Bupati Lebak Trending, Netizen: Orang Beribadah Kok Dipersulit?
umat Kristen yang tinggal di Kecamatan Maja diminta beribadah Natal di Rangkasbitung
Tagar Bupati Lebak trending di media sosial Twitter pada Sabtu (17/12/2022), menyusul Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya meminta umat Kristen yang tinggal di Kecamatan Maja untuk beribadah Natal di Rangkasbitung karena belum ada gereja di Maja.
Sontak netizen gaduh menanggapi tagar Bupati Lebak hingga tercatat 2.248 ciutan (Tweets) yang mereka sampaikan. Berikut beragam ciutan mereka.
Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya meminta umat Kristen yang tinggal di Kecamatan Maja untuk beribadah Natal di Rangkasbitung.
Permintaan tersebut terjadi karena tidak terbitnya izin untuk ibadah Natal selain di gereja. pic.twitter.com/BTn9Cau1yh
— #NalaR ®️ ☕ (@Paltiwest) December 16, 2022
Seperti pemilik akun Twitter @jambur28 menulis, “Kenapa anda atur atur tempat ummat kristen rayakan Natal…ini negara sendiri koq anda ikut diatur kaum intoleransi…??? Gimana kalau anda diperlakukan demikian..???…Kristen adalah agama yg diakui UUD,jadi jangan se enaknya anda perlakukan mereka tdk adil.”
Lalu akun Twitter @MiaMeaMetok menulis, “Ibu ini & warganya iman nya tipis amat. Ketakutan sama ibadah natal hahahhaa. Modelan begini bisa jadi pejabat itu piye? Ga paham keBhinneka-an jadi pejabat. Ngucapin selamat natal haram, ibadah natal ga boleh. Sungguh iman yg tipis & cetek milik ibu itu.”
@Paltiwest menulis, “Mau ibadah aja sulit, padahal di sebuah kota dah banyak masjid, sekolah pun mau diganti dengan masjid”
@TeddyBgr menulis, “Jarak Maja-Rangkas itu 20 km, kalau ditempuh dgn kendaraan pribadi bisa selama 40 menit. Pulang pergi 1 jan 15-20 menit. Orang beribadah kok dipersulit”
@Lumbalaut1 menulis, “Kok gak skalian disuruh ke Israel aja ya…”
@yesmar_banu menulis, “Orang ibadah diusir keluar, karokean dan spa dikasih izin cepat. Aneh2 aja Bupati satu ini.”
@Amma03231815 menulis, “Imannya kalah sama gereja doang, segitu doang iman lu….gw Kristen, rumah sebelahan sama Mesjid, tiap hari gak keitung berapa kali gw dengar adzan, biasa aja.”
@DeeMz29429466 menulis, “Hlaiyo… Kristen itu agama yg diakui negara berdasar undang-undang, tapi kok pelaksanaan ibadahnya dipersulit seperti agama terlarang. Maksud e opo sih wong2 iki. Kalau takut murtad hanya karena perayaan agama tertentu, itu bukan agama lainnya yg salah, tapi iman kalian yg lemah”
@qodoxngorex menulis, “Sedih bgt knp gak punya hati nurani tidak bisa toleransi Bupati kok bisa tidak mau mengayomi rakyatnya yg bukan seagama??? Pak @jokowi mohon adakan lagi penataran P4 wajib.”
@bravetrackindo menulis, “Tipe beginian jadi kepala daerah aja udh nolak umat non muslm didaerahnya. Bayangin kalo betina begini jadi kepala sebuah negara, bs bs org non muslim dibunuhib”
@The_Savior__ menulis, “Dia dapat pajak dari pengembang yg minoritas. Daerahnya maju. Tapi mau Natalan aja dipersulit. Kaum barbar. Hari gini kok masih somplak”
@AbimanyuWay menulis, “Ini Bupati model apaan ya, gk paham pancasila yg di gagas oleh para pendiri bgs ini, buang ke laut saja Bupati model begitu dasar pikiran dangkal sana belajar ke papua sini biar ntar you masuk sorga”
Bupati Lebak Minta Umat Kristen di Maja Ibadah Natal di Rangkasbitung
Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya meminta umat Kristen yang tinggal di Kecamatan Maja untuk beribadah Natal di Rangkasbitung.
Permintaan tersebut terjadi karena tidak terbitnya izin untuk ibadah Natal selain di gereja.
Hal tersebut disampaikan Iti saat rapat koordinasi persiapan Natal dan Tahun Baru di Aula Multatuli, di Rangkasbitung, Rabu (14/12/2022).
Saat itu Iti menanggapi Camat Maja yang menyampaikan informasi ada pemberitahuan izin dari dua komunitas umat Kristen di Maja.
Dalam pemberitahuan tersebut, mereka hendak beribadah Natal pada tanggal 18 dan 25 Desember di Eco Club Citra Maja Raya.
“Kesepakatan rapat Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), kita tidak menghalangi ibadah, tapi di rumah ibadah sesuai peruntukannya. Ruko, tempat permukiman, kami mohon maaf enggak diizinkan, sesuai dengan hasil musyawarah FKUB,” kata Iti, Rabu, seperti dikutip Kompas.com.
Iti mengatakan, warga Maja yang hendak beribadah Natal bisa datang ke gereja-gereja lain di wilayah Kabupaten Lebak. Paling dekat dari Maja ada di Rangkasbitung.
“Di Rangkasbitung ada Natal bersama 27 Desember, gabungan umat Nasrani dan saya akan datang,” kata Iti.
Sementara Camat Maja, Edi Nurhedi, saat dikonfirmasi ulang membenarkan ada dua pemberitahuan untuk menggelar ibadah Natal di Eco Club Citra Maja Raya pada 18 dan 25 Desember.
“Saya minta arahan ke Bupati, akhirnya Bupati beri arahan demikian, hendaknya perayaan Natal di tempat resmi seperti di gereja,” sebut Edi.
Edi mengatakan, saat ini tidak ada gereja di Kecamatan Maja sehingga umat Kristen berencana akan menggelar ibadah Natal di Eco Club.
Menurut Edi, umat Kristen di Maja biasanya menggelar ibadah mingguan dalam rumah warga.
Edi belum bisa memerinci jumlah umat Kristen di Maja. Namun, saat ini total ada 2.500 rumah yang telah dihuni di Perumahan Citra Maja Raya.
“Cuma kita enggak tahu yang muslim berapa, yang bukan berapa,” kata Edi.
Saat ini, ada dua komunitas umat Kristen yang menyampaikan pemberitahuan rencana ibadah Natal di Maja.
Seusai arah Bupati Lebak, Edi mengatakan akan menyampaikan bahwa umat Kristen di Maja tidak diperbolehkan menggelar ibadah Natal di Eco Club Citra Maja Raya dan menyarankan untuk ke Rangkasbitung.
“Diarahkan demikian (ke Rangkaasbitung) kalau di Rangkasbitung ada ibadah Natal bersama tanggal 27 Desember. Nanti dibantu oleh Persekuatuan Gereja di Rangkasbitung seperti Gereja Pasundan. Akan dikomunikasikan baik oleh saya maupun Persekutuan,” pungkas dia.