Business is booming.

Gempa Trending, Netizen Cek Air Dalam Galon Rasakan Bumi Bergetar

netizen punya berbagai cara unik untuk mengetahui atau merasakan adanya gempa

Tagar Gempa trending di media sosial X (Twitter) pada Jumat (20/10/2023), menyusul netizen punya berbagai cara unik untuk mengetahui atau merasakan adanya gempa yang terjadi di wilayahnya.

“Aku reflek cek air di dalam galon πŸ™‚ ga percaya sm tirai yg bergoyang, krn bisa aja itu angin,” tulis pemilik akun Twitter @agustdwisy, menanggapi adanya gempa di selatan Jawa Barat.

Sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang wilayah barat daya Kabupaten Garut, Jawa Barat Kamis (19/10/2023) pukul 21.08 WIB.

BMKG di Jakarta, Kamis mencatat gempa bumi itu berpusat di laut, tepatnya di koordinat 8,09 lintang selatan dan 107,34 bujur timur atau 114 km barat daya Garut dengan kedalaman 18 km.

BMKG menyatakan gempa itu tidak berpotensi tsunami. Masyarakat diimbau hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi.

Sontak netizen gaduh menanggapi tagar Gempa yang trending hingga tercatat 20.200 ciutan yang mereka sampaikan.

Seperti pemilik akun Twitter @ignatiuswisnu01 menulis, “tipe orang yg klo ngerasa gempa langsung reflek cek twitterβœ…βœ…βœ…”

Lalu pemilik akun Twitter @SukaKopi84238 menulis, “Lah kalo aku kerasa ada gempa,ngeliat air didlm galon kalo airnya berombak langsung lari.”

@charliemput menulis, “Handuk gucci aku juga sampe jatuh dari gantungan nya kemaren. Untung gak robek/kena noda.”

@snouft menulis, “wanjirrr parahhh 😭 lagi tiduran langsung keluar rumah 😭”

@RayiSwan menulis, “Sukabumi berasa banget, tetangga sampe pada keluar.. πŸ™ diriku kaget karena udh lep tidur.. Ga sempet keluar rumah..”

@althpage menulis, “gue panik banget kaka gue sampe langkahin 4 tangga rumah saking paniknya”

Badan Geologi ungkap aktivitas penunjaman picu gempa di selatan Jabar

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan aktivitas penunjaman atau subduksi yang juga disebut gempa bumi intraslab dengan mekanisme sesar naik telah memicu gempa bumi di wilayah selatan Jawa Barat.

“Morfologi wilayah tersebut pada umumnya berupa dataran pantai yang dibatasi pada bagian utara dengan morfologi perbukitan bergelombang hingga perbukitan terjal,” kata Pelaksana tugas Badan Geologi, Muhammad Wafid dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.
Pada 19 Oktober 2023, pukul 21.08 WIB, gempa bumi berkekuatan 5,2 magnitudo berpusat di Samudera Hindia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan titik koordinat gempa bumi itu pada 107,34 bujur timur dan 8,09 lintang selatan berjarak sekitar 115,5 kilometer barat daya Kota Garut, 143,8 kilometer tenggara Kota Cianjur.

Baca Juga:  Konflik 15 Tahun GKI Yasmin Berakhir, Kini Dapatkan IMB

Berdasarkan informasi dari The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 107,208 bujur timur dan 7,870 lintang selatan dengan kekuatan 5,2 magnitudo pada kedalaman 59,7 kilometer.

Sedangkan menurut data Geo Forschungs Zentrum (GFZ) Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 107,47 bujur timur dan 7,74 lintang selatan dengan kekuatan 5,3 magnitudo pada kedalaman 69 kilometer.

Wafid menjelaskan wilayah pada morfologi pantai tersebut umumnya tersusun oleh tanah lunak (kelas E) hingga tanah sedang (kelas D) dan pada bagian utara tersusun oleh tanah keras (kelas C).

Wilayah itu secara umum tersusun oleh batuan berumur tersier (berupa batuan sedimen dan rombakan gunung api) dan endapan kuarter berupa aluvial pantai, aluvial sungai dan batuan rombakan gunung api muda (breksi gunung api, lava, tuff).

Sebagian batuan berumur tersier dan batuan rombakan gunung api muda tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan kuarter dan batuan yang telah mengalami pelapukan pada umumnya bersifat lunak, lepas, belum kompak dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi.

Selain itu, morfologi perbukitan bergelombang hingga terjal yang tersusun oleh batuan yang telah mengalami pelapukan berpotensi terjadi gerakan tanah yang dapat dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi.

Menurut data Badan Geologi, sebaran pemukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi terletak pada kawasan rawan bencana gempa bumi menengah hingga tinggi.

Kejadian gempa bumi itu tidak menyebabkan tsunami meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, karena tidak mengakibatkan terjadinya deformasi di dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.

“Pantai selatan Jawa Barat tergolong rawan tsunami dengan potensi tinggi tsunami lebih dari tiga meter,” kata Wafid.

Badan Geologi merekomendasikan agar bangunan di wilayah selatan Jawa Barat menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi untuk menghindari risiko kerusakan dan harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.

Baca Juga:  Profil Mohbad, Rapper Muda Nigeria yang Meninggal Dunia Usia 27 Tahun

Selain itu, peningkatan upaya mitigasi melalui mitigasi struktural dan non-struktural juga harus dilakukan mengingat wilayah selatan Jawa Barat tergolong rawan gempa bumi dan tsunami.

“Kejadian gempa bumi itu diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi,” pungkas Wafid.

(Sumber: Antaranews.com)

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...