Business is booming.

Etika Trending, Netizen Sorot Cawapres 02 Tidak Punya Adab dan Etika

etika sangat penting dalam berdebat politik agar masyarakat paham terhadap gagasan yang disampaikan para calon pemimpin

Tagar Etika trending di media sosial X (Twitter) pada Rabu (24/1/2024), menyusul netizen soroti ulah calon wakil presiden nomor urut dua Gibran Rakabuming Raka pada debat keempat Pilpres 2024 yang diselenggarakan oleh KPU di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (21/1/2024) malam.

Tak heran netizen pun gaduh menanggapi tagar Etika yang trending hingga tercatat 43.300 ciutan yang mereka sampaikan.

Seperti pemilik akun Twitter @P3n99u94t_ menulis, “KELAKUAN SAMSUL DALAM DEBAT SUDAH MEMALUKAN KAUM ANAK MUDA… ETIKA GIBRAN MENUNJUKKAN PERLUNYA UNDANG-UNDANG MENGATUR SUPAYA YANG BISA MENJADI CALON PEMIMPIN HARUS CUKUP UMUR…”

Lalu pemilik akun Twitter @Muhammad_Saewad menulis, “Hormatilah yang lebih tua, meskipun ia berbeda agama. Akhlak dan etika itu lebih penting saat kita berhadapan dan dialog dengan orang yang lebih tua, bukan hanya sekedar gimmick seolah-olah kita hormat padahal “ngenyek” menghinanya.”

@akupadi5 menulis, “Cawapres yang lahir dari melanggar etika, melanggar aturan yang ada, Maka kita bisa lihat etikanya gak ada”

@Sitompoel3 menulis, “Oke kalau memang kita ingin memilih dosen, tapi kan kita ingin memilih presiden dan wakil presiden. Apa iya kita memilih orang seperti ini untuk kita jadikan wakil presiden kita. Apa kata dunia kalau wakil presiden kita akhlak dan etika nya seperti ini? 😭😭😭”

@kholidansori menulis, “Profesor loh yg diperlakukan spt itu.. klo cak imin msh selevel lah.. emang ya ni bocil”

@Ase76910626 menulis, “Ini mirip pembullyan gak sih yg dilakukan oleh si samsul ke lawan debat. Kotor sekali cara mainnya”

@Aryprasetyo85 menulis, “#GibranBukanJokowi Gibran Contoh Anak Muda yg Gak punya etika! Berulangkali Gibran menunjukkan gak sikap yang gak pantas di depan umum! Gibran Gak mencerminkan Wong Jowo yg penuh tata Krama. Sikap Gibran juga gak mencerminkan Sikap Jokowi sebagai Ayah nya!”

@Syarman59 menulis, “Makanya batas usia 40 th itu jangan dilanggar ‘paman mk'”

@st_nurdin52033 menulis, “Produk pelanggaran Etika MK menampakkan watak aslinya yang tak beretika dalam forum debat Cawapres ke II malam ini. Anak ingusan tak Ada etika Dan tak Ada ilmu, berdebat ttg masa depan bangsa sama anak ingusan slalu gk nyambung. Bg @Fahrihamzah cocok debat Sama @gibran_tweet”

@AmanDolok menulis, “Dari adab dan etika az tidak layak di pilih,berarti yg milih tidak punya adab dan etika juga,”

@Bambang06677637 menulis, “Dasar pencalonannya sudah melanggar etik. WajarLah, akan seterusnya bgitu. Percayalah !!!”

@anang_jabes menulis, “Orang kurang pintar bisa belajar, tapi orang kurang adab sulit diteladani”

@LeonardFaried menulis, “Coach atau Timses nya gagal total mengedukasi debate manners. Gestur yang dianggap mungkin lucu tetapi malah berbalik membuat image negative. Level education mencerminkan gesture ini merasa bahwa Prof. Mahfud MD masih sebagai Menteri yang membantu babe nya.”

@Jens_alfaqir menulis, “Betul banget ini debat cawapres tapi ada paslon yg levelnya hanya debat di tingkat RT.. ga pantes.. norak.. shame on you!!”

@HarunUsman80 menulis, “Faktor kedewasaan betul2 ikut menentukan kemana arah bangsa ini akan dibawa.anak ini nggak pantas hadir di forum terhormat seperti debat capres/cawapres..saya malu dan muak melihatnya!”

@RadenNingrat99 menulis, “Ini sih bukan debat cerdas vs dungu. Terlihat jelas kalau raut wajah prof mafud MD ini kesal luar dalam. Lawan yg tidak berimbang. Ini sebuah kesalahan besar orang tua yg telah membesarkanya. Ini bukan debat cawapres tp lebih ke melecehkan….”

@DinnurP menulis, “Saya bener malu sendiri nontonnya.,ko bisa gk beradab bgitu dijadikan kebanggaan..,dia itu calon wakil presiden loh…dan lg bapaknya yg jd presiden apa tidak malu melihat akhlak anaknya seperti itu….ampuun dah…”

@Bhukans_Ustadz menulis, “Itulah kenapa uud pilpres itu usia harus 40 tahun keatas,agar tidak ada kejadian yg memalukan seperti ini,anak² diajak debat dng orang dewasa.”

@cecep_gaz menulis, “Sekelas profesor, mantan ketua MK, cawapres aja digituin, gmn rakyat”

@mining300032133 menulis, “Samsul..Bocah tidak punya etika..sombong.. licik..culas.. tengil..Bahaya kalau negara di pimpin oleh bocah seperti ini. Demokrasi Negara rusak di Dinasti Pinokio.”

@MusriahMus87146 menulis, “Pimpinan model gini….jelas akan menghalalkan segala cara…. Berangkatnya sudah curang… Apalagi kalau sudah jadi pimpinan…”

Pakar Unair: Etika sangat penting dalam berdebat politik

Pakar Komunikasi Politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Dr. Suko Widodo menyatakan etika sangat penting dalam berdebat politik agar masyarakat paham terhadap gagasan yang disampaikan para calon pemimpin.

Baca Juga:  Profil Heru Budi, Trending karena Masalah Jalur Sepeda Hingga Elektablitas Sebagai Cagub DKI

Dr. Suko di Surabaya, Selasa (23/1/2024) menjelaskan bahwa selain tema yang jelas, debat memerlukan cara berkomunikasi yang benar. Semua yang dibicarakan harus menjadi jelas dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti agar sebuah diskusi dapat berjalan.

“Yang bicara harus mengerti sehingga peserta dan lawan bisa mengikuti alur berpikir sehingga nanti akan keluar argumentasi sanggahan atau usulan yang masuk akal terhadap ide itu,” kata dosen ilmu komunikasi itu.

Tujuan dari debat, lanjut Suko, adalah untuk mengadu pikiran, mengadu ide, serta mengadu gagasan. Maka dari itu, tema di dalam debat harus menjadi fokus dalam perdebatan.

Ia menganggap gestur-gestur berlebihan itu tidak menjadi perlu di dalam suatu debat.

“Komunikasi itu menyangkut rasa dengan tiga unsur penting berupa logika, etika, dan estetika, sehingga gaya komunikasi itu menjadi penting bagi calon pemimpin,” tuturnya.

Lebih lanjut, Suko mengatakan bahwa banyak orang mengatakan bahwa penggunaan istilah itu merupakan sebuah strategi dalam debat. Namun menurut dia komunikasi politik itu, penggunaan istilah itu memang benar adalah sebuah strategi, namun tidak berada pada level yang tinggi.

“Strategi debat itu terdiri dari level 1 sampai 6, mestinya semakin matang berpikirnya semakin bijak. Pengambilan kebijakan itu pada level 6, bukan teknis atau level 1. Itu baru menunjukkan kualitas orang,” ujarnya.

Untuk mencapai komunikasi efektif di dalam debat, istilah-istilah harus dijelaskan dengan mantap kepada semua audiens dalam perdebatan. Ditopang dengan cara penyampaian yang benar, ide yang digagas akan tersampaikan kepada masyarakat.

“Sehingga masyarakat dapat menilai calon pemimpin yang akan mereka pilih pada 14 Februari mendatang,” ucapnya.

Selain itu, debat merupakan tradisi di dalam demokrasi dan cara untuk menemukan kebaikan yang tepat, sehingga tidak ada kata menang atau kalah di dalam perdebatan.

Baca Juga:  Profil Aswin Siregar, Kabag Banops Densus 88 Ikut Selidiki Ledakan Bom Bunuh Diri Polsek Astanaanyar

Debat mencari pemikiran-pemikiran yang bagus agar dapat menjadi alat bagi masyarakat untuk menyeleksi calon pemimpin mereka.

“Bagaimana kita bisa mem-promote atau mempresentasikan ide-ide agar bisa diterima orang banyak dengan argumentasi-argumentasi,” imbuhnya.

KPU RI telah menetapkan tiga pasangan capres-cawapres peserta Pilpres 2024 yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dengan nomor urut 1, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka nomor urut 2, dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md nomor urut 3.

Selepas debat pertama pada 12 Desember 2023, debat kedua 22 Desember 2023, dan debat ketiga 7 Januari 2024, KPU menggelar debat keempat yang mempertemukan para cawapres.

Tema debat keempat meliputi energi, sumber daya alam (SDA), pangan, pajak karbon, lingkungan hidup, agraria, dan masyarakat adat.

(Sumber: Antaranews.com)

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...