Business is booming.

Profil dan Sejarah Yon Armed 7, Terbakar Hebat Sabtu

Terjadi beberapa kali ledakan saat terbakar hebat, pemadam belum busa mendekat

Gudang trending. Gudang yang dimaksud adalah Gudang peluru Bataliyon Artileri Medan (Yon Armed) 7 GS (Gerak Sendiri atau swagerak) Kodam V Jaya.

Gudang senjata itu  kini tengah mengalami kebakaran hebat.

Saat kebakaran terjadi diwarnai ledakan.

Hingga kini pihak TNI AD dan Dinas Kebakaran Bekasi sudah mendekat untuk memadamkan api.

Video kebakaran Gudang peluru Batalion Artileri Medan 7 GS beredar di media sosial baik melalui akun medis sosial X hingga WhatsApp.

Tampak warga sekitar  Gudang peluru Batalion Artileri Medan 7 GS menyaksikan histeris.

Bebarapa diantaranya panik karena ledakan dan api makin membesar.

Listrik di sejumlah lokasi diperbatasan Bekasi-Bogor terpaksa dipadamkan.

Gudang peluru miliki TNI AD, dalam hal ini di bawah tanggung jawab Kodam Jaya berlokasi di RT001/RW07 Desa Warung Pinang, Bekasi, Jawa Barat.

Gudang tersebur terbakar pada Sabtu (30/3/2024) sejak sekitar pukul 18.05 WIB.

Kapendam Jaya Kol. Infantri Decky Putra menduga bahwa yang meledak adalah amunisi-amunisi daluwarsa yang memang sudah harus dimusnahkan.

Saat ini Kapolda Irjen Karyoto dan Wakasad Komjen  TNI Tandyo Budi Revita mengelar pertemuan di ruang piket Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) Yon Armed 7/55 Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat

Profil Yon Armed 7

Batalyon Artileri Medan 7/Biring Galih atau Yon Armed 7/155/Gerak Sendiri adalah merupakan batalyon Artileri Medan “gerak sendiri” (self operating) yang merupakan satuan bantuan tempur (satbanpur).

Baca Juga:  Profil Walikota Ambon Ricard Louhenapessy, Baru Saja Jadi Tersangka KPK

Yon Armed 7 berada di bawah Komando Kodam Jaya dan bermarkas di Jl. Raya Narogong Bantargebang, Kota Bekasi.

Yon Armed 7/155 GS berdiri pada 15 Februari 1977 dan menggunakan meriam kaliber 105 mm Gerak Sendiri serta memiliki varian tank AMX. Batalyon Armed 7/155 GS memiliki lambang satuan “Biring Galih” yang merupakan senjata sakti Pangeran Jayakarta saat berjuang melawan kolonial Belanda.

Yakni dengan sesanti satuan “Dure Catru Winasena” yang berarti menghancurkan musuh dari jarak jauh.

Sejarah awal yonarmed-7/155 GS berada di Kodam-II/Bukit Barisan Sumatera Utara, yang berkedudukan di Medan.

Pada tanggal 8 Pebruari 1977 terbentuklah satu Baterai Penghormatan/ Baterai Armed-5 BS/ 76 Kodam Jaya, yang berkedudukan di Bintaro Jakarta Selatan sebagai Baterai Penghormatan dalam penyambutan Tamu Negara dan Upacara kebesaran, yang selanjutnya berubah status menjadi Batalyon Armed.

Pada tanggal 15 Pebruari 1977 terbentuklah Batalyon Armed-7 Komposit Kodam V/ Jaya dengan personel gabungan dan materiil Meriam 76 MM Gunung serta 25 Pounder.

Sesuai Renstra Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat Tahun 1980 dan Surat Keputusan Pangdam Jaya Nomor : Skep/ 122 – 2 / II / 1980 tanggal 15 Pebruari 1980 status Batalyon Armed-7 Komposit Kodam V/ Jaya dialihkan menjadi Batalyon Armed-7/76 mm Gunung Kodam Jaya, sebagai satuan bantuan tembakan dengan menggunakan Meriam 76 MM Gunung.

Pada tanggal 28 Januari 1988 diadakan pergantian senjata pokok dari Batalyon Armed-7/76 mm tarik diubah menjadi Batalyon Armed-7/ 105 mm tarik, yang selanjutnya sebutan berubah menjadi Batalyon Armed-7/ 105 tarik.

Pada tanggal 25 April 1988 dilaksanakan perpindahan personel dan materiil Baterai Tempur A, B dan unsur Baterai Markas ke Bantargebang, Bekasi.

Dengan demikian Batalyon Armed-7/105 Tarik yang berpangkalan di Bintaro tinggal satu Baterai Tempur C. Pada tanggal 16 Desember 1991 melaksanakan alih senjata pokok dari Meriam/ 105 MM Tarik menjadi Meriam/ 105 MM GS, yang selanjutnya sebutan berubah menjadi Batalyon Armed-7/105 GS.

Baca Juga:  Karakter Timnas Indonesia di SEA Games 2023 Diperhitungkan Thailand

Berdasarkan Surat Perintah Pangdam Jaya Nomor Sprin / 1404-04/ VII / 2004 tanggal 14 Juli 2004 tentang perintah segera mengosongkan kantor/perumahan Baterai C Yonarmed-7/ 105 GS di Bintaro selanjutnya dipindahkan ke Bekasi, dengan demikian mulai saat ini satuan Yonarmed-7/ 155 GS secara utuh berada di Cikiwul Bekasi sampai dengan sekarang.

Hari jadi satuan Yonarmed-7/155 GS ditetapkan pada tanggal 15 Pebruari 1977, hal ini berdasarkan Surat Keputusan Pangdam V Jaya Nomor Skep / 19–2 / II / 1977 tanggal 8 Pebruari 1977.

Satuan

Baterai Markas (Rai Ma)

Baterai A (Rai Arjuna)

Baterai B (Rai Bhima)

Baterai C (Rai Cadewa)

Alutsista

Kekuatan armada tempur Yon Armed 7/155 GS Kodam Jaya, Bantargebang, Kota Bekasi, masih mengandalkan alutsista lama.

Seperti meriam 105 mm GS, meriam 105 mm gerak sendiri, Saat ini Batalyon Artileri Medan 7/155 GS di lengkapi dengan alutsista baru Meriam 155 MM M109A4 BE.

Tugas Kehormatan

Batalyon ini juga mempunyai tugas kehormatan kenegaraan untuk melaksanakan tembakan meriam sebanyak 17 kali pada saat upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia di Istana merdeka pada 17 agustus yang dilaksanakan di halaman Monas.

Serta juga sering ditugaskan untuk melaksanakan tembakan penghormatan sebanyak 21 kali (21-Gun salute) pada saat upacara penyambutan kenegaraan untuk tamu negara di halaman istana kepresidenan.

GUDANG Amunisi Batalion Artileri Medan 7 GS (Gerak Sendiri atau swagerak) Kodam V Jaya yang berlokasi di RT001/RW07 Desa Warung Pinang, Bekasi, Jawa Barat terbakar sejak sekitar pukul 18.05 WIB.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...