sama mereka seolah tulus bekerja hanya demi bangsa. rezim kropos”
@mrblue_monday menulis, “Udah kepikiran belum itu battery motor nya kalau aus (drop) penggantiannya berapa ?? Jangan sampe malah nambah masalah baru”
@NurAlamSyhClcap menulis, “Benar-benar Jokuwi memang dikelilingi para Pemodal yg akan menitipkan produk mereka supaya bisa dipasarkan dengn intervensi negara yaa..”
@arissangjajar menulis, “Edan banget nih pemerintah, gak ngerti konsep subsidi apa ?? Woi subsidi itu buat kebutuhan pokok rakyat yang gak mampu, motor listrik bukan kebutuhan pokok ngapain di subsidi, itu mah buat orang kaya, PE A”
@sikatKawat_ menulis, “Hajatan besar²an hartanya mau dibawa ke liang kubur, mumpung masih menjabat 😅😅”
Beli Motor Listrik Disubsidi Rp6,5 Juta Tahun Depan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan pemerintah berencana menyubsidi pembelian kendaraan listrik tahun depan.
Hal tersebut dilakukan demi mendorong daya beli masyarakat untuk memiliki mobil dan motor listrik.
Menurut Luhut dikutip CNNIndonesia, saat ini pemerintah tengah menyelesaikan skema subsidi sebesar Rp6,5 juta per pembelian sepeda motor listrik.
Skema subsidi serupa juga sedang disiapkan untuk pembelian mobil listrik.
“Kalau mau tukar motor ke listrik tahun depan, ya. Nanti dapat subsidi,” ujar Luhut dalam forum perbankan seperti dikutip dari Reuters pada Rabu (30/11).
Indonesia sendiri memiliki target setidaknya 1,2 juta kepemilikan motor listrik pada 2024. Sementara untuk mobil listrik, pemerintah memiliki target sebanyak 35 ribu unit.
Kelompok industri mengatakan permintaan kendaraan listrik tumbuh tetapi volume penjualan masih sangat kecil dibandingkan mobil berbahan bakar fosil. Pasalnya, harga kendaraan listrik lebih tinggi.
Di sisi lain, pemerintah ingin mengembangkan industri kendaraan listrik dan baterainya sendiri di dalam negeri.
Hal ini seiring dengan pelarangan ekspor bijih nikel untuk memastikan pasokan bagi investor dalam pemrosesan sejak 2020.
Untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik, pemerintah juga sudah memberikan pemotongan pajak untuk penjualan mobil listrik dan mobil hybrid sejak 2019.
Butuh Rp7,8 T untuk Subsidi 1,2 Juta Unit Motor Listrik
Pemerintah membutuhkan dana sedikitnya Rp7,8 triliun untuk menggelontorkan subsidi motor listrik.
Angka itu berasal dari target kepemilikan 1,2 juta unit motor listrik hingga 2024 nanti. Itu berarti, per unit motor listrik akan mendapatkan subsidi Rp6,5 juta.
Rencana pemberian subsidi motor listrik dilontarkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata mengatakan terkait pendanaan untuk subsidi motor listrik masih dibicarakan oleh pihak-pihak terkait.
“Sedang dibicarakan,” kata dia, singkat, seraya menolak menjawab proyeksi dana yang akan dialokasikan.