Kades Trending, 744 KK Warga Desa Wunut Dapat THR Rp 400 Ribu/KK Bikin Heboh Netizen
Inilah perilaku pemimpin yang baik dan jujur punya empati pada warganya.
Tagar Kades trending di media sosial X (Twitter) pada Senin (8/4/2024), menyusul netizen dibikin heboh oleh sosok kades Iwan Sulistiya Setiawan yang beri warganya THR Rp 400 ribu per keluarga, bahkan tahun depan THR akan dinaikkan jadi Rp1 juta per keluarga.
“contoh baik pemberdayaan desa,bila dikelola manajerial yg jujur & amanah… semoga masih ada rasa malu dari level kekuasaan diatasnya yang masih semrawut,” tulis pemilik akun Twitter @TjahKedoe, menanggapi tagar Kades yang trending hingga tercatat 1.795 ciutan yang disampaikan netizen.
MashaaAllah Pertama Di Indonesia KADES kasih THR Warganya..
Yang lagi VIRAL Di Medsos.. pic.twitter.com/JdOlMATLQq— Titik Hani Karlina Bintie Solihien (Kareena NH) (@TSolihien) April 8, 2024
Lalu pemilik akun Twitter @BudiantoBu56333 menulis, “Inilah perilaku pemimpin yang baik dan jujur punya empati pada warganya. Harusnya elit politik belajar dari pak kades ini, dimana sumber daya alam negara ini harusnya digunakan untuk mensejahterakan rakyat secara merata. Jangan korupsi saja yang digedein.”
@Aryprasetyo85 menulis, “Luar biasa kinerja lurah dan perangkat nya🥰”
@yusuf_dumdum menulis, “Tahun depan per KK dapat THR 1jt dr yg semula rp 400rb. Ini baru skelas wisata desa/Bumdes. Gimana kalau tambang ?😅
@kura2giok menulis, “Berkah Pak Kades… sehat selalu 🙏🏼”
@bpsmgt menulis, “jadi teori kalau tambang tdk dikorupsi maka 1 keluarga bisa dpt 20 juta perbulan adalah benar, buktinya kades Wunut. bisa saja uang THR sebesar 297 juta tsb dinikmati sendiri oleh kadesnya. dgn pembagian THR tsb maka rakyat wunut termotivasi u/ ikut memajukan BUMdes nya.”
@DS_yantie menulis, “1000, 1 nih kades yg seperti ini.”
@udahdebut menulis, “Jadi penasaran sama desa wunut. Barusan nemu ini dan tertarik pada kalimat “sesuai aturan dan tidak untuk memperkaya diri” Kalo mau maju, emang kuncinya harus gitu. Kalo tabrak2 aturan dan tujuannya memperkaya diri, jangan heran sampe kiamat juga bakal susah maju.”
@Rasheed_inn menulis, “Ini yg bakal kita dapat jika pejabat tidak korupsi. Harusnya kades seperti ini mendapat apresiasi langsung dari pusat. Musuh bangsa ini adalah korupsi, jgnkan pejabat, penegak hukum pun bnyk yg terlibat.”
744 KK Dapat Tunjangan Hari Raya dari Kades Wunut
Sebanyak 744 KK mendapat Tunjangan Hari Raya (THR) dari Kades Wunut di Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Warga pun senang mendapat THR Rp 400 ribu dari Kades Wunut yang akan dipakai untuk membeli baju lebaran anak. Sosok kades itu adalah Iwan Sulistiya Setiawan. THR sudah berjalan baru dua tahun terakhir. Tahun lalu masing-masing KK menerima 300 ribu, dan kini 400 rb.
Asal usul uang THR yang diberikan kepada warga merupakan penghasilan desa dari pengelolaan objek wisata Umbul Pelem.
“Kita berikan THR per keluarga. Ada 744 kepala keluarga. Dana kita ambilkan dari BUMDes penghasilan pengelolaan Umbul Pelem, wisata kita,” jelas Iwan.
Iwan Sulistya Setiawan menyatakan bahwa total dana yang diberikan kepada seluruh KK Desa Wunut mencapai Rp 297.600.000.
Target tahun depan per KK akan mendapatkan 1 juta. Di samping memberikan THR, lanjut Iwan, pemerintah desa juga memberikan bantuan kepada warganya yang tidak mampu sebesar Rp 690.000 per orang.
Bahkan ketika ada warga yang opnam di rumah sakit juga akan dibantu Rp 500.000 walaupun sudah punya BPJS. Iwan menyebut, Desa Wunut juga mengikutsertakan warganya dalam program BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan dan semua biaya iuran ditanggung dari desa.
“Yang yang belum punya BPJS kesehatan karena ada warga yang sudah punya dibiaya Pemda, ada yang PNS” kata Iwan.
Salut pengelolaan desa yang seperti ini. Skedar info. Pendanaan untuk program THR ini bersumber dari pendapatan asli desa (PAD) yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).
Salah satu objek wisata di desa, yaitu Umbul Pelem, berkontribusi signifikan dalam meningkatkan PAD tersebut.
Pendapatan desa tahun ini saja mencapai sekitar Rp3,1 miliar, yang sebagian diantaranya dialokasikan untuk program-program kesejahteraan masyarakat.