Business is booming.

Data Real Count Tak Jauh Beda dengan Quick Count, Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta semua pihak untuk bersabar dalam menyikapi hasil penghitungan cepat atau quick count

Hasil real count KPU Jumat (16/2/2024) pukul 14.00 WIB sudah masuk 54,91 persen suara.

Pasangan capres 02, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming  Raka tetap tak terbrnung.

Mereka meraih 33.526.629 juta suara (57 persen), pasangan Anies Baswedan Muhaimin Iskandar 14,692.179 (24,9 persen)

Ganjar Pranowo-Mahfud MD 10.597.114 juta suara (18,2 persen).

Pasangan ini menang telak di tiga provinsi di Pulau Jawa, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur (lihat table)

Hasil Real Count KPU hingga pukul 14.00 WIB

JAWA BARAT  54.51%     3.325.417           5.747.824           1.047.506

JAWA TENGAH 70.14%  1.507.687           6.260.430           4.116.006

JAWA TIMU R55.76%     1.304.232           5.207.958           1.358.317

Hasil Real Count KPU tampaknya tak jau beda dengan hasul Quing Count sejumlah lembaga survei.

Hasil quick count SMRC misalya Paslon nomor urut 1 Anies-Cak Imin mendapat suara 24,94 persen, paslon nomor urut 2 Prabowo-Gibran sebesar 58,38 persen, sedangkan paslon nomor urut 3 Ganjar-Mahfud Md sebesar 16,68 persen.

Lembaga Survei Indonesia (LSI)

  1. Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar : 25,30%
  2. Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming : 57,46%
  3. Ganjar Pranowo-Mahfud MD : 17,23%

Indikator Politik Indoensia

  1. Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar : 25,36%
  2. Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming : 58,03%
  3. Ganjar Pranowo-Mahfud MD : 16,61%

Poltracking Indonesia

  1. Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar : 24,86%
  2. Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming : 58,87%
  3. Ganjar Pranowo-Mahfud MD : 16,27%

Litbang Kompas

  1. Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar : 25,21%
  2. Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming : 58,53%
  3. Ganjar Pranowo-Mahfud MD : 16,26%
Baca Juga:  Lenteng Agung Kembali Trending, Kali Ini Jae Day 6 Akan Konser di LA

Presiden Jokowi Minta Sabar

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta semua pihak untuk bersabar dalam menyikapi hasil penghitungan cepat atau quick count Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024.

Presiden juga meminta masyarakat untuk menunggu hasil penghitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Hasil penghitungan quick count itu adalah metode penghitungan yang ilmiah. Tetapi apapun, kita harus menunggu hasil resmi dari KPU. Jadi, sabar. Ojo kesusu. Sabar,” ujar Presiden Jokowi dalam keterangan persnya di Jakarta International Expo (JIEXPO), Jakarta, Kamis (15/02/2024).

Seperti diketahui, Indonesia telah menggelar Pemilu 2024 pada Rabu (14/02/2024) kemarin. Pesta demokrasi tersebut digelar untuk memilih calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), calon legislatif (caleg) anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI hingga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten/kota, serta calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Hasil hitung cepat sementara sejumlah lembaga menunjukkan pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka unggul atas pasangan nomor urut 01, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar maupun pasangan nomor urut 03 Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Sementara itu, terkait dengan adanya laporan dugaan kecurangan, Presiden Jokowi menilai bahwa mekanisme pengawasan telah ada dan berlapis.

Menurutnya, di setiap tempat pemungutan suara (TPS), telah ada saksi dan perwakilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), serta aparat yang bertugas.

“Yang pertama, mengenai kecurangan, caleg itu ada saksi di TPS, partai ada saksi di TPS, capres, cawapres, kandidat ada saksi di TPS. Di TPS ada Bawaslu, aparat juga ada di sana, terbuka untuk diambil gambarnya. Saya kira pengawasan yang berlapis-lapis seperti ini akan menghilangkan adanya kecurangan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kepala Negara menyebut bahwa jika ditemukan kecurangan dalam pemilu, maka semua pihak bisa membawa buktinya ke Bawaslu hingga ke Mahkamah Konstitusi (MK) nantinya.

Baca Juga:  Daftar Sembilan Nama Anggota Pansel KPK, Lima Orang dari Unsur Pemerintah

“Tapi kalau memang ada betul (kecurangan), ada mekanisme untuk ke Bawaslu, mekanisme nanti persidangan di MK. Saya kira sudah diatur semuanya kok. Jadi janganlah teriak-teriak curang. Ada bukti, langsung bawa ke Bawaslu, ada bukti bawa ke MK,” tandasnya.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...